Dialog di Kandang Sapi, Nikmati Sajian Warga

TANPA  protokoler Menteri BUMN Dahlan Iskan memotong hewan kurban di Dusun Meduran Desa Madiredo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, kemarin. Dahlan memotong Sapi Limousin jenis simmetal (Metal) seberat 810 kg. Usai memotong hewan kurban, Dahlan juga mengikuti tasyakuran di rumah salah satu warga.  Kegiatan ini dilakukannya  disela kunjungan di Kota  Batu kemarin.


Kawasan Meduran memiliki 84 kepala keluarga berada di wilayah RT 29 RW 09. Sesuai namanya, kampung itu memang banyak didiami “imigran”dari pulau garam Madura. Sebagian besar warganya masih menghuni rumah berdinding bambu dan berlantai tanah.
Kali ini memang bukan kegiatan Dahlan atau Pak DIs sebagai seorang Menteri BUMN. Selain didampingi sang istri Nafsiah Sabri, Dahlan juga didampingi oleh anak buahnya dari Jawa Pos Group. Seperti Imawan Mashuri (Dirut Malang Post dan JTV) beserta istri, Sunavip Ra Indrata (Pimred Malang Post), Sudarno (GM Malang Post) dan sejumlah wartawan.
Pelaksanaan potong hewan kurban dilakukan usai menunaikan salat Idul Adha di Masjid An Nur Kota Batu. Sekitar pukul 08.00, rombongan meluncur dari Kota Batu menuju Pujon Kabupaten Malang. Meski di pegunungan, kawasan Meduran memiliki akses jalan yang cukup bagus.
Tiba di kampung itu, ratusan warga juga  bersiap menunggu sang Menteri. Maklum saja, kedatangan Dahlan sudah ditunggu sejak malam hari. Sebelum mantan CEO Jawa Pos itu datang, terlebih dulu sapi limousin jenis si Metal tiba di kampung. Tak pelak, sapi berukuran jumbo itu menjadi perbincangan warga.
Sebab di Meduran tidak pernah ada kurban sapi berukuran sebesar itu. Tiba di Meduran Camat Pujon Drs. Ahmad Muwassi Arif, M.Si dan Kades Madiredo Naning Mutrofin langsung menyambut. Ada pula tokoh masyarakat Pujon H. Hasan Suwardi yang berbaur bersama masyarakat.
Dahlan berjalan sekitar 100 meter menuju lokasi penyembelihan. Dia menyalami satu persatu warga yang sudah berbaris rapi. Sikapnya begitu familier bahkan tak jarang menggendong dan mencium anak kecil yang menyalaminya.
Warga begitu antusias melihat Dahlan, terutama para ibu PKK dan Dharma Wanita Desa. namun keinginan untuk berfoto bersama sang menteri harus tertunda hingga penyembelihan hewan kurban selesai. Dahlan dan sang istri sempat melihat pemandangan desa sesaat sebelum menyerahkan sapi kepada Kades Madiredo.Dia dengan sabar menunggu dibawah terpal biru. Sedangkan warga masih berusaha menjatuhkan sapi untuk disembelih.
Kesempatan itu dipakainya untuk berbincang dengan Hasan Suwardi. Gaya Dahlan menanyai Hasan mirip menggali data untuk berita. Namun pertanyaannya lebih detail, mendalam menyangkut kondisi peternakan sapi.
“Memang tidak adil, jika peternak tidak mendapat subsidi dari pemerintah sedangkan petani dapat subsidi pupuk bahkan pengguna kendaraan bermotor dapat subsidi Rp 150 ribu,” celetuk dia setelah memahami permasalahan peternak.
Sejenak, dialognya bersama Ketua I Koperasi SAE Pujon itu terhenti saat sapi berhasil ditidurkan. Warga kemudian mengumandangkan takbir bersama-sama saat sapi disembelih. Usai prosesi tersebut, Ayah Azrul Ananda ini kemudian berkunjung ke rumah warga.
Bersama sang istri Nafsiah Sabri, mereka kemudian memborong produk makanan PKK dan Darma Wanita Desa Madiredo. Seperti carang mas, apel, krupuk bawang, stik susu dan tonic. Usai memborong, para ibu-ibu berebut foto dengan Menteri Negara BUMN itu.
Kemudian tanpa risih, pak Bos panggilan akrabnya di kalangan petinggi Jawa Pos Group meninjau kandang sapi milik Mukri (65 tahun). Kebetulan disana ada pula anak Mukri bernama Faizin (36 tahun) dan pamannya Purnomo.“Sudah berapa lama pak beternak sapi, ini masa produktifnya masih berapa tahun lagi,” tanyanya kepada Purnomo.
Selesai berdialog di kandang sapi, Dahlan menikmati sajian makanan yang disediakan warga. Pendek kata, meski baru pertama datang di kampung itu, Dahlan begitu membumi. Sebelum pulang dia juga masih sempat menyambangi Mohamad Tohir dan istrinya yang bercadar.
“O jadi juga salat di masjid kampung, saya pikir bikin masjid sendiri di rumah, wah bagus sekali kalau begitu, tidak ekslusif,” celetuk Dahlan kepada M. Tohir sambil terkekeh.
Sebelum pulang, sang menteri masih sempat berteriak kepada Tohir. Bahwa dirinya akan berkunjung ke pondok pesantren yang pernah didatangi pria itu. seperti sudah kenal lama, Tohir justru berdoa agar kelak bertemu lagi dengan Dahlan.“Barakallah, semoga bisa bertemu lagi pak,” kata Tohir.
Bagi warga Meduran, kedatangan Dahlan yang menyandang jabatan Menteri Negara adalah anugerah. Sama sekali mereka tak menduga bisa didatangi dia. Survey cuma dilakukan semalam, kemudian esoknya sudah teralisasi.
“Kedatangannya sangat mengejutkan mas, kami bahagia sekali, orangnya enggak protokoler dan enak sekali diajak bicara,” aku Faizin kepada Malang Post.(Bagus Ary Wicaksono)