Wisata Seru Ke Malaysia dan Singapura (2)

Berwisata ke Malaysia, maka satu destinasi yang wajib Anda kunjungi adalah KLCC, di mana tetenger Malaysia, Petronas Twin Tower berada. Setelah beristirahat dan memulihkan tenaga, saya dan teman-teman pun meluncur ke KLCC dengan tujuan pertama Suria KLCC, sebuah pusat perbelanjaan lima lantai yang berada di kaki Twin Tower. Ada banyak brand ternama di sana, namun tujuan kami hari itu adalah outlet Vincci, sebuah merek yang sudah sangat populer di kalangan shoe lovers Indonesia.

Vincci, sebuah brand sepatu asal Malaysia ini sudah membuka outlet di kota-kota besar di Indonesia dengan merek VNC. Kualitas sama bagus, namun dengan selisih harga yang lumayan jauh. Untuk flat shoes VNC di Indonesia, dipatok dari harga Rp 300 ribu dan high heels mulai Rp 500 ribu, namun di Vincci Malaysia kita bisa mendapatkan high heels mulai harga RM 120-an atau Rp 360 ribu.
Selain sepatu, kita bisa mendapatkan aneka tas, jam tangan dan kacamata Vincci berkualitas dengan harga terjangkau. Bagi pelancong kelas middle end, outlet ini sangat recommended untuk berbelanja sekaligus membelikan oleh-oleh spesial untuk keluarga. Cukup banyak wajah-wajah Indonesia yang berbelanja di Vincci malam itu. Salah satunya Maria, perempuan asal Surabaya yang datang bersama Sherly, temannya.
”Saya belanja sepatu dan tas, tapi dapat titipan dari teman untuk membelikan jam tangan. Teman saya pernah ke sini, jadi sudah tahu apa yang pengin dibeli. Saya tadi foto jam-nya trus saya kirim via BBM, dia approve, langsung dech dibeli. Sebelum pergi sendiri ke Vincci, saya pernah nitip juga ke teman yang pergi ke Malaysia, hehe,” kata Maria.   
Puas berbelanja di Vincci, kami memutuskan untuk mengeksplore KLCC. Keluar dari Suria KLCC, ada danau buatan dengan air mancur berwarna warni yang cukup bagus untuk dijadikan background foto. Banyak wisawatan lokal, warga Indonesia hingga bule yang nongkrong di samping danau tersebut. Untuk sekadar melihat dan menikmati suasana atau berfoto ria. Namun background foto yang paling diburu adalah gedung Petronas Twin Tower. Suggestion untuk Anda, lokasi paling sempurna untuk mengambil foto dengan background Twin Tower ada di seberang Suria KLCC.  
Sayang, Skybridge, jembatan yang menyambungkan antara dua gedung Petronas sudah ditutup pada jam 5 sore, sehingga kami tidak sempat menikmati sensasi berjalan di ketinggian gedung setinggi 452 meter tersebut.
Destinasi wisata pada hari kedua (25/10/12), kami memutuskan ke Genting Highland atau Tanah Tinggi Genting yang berada 2000 meter di atas permukaan laut, dengan menggunakan dua mobil yang memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kuala Lumpur. Jalan menuju Genting berkelak kelok seperti jalan di Pujon Batu namun dengan lebar empat kali lipat, dan dibuat dua arah. Udara di sana juga sedingin Batu, bahkan lebih dingin lagi dengan kabut tebal saat beranjak sore.
Jika memutuskan untuk ber-backpacker ria, Anda bisa naik bus dari KL Sentral Bus Terminal dengan tiket one way (sekali jalan) seharga RM 10.30 sampai ke Genting Skyway Lower Station. Dari stasiun ini, kita bisa naik cable car menuju lokasi yang didirikan oleh Lim Goh Tong pada 1960an itu. Biaya Skyway (kereta gantung) sebesar RM 12 untuk pergi dan pulang. Sepanjang perjalanan di kereta gantung, tumbuhan hijau di bawah memanjakan mata yang melihat.   
Genting Highland mempunyai dua opsi permainan, indoor dan outdoor. Pengunjung bisa menikmati seluruh permainan indoor dengan RM 38 dan seluruh game outdoor dengan RM 50. Bagi Anda yang senang berpetualang dan sudah merasakan aneka sensasi permainan di Jatim Park, harus saya akui, aneka permainan indoor di Genting Highland lebih cocok dimainkan oleh anak kecil, kurang menggigit, hehehe. Konsep indoor Genting Highland saat ini diadopsi oleh Transcorp yang mendirikan Trans Studio di Makassar dan Bandung.
Hari itu, kami tidak sempat merasakan permainan outdoor karena hujan mengguyur dan udara semakin dingin. Namun melihat landscape permainan yang ada, semua permainan tersebut dapat kita jumpai di Jatim Park, Batu Night Spectacular atau di Ciputra Waterpark Surabaya. Melihat semua tempat wisata di hari kedua di Malaysia, kami semakin menyadari bahwa Indonesia dan daerah-daerahnya pun mempunyai tempat wisata yang tak kalah menarik. Hanya pengemasan, infrastruktur menuju lokasi wisata dan promosi bersama yang harus ditingkatkan dan dibuat semenarik mungkin.
Yang mungkin juga harus diperhatikan oleh pengelola wisata dan mall di tanah air, kami dapat dengan mudah menemukan surau (musala) di setiap tempat. Berbeda dengan di Indonesia, saat musala seringkali ditempatkan di dekat parkir mall atau di sudut terpencil, maka musala di mall-mall dan tempat wisata di Malaysia diletakkan di lokasi yang gampang dicari, dengan tempat wudhu luas dan area salat yang nyaman.
Pulang dari Genting Highland, kami menyiapkan diri untuk salat ied keesokan hari di KBRI Kuala Lumpur. Kami mendapati suasana Idul Adha yang berbeda dari tanah air.(dewiyuhana/bersambung)