Menteri Pertama Kunjungi Kop SAE Sejak 17 Tahun Terakhir

Kunjungan Dahlan Iskan dirasakan manfaatnya paling besar di kalangan peternak Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Menteri BUMN berdialog dengan para peternak di Koperasi SAE, sekaligus berjanji memberikan pinjaman Rp 1 miliar. Namun bagi peternak yang sangat bermanfaat bukanlah uang, tapi kehadiran sang menteri.

Kenapa demikian? Rupanya Dahlan Iskan merupakan menteri pertama yang datang ke Koperasi SAE sejak tahun 1995 silam. Pada era orde baru, menteri terakhir yang berkunjung kala itu adalah Mantan Menteri Koperasi dan UKM Subiyakto Tjakrawerdaya. Adapun, peresmian koperasi didatangi menteri Bustanil Arifin pada tahun 1992.
Bisa dikatakan, para peternak sangat rindu dengan perhatian dari pemerintah pusat. Sebab, selama orde baru mereka mendapatkan perhatian penuh. Tapi setelah reformasi hal itu tidak mereka dapatkan.
‘’Manfaat kunjugan Pak Dahlan, para peternak termotivasi, sekarang rasa percaya diri mereka naik,’’ aku Ketua I Koperasi SAE H. Hasan Suwardi.
Abah Hasan, sapaan akrabnya mengatakan, selama ini percaya diri para peternak menurun. Beberapa dasawarsa terakhir, pendapatan mereka terus menurun. Masalah juga datang silih berganti.
‘’Tingkat kepercayaan terhadap koperasi juga menurun, namun sehari saja Pak Dahlan berkunjung, tingkat kepercayaan terhadap koperasi mulai tumbuh,’’ urainya.
Kata dia, bantuan Rp 1 miliar dan didatangi menteri, jauh lebih berharga didatangi menteri. Satu-satunya menteri datang sejak orde baru adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dulu, koperasi bisa maju karena pemerintah pusat juga kerap turun.
‘’Kita bisa interaktif dengan menteri, sungguh dialog dengan menteri tidak direkayasa. Mengalir apa adanya,’’ aku dia.
Malang Post yang mengikuti langsung dialog peternak bersama Dahlan Iskan, merasakan betul atmosfir kebebasan. Para peternak diminta untuk bertanya dan memberikan ide untuk laju koperasi secara bebas dan liar. Dahlan waktu itu menunjuk Direktur Malang Post, Juniarno Djoko Purwanto sebagai notulen.
‘’Yang datang dalam dialog itu adalah perwakilan kelompok peternak. Anggota banyak yang pingin ikut, namun kapasitas ruangan tak mencukupi,’’ kata Hasan.
Pengurus koperasi SAE dari kaum hawa, tak kalah sibuk mempersiapkan kunjungan mantan CEO Jawa Pos itu. Pagi-pagi sekali mereka datang ke koperasi untuk memasak makanan.
Walhasil, Menteri BUMN yang datang dalam kondisi sarapan, akhirnya rela menyicipi masakan ibu-ibu. ‘’Saya lihat Pak Menteri lahap sekali, bahkan habis urap-urap banyak,’’ celetuk Hasan sambil terkekeh.
Sayangnya, menurut dia, ibu-ibu merasa menyesal lantaran tak bisa foto bareng bersama suami Nafsiah Dahlan itu. Lantaran, mereka terlalu malu untuk mendatangi menteri kemudian mengajak foto.
‘’Ibu-ibu malu. Saya sendiri sungkan mau ngajak Pak Menteri, wong beliaunya sudah ditunggu ditempat lain,’’ imbuhnya.
Dahlan sendiri dalam dialog bakal memberikan pinjaman sebesar Rp 1 miliar. Asalkan, usulan dari salah satu peternak direalisasikan. Yakni terkait dengan pengawetan rumput untuk mengatasi minimnya pakan pada saat musim kemarau.
Usai Dahlan bertolak dari koperasi SAE, para peternak langsung menelepon Universitas Brawijaya untuk konsultasi.  Hasilnya, gagasan pengawetan rumput bisa dilakukan dengan menyimpan didalam drum tertutup.
Rumput tidak boleh terkena udara hingga nanti dibuka ketika dibutuhkan untuk ternak. ‘’Kami sudah menemukan caranya, jadi tantangan dari Pak Menteri akan kami realisasikan,’’ tandas Hasan. (Bagus Ary Wicaksono)