Tim Malang Post Dampingi Dahlan Iskan Berlibur ke Batu (Habis1)

Selalu ada yang menarik selama mengikuti Dahlan Iskan. Salah satunya adalah sarapan dengan menu khusus yang dimasak oleh sang istri, Nafsiah Sabri. Dahlan, selalu menyuguhkan masakan itu kepada siapapun juga.

Setiap kali berkunjung ke satu daerah, terutama dengan keluarga atau minimal bersama sang istri, Dahlan Iskan, selalu menyempatkan sarapan pagi bersama keluarga. Karena menu sarapan itu dibuat oleh sang istri.
Bukan itu saja, ketika berada di Jakarta, Dahlan Iskan juga sering mbontot masakan yang dibuat Nafsiah, untuk dinikmati di kantor Kementerian BUMN. Jika ada tamu yang berkunjung, kebetulan saat itu Dahlan sedang makan, selalu ditawarkan masakan itu. ‘’Ini adalah masakan istri saya,’’ kata dia memanerkan masakan itu.
Tak heran ketika berlibur di Kota Wisata Batu, selain mempersiapkan acara-acara yang akan dihadiri Dahlan, tim Malang Post, juga ikut berburu bahan mentah. Jadi belanja di pasar di pagi hari, menjadi jadwal rutin bersama Bunda Nafsiah, demikian kami di kalangan Jawa Pos Grup memanggil nenek enam cucu ini.
Termasuk di villa tempat menginap, juga disiapkan peralatan untuk memasak. Sekalipun alat standar. Sedang Bunda Nafsiah juga membawa peralatan khusus dari Surabaya.
Sehari sebelum kedatangan keluarga, biasanya Bunda Nafsiah sudah mengirimkan sms untuk memesan berbagai jenis bahan mentah, yang akan dimasak untuk keluarga.
‘’Saya itu paling suka masak. Padahal dulu, yang bagian masak itu Abah. Karena Abah itu juga jago masak. Dari Abah saya banyak belajar menu Jawa,’’ kata ibu dua orang putra yang asli Kalimantan itu.
Itulah sebabnya, meski pihak hotel sudah menyiapkan sarapan, pasti tidak pernah disentuh. Karena di meja makan, setiap pagi selalu penuh makanan. Jumlahnya, sangat banyak. Cukup untuk sarapan puluhan orang.
Jika siang atau malam hari, meja makan juga tidak pernah kosong. Berjenis-jenis kudapan, juga disiapkan. Sedang kalau mau makan berat, juga tetap ada. Minumnya juga khas, teh yang sudah dicampur dengan kapulaga.
Karena itulah, ketika menyiapkan acara untuk Dahlan Iskan, tim Malang Post tetap memasukkan jadwal sarapan bersama keluarga. Seperti Kamis (15/11) kemarin, usai senam bersama di alun-alun, Dahlan terlebih dahulu kembali ke hotel untuk sarapan.
Padahal usai senam, sudah disiapkan sarapan di lokasi. Kemudian di Pujon, yang menjadi lokasi kedua yang akan dikunjungi, juga disediakan sarapan. Tapi Dahlan tetap memilih sarapan di hotel.
Khusus untuk sarapan itu, tidak hanya disantap oleh keluarga. Semua orang yang bersama-sama mereka, juga ikut menikmati hidangan tersebut. Mulai dari sopir, termasuk jika ada pejabat atau orang yang mengantarkan.
‘’Ayo sarapan dulu. Bundamu sudah menyiapkan banyak makanan. Saya sudah ganti piring tiga kali,’’ ujar Dahlan ketika mempersilahkan tim Malang Post, sarapan bersama.
Termasuk ketika ada rombongan dari Pelindo 3 yang ingin bertemu di pagi hari, Dahlan juga mempersilahkan mereka makan terlebih dahulu. ‘’Ngobrolnya sambil sarapan saja. Ini masakan istri saya,’’ katanyanya kepada Komisaris Pelindo 3, Ali Syahbana.
Ketika makan itupun, Dahlan sering ikut meladeni tamu. Tidak peduli dia bawahannya. Termasuk saat tim Malang Post ikut sarapan bersama, Dahlan juga yang mengambilkan lauk pauk dan meminta tim Malang Post mencoba makanan itu.
Namun begitu, ketika berkunjung dan disuguhi makanan, Dahlan juga tidak pernah menolak. Seperti saat di Pujon, meski sudah sarapan di hotel, Dahlan tetap memenuhi permintaan untuk sarapan bersama.
‘’Kasihan mereka sudah menyiapkan makanan. Kalau tidak dicoba, mereka akan kecewa. Tapi makanan di Batu memang enak-enak. Rasanya pas sekali,’’ katanya usai sarapan di Pujon. (tim)