Rugi Besar,Terpaksa Membuka Usaha Lain

Daging Sapi Langka, Pedagang Bakso Terancam
KELANGKAAN daging sapi di wilayah Malang Raya saat ini, membuat eksistensi para pedagang bakso terancam. Mereka yang mengais rezeki dari berjualan bakso, harus merasakan sulitnya membeli daging sapi di pasaran. Bila adapun, harganya terlampau mahal dan sulit untuk dijangkau oleh mereka.

Keadaan seperti ini  juga sangat dikeluhkan oleh para pedagang bakso di wilayah Kabupaten Malang. Salah satunya adalah Muhammad Soleh, penjual bakso bakar  di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Kepada Malang Post kemarin, dia mengungkapkan terpaksa harus mengurangi jumlah produksi bakso yang dibuat.Dipaparkan, sebelum kelangkaan ini, dirinya dapat memproduksi sebanyak    1.200 biji bakso tiap harinya. Tetapi sekarang dia harus mengurangi  produksi baksonya hingga mencapai 50 persen per hari. Otomatis, membuat omzetnya pun menurun drastis berbeda dari biasanya  
“Untuk sekarang, per harinya saya hanya membuat bakso sebesar 600 biji saja. Pernah suatu hari, saya hanya membuat 350 biji saja. Keadaan ini, tentunya membuat saya rugi besar, belum lagi pembeli pun semakin sepi seperti sekarang ini,“ keluh Sholeh.
Hal senada juga dinyatakan beberapa penjual bakso lain ketika ditemui secara terpisah. Mereka sangat mengkhawatirkan jika hal ini sampai terlarut-larut. Sebab, eksistensi mereka semakin terancam. Terlebih mereka tak mungkin menaikan harga dagangannya.
 “Bakso kami harus dijual dengan harga berapa lagi? Kami hanya berjualan bakso, yang merupakan makanan rakyat. Jadi tak mungkin dijual dengan harga mahal,”  papar mereka penuh keprihatinan.
Hal senada juga disampaikan oleh Sunadji, pedagang bakso keliling yang berada di Kepanjen, Kabupaten Malang. Malahan dia sudah berancang-ancang untuk membuka usaha lainnya, untuk dapat meneruskan kelangsungan hidup beserta keluarganya. Lantaran mahalnya daging sapi di pasaran membuat mereka tidak mampu membelinya.
“Kami sudah tak kuat lagi membeli daging sapi yang harganya terus melambung di pasaran. Saya terpaksa hendak beralih menekuni usaha lainnya, yakni menjadi pedagang buah saja di Pasar Kepanjen,” kata Sunadji.
Pria ramah ini menuturkan bahwa sudah banyak pedagang bakso keliling sepertinya, sudah menutup usahanya dan  terpaksa beralih ke usaha dagang lainnya. “Kami ini hanyalah berjualan bakso keliling, yang tak mempunyai modal sebesar seperti warung bakso yang berada di pinggir jalan. Sudah banyak teman-teman pedagang bakso keliling lainnya yang berada di Kepanjen ini, beralih jualan yang lainnya,” bebernya.
Mereka juga mengeluhkan bahwa sejak Hari Raya Idul Korban  beberapa waktu lalu  lalu, harga daging sapi di pasar terus mengalami kenaikan secara drastis. Mulai dari Rp 69 ribu hingga menembus angka Rp 80 ribu. ’’Yah kami hanya bisa berharap mudah-mudahan kondisi segera normal.Dan kami bisa mencari penghidupan dari berjualan bakso kembali,’’ harap mereka. (binar gumilang)