Di Balik Penyelenggaraan dan Kemeriahan MSC12 (2)

Tak Sekadar Kompetisi, Libatkan Pengamat Model dan Dua Koreografer
M-Teens School Competition 2012 (MSC12) merupakan even tahunan yang sudah memasuki tahun ketiga. Setiap tahun, M-Teens berusaha untuk terus memperbaiki konsep acara demi meningkatkan kualitas kompetisi yang juga wadah ekspresi pelajar di Malang Raya ini.
Tahun ini ada 10 kompetisi yang dilombakan dalam MSC12, cukup banyak dan tentu saja menuntut panitia untuk bekerja lebih keras lagi. Karena itu, sejak tiga bulan lalu, M-Teens sudah menyiapkan konsep acara yang matang, serta perangkat dan SDM yang diperlukan untuk even ini. Salah satunya, sebagai rangkaian awal MSC12, digelar sosialisasi melalui acara M-Teens Goes to School. ”Sebagian besar pelajar SMP dan SMA di Malang Raya sudah mengenal M-Teens melalui rubrik yang setiap hari ada di Malang Post, namun melalui even M-Teens Goes to School, kami mencoba untuk lebih dekat dengan mereka,” kata Dewi Yuhana, penanggung jawab MSC12.
Even M-Teens Goes to School, nyatanya, tidak hanya menjadi ajang sosialisasi namun juga menjadi wadah dalam menjaring bakat-bakat baru, semacam oase dan motivasi bagi para pelajar yang selama ini kurang percaya diri atau enggan untuk mencoba sesuatu yang baru. Penjelasan even yang disampaikan Hana, panggilan akrabnya, mampu menarik minat para pelajar untuk mendaftar sebagai peserta. ”There is always be the first thing for everything, kita tak pernah tahu akan gagal atau sukses sebelum mencoba melaksanakan apa yang kita inginkan termasuk mengikuti kompetisi, yang selama ini mungkin teman-teman (panggilan Hana untuk para pelajar, red) anggap sebagai sebuah yang tak terjangkau dan imposible,” katanya kala itu.
Imbas dari motivasi tersebut, banyak new comer yang berpartisipasi dalam MSC12, termasuk yang berani mencoba untuk mendaftar dalam M-Teens Model Competition. Jika dibuat prosentase, maka 80 persen dari peserta adalah mereka yang belum mempunyai dasar dan pengalaman di dunia model. Menyadari hal ini, panitia tentu harus membuat banyak persiapan, termasuk menyiapkan para peserta untuk dapat -setidaknya- berjalan di atas catwalk dengan baik. Me-make over mereka dari sisi personality, pengetahuan tentang modeling hingga make up.   
 Untuk itu, sebagai langkah awal, panitia MSC12 menggandeng Pimpinan Color Model Inc, Agoeng Sudir Putra menjadi mentor bagi para peserta, mengajari mereka tentang hal-hal dasar yang diperlukan untuk memasuki dunia model. Mendidik mereka tentang etika dan disiplin yang harus dimiliki para model, jika memang ingin menekuni bidang ini secara serius. Sesi kelas modeling bersama Agoeng menjadi langkah awal yang dipersiapkan panitia sebagai modal peserta. Tahapan selanjutnya, panitia menggandeng Pemimpin Gabs Model Agent, Nanang ’Tangting’ Inoransyah dan asistennya Agyl Bagus Herlambang (model profesional) untuk menjadi mentor dan koreografer yang melatih peserta cara jalan yang baik selayaknya model.
”Waduh, pengetahuan peserta tentang modeling benar-benar minim, harus bekerja keras nich,” kata Tangting saat sesi latihan.
Melatih dan mengarahkan 67 anak dalam waktu singkat tentu tidak mudah, terbukti saat penampilan perdana para peserta M-Teens Model, banyak di antara mereka yang lupa koreo atau melakukan kesalahan-kesalahan kecil di atas panggung. Namun kesalahan tersebut terobati saat panitia dan Tangting menambah jadwal latihan dan memperpanjang waktu gladi bersih (GR) pada Sabtu (24/11/12). Para model tersebut bermetamorfosa menjadi sosok cantik jelita nan anggun.
”Wah, benar-benar berbeda ya, mereka seperti model profesional saja. Padahal temanku itu ya baru pertama kali ini lho ikut kompetisi model,” celetuk penonton mengomentari peserta yang mereka kenal.
Menurut Hana, semua persiapan tersebut sengaja dilakukan karena M-Teens tidak ingin sekadar membuat kompetisi tanpa edukasi. ”Kalau hanya mau bikin lomba biasa, kami tentu tidak akan  bersusah payah menyiapkan peserta dan membekali mereka sebegitu banyaknya. Kalau dipikir sich, konsep ini membuat capek panitia dan menambah pekerjaan lho, tapi kami sangat senang jika peserta mendapatkan sesuatu yang lebih dari kompetisi ini. Mereka berubah menjadi lebih baik, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi M-Teens,” urai perempuan asal Tulungagung tersebut.(*/han)