Gelar Konser Tribute to Chrisye, Raih Penghargaan dari DKP

Kebanyakan remaja saat ini menggandrungi boyband dan girlband. Bahkan lebih tertarik pada Gangnam Style. Tetapi, SMPK Kolese Santo Yusup 1 Kota Malang, justru lebih memilih sosok almarhum Chrisye dalam menggelar konser Kosayu Green IV.

Suasana berbeda tampak di SMPK Kosayu Sutomo, sebutan untuk SMPK Kolese Santo Yusup 1, Sabtu (8/12) lalu. Di beberapa sudut sekolah itu, terpasang banner dan poster bergambar salah satu musisi Indonesia legendaries. Chrisye.  Konser Tribute to Chrisye itu adalah rangkaian Kosayu Green IV. Sebuah program untuk lebih mencintai lingkungan.
Memadukan konsep lingkungan dan seni, pertunjukan drama musikal itu, memukau penonton yang hadir. Ratusan siswa dilibatkan dalam konser yang menyanyikan 30 lagu terbaik Chrisye tersebut. Bukan hanya menyanyi, siswa juga mempersembahkan tarian yang memukau.
Uniknya, meski pertunjukan itu adalah konser yang cukup besar, tetapi properti yang digunakan berkonsep ramah lingkungan. Memanfaatkan bahan-bahan daur ulang, siswa-siswa itu begitu kreatif merancang ide-idenya menjadi tata panggung yang unik.
Bukan hanya itu, penampilan siswa juga tak kalah memukau. Mengenakan pakaian bertema hitam dan tata make up yang dilakukan sendiri, siswa terlihat percaya diri menyanyikan lagu-lagu Chrisye. Aransemen yang dipilih-pun juga merupakan hasil kreasi siswa. Ada juga siswa yang sengaja mendandani dirinya dengan body painting bertema lingkungan.
Selain menonjolkan musikalitas siswa, seni peran juga tak mau ketinggalan. Lagu-lagu yang dibawakan dalam konser disemarakkan dengan visualiasasi drama. Sehingga, suasana drama musikal semakin terasa dalam pertunjukan berdurasi sekitar tiga jam itu.
‘’Awalnya saya berpikir kenapa sekolah tidak memilih musisi-musisi yang baru-baru. Apalagi saya tidak terlalu mengenal lagu-lagi Chrisye. Tetapi setelah latihan, lagu-lagu Chrisye bagus-bagus dan mudah dinikmati,’’ ujar Robert Patrick Atmojo, salah satu pemain drama. Siswa kelas 9 ini menuturkan, Chrisye sebagai seorang musisi yang legendaris memiliki semangat yang patut dijadikan motivasi.
‘’Awalnya kami sempat ragu, anak-anak lebih menyukai lagu-lagu Korea. Apalagi jarak masa-masanya Chrisye dengan anak-anak cukup jauh. Ternyata mereka sangat bersemangat untuk terlibat dalam konser ini,’’ kata Herningtyas, Koordinator Acara.
Guru Bahasa Inggris ini menuturkan, pertujukan Tribute to Chrisye itu merupakan gabungan dari semua ekstrakurikuler yang ada di SMPK Kosayu Sutomo. ‘’Semua ekstrakurikuler kami tampilkan. Termasuk pameran fotografi dan lukisan juga kami hadirkan dalam kegiatan Green Kosayu IV ini,’’ katanya.
Lagu-lagu Chrisye yang dinyanyikan dalam konser Sabtu lalu di antaranya adalah Pergilah Kasih, Kala Surya Tenggelam, Anak Jalanan, Kidung, dan Lilin-Lilin Kecil, dan Badai Pasti Berlalu.
‘’Kami memiliki inisiatif untuk mengangkat sosok Chrisye karena memiliki karya yang luar biasa di dunia musik Indonesia. Semangat almarhum ketika masih hidup perlu dicontoh generasi saat ini,’’ ujar Drs. Lindung Ratwiawan Kepala SMPK Kosayu 1.
Dikatakan Lindung, merenungkan kembali semangat Chrisye kepada generasi muda yang lebih banyak tertarik pada budaya K-Pop memiliki tantangan tersendiri.
‘’Awalnya kami ragu, ternyata sambutan anak-anak antusias dengan ide ini. Ketika kami sosialisasikan anak-anak justru sangat bersemangat,’’ ungkapnya kepada Malang Post.
SMPK Kosayu Sutomo tidak hanya menggebrak dengan konser Tribute to Chrisye saja, pekan lalu sekolah yang berada di Jalan Dr. Sutomo ini mendapatkan penghargaan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan karena konsisitensinya dalam bidang lingkungan. Selama tiga tahun berturut-turut, SMPK Kosayu 1 ini menyumbangkan ratusan bibit pohon seperti trambesi dan sengon kepada DKP untuk ditanam di wilayah Kota Malang.
‘’Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah penyadaran kepada semua pihak mengenai lingkungan. Kalau bisa, program-program cinta lingkungan tidak hanya berimbas pada intern sekolah tetapi juga kepada masyarakat luas melalui peduIi dan berbagi,” pungkasnya. (winin maulidya saffanah)