Istri Politisi Melahir Caesar, Ibu – Anak Ulang Tahun yang Sama

Hari Rabu, 12 Desember 2012 (12-12-12) kemarin, banyak dipilih sebagai hari melahirkan massal. Betapa tidak, diprediksi ratusan bayi lahir bersama-sama dalam sehari kemarin. Dua diantaranya, adalah bayi seorang politisi dan bayi yang memiliki tanggal dan bulan yang sama dengan sang ibu.

Raut muka bahagia, tampak dari seorang wanita yang baru melahirkan di RSIA Husada Bunda, kemarin. Meski terlihat masih lemah, wajah sumringah menghiasi Andi Irawati.
Bagaimana tidak, bayi yang dilahirkan, bertepatan tanggal yang cantik ini, 12-12-12. Bukan itu saja, tanggal itu juga bertepatan, dengan hari ulang kelahirannya 12 Desember 1983.
Bayi yang diberi Muhammad Zamzam Al Bukhori itu, lahir di tanggal yang dinantikan banyak orang. ‘’Senang sekali. Tidak menyangka lahir di tanggal ini. Ini menjadi kado terindah bagi saya,’’ kata Andi Irawati.
Ia menuturkan, awalnya dokter memprediksi anak keduanya, lahir 13 Desember. Tapi takdir berkata lain. Bayi mungil itu justru lahir di hari yang dinantikan banyak orang.
‘’Prediksinya tanggal 13 Desember. Tapi waktu Subuh tadi (kemarin, Red.) saya sudah merasakan sakit dan langsung menuju rumah sakit,’’ ujar wanita yang akrab disapa Ira ini.
Ira merasa bersyukur lantaran bayinya lahir lewat proses persalinan yang normal. Sekalipun, banyak orang ‘memaksakan’ bayinya lahir kemarin, agar bisa dapat tanggal cantik.  
‘’Banyak yang operasi Caesar. Tapi justru saya diberi anugrah untuk melahirkan secara normal di tanggal ini,’’ ungkap wanita yang tinggal di kawasan Pisang Candi ini.
Ia menuturkan, sebelumnya ia tidak memiliki firasat apa-apa sebelum melahirkan anak bayi dengan berat 3,5 kg dan tinggi 51 cm ini. Ia merasakan sakit pada pukul 05.00 WIB dan bayi lahir pukul 07.22.
Sedang bagi polisi PKS, Dwi Hari Cahyono, kelahiran putra keempatnya dari rahim sang istri, Dewi Irvani, juga menjadi berkah bagi Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Malang.
Anak yang lahir dengan berat 2,7 kg dan panjang 48 cm itu, hingga kemarin belum diberi nama. Hanya panggilan saja, Naizar. Untuk kepastian nama lengkapnya, akan disampaikan pada aqiqah yang rencananya digelar 7 Januari mendatang.
‘’Ini keberkahan bagi kami sekeluarga. Kami tidak merencanakan akan melahirkan di 12-12-12 ini. Ini merupakan takdir Allah,’’ kata Dwi kepada Malang Post dengan wajah gembira.
Awalnya, dokter memprediksi bayi lahir 13 Desember. Hanya saja, pada 11 Desember kemarin, Dewi Irvani sudah merasakan konstraksi. Selasa (11/12) dilakukan control, ternyata langsung diminta persiapan untuk melahirkan.
Karena ketiga putra-putrinya lahir dengan caesar, putra keempatnya pun dilakukan dengan cara yang sama. Dokter memutuskan untuk dilakukan operasi pada 12-12-12 sekitar jam 11.30 WIB. Tapi, jadwal operasinya diajukan jam 9.30 WIB.
‘’Sekitar jam 10.15 WIB, putra keempat kami dikeluarkan melalui operasi caesar dan baru keluar dari ruang operasi sekitar jam 11.00 WIB. Ini semakin melengkapi kebahagiaan kami sekeluarga,’’ terangnya.
Politisi PKS itu tidak menafsirkan angka 12-12-12 dengan macam-macam. Angka 12-12-12, hanya semakin mempermudah untuk mengingat kelahiran putranya yang keempat.
‘’Dengan angka 12-12-12, memudahkan saya untuk mengingat kelahiran putra saya yang keempat. Hanya itu saja. Bagi saya semua hari baik,’’ ungkapnya bahagia.
Memiliki empat orang putra-putri, tambahnya, merupakan anugerah terindah dalam kehidupannya. Sejak awal pernikahannya, Dwi-Dewi harus berjuang keras untuk mendapatkan momongan.
Hingga usia perkawinan tujuh tahun, belum juga dikarunia buah hati. Baru di tahun kedelapan perkawinannya, Allah memberikan amanah seorang putra. Diberi nama Ghozian M. Al Ghifari yang lahir pada 2002. Pada tahun 2004, lahir kembali putri yang diberi nama Tazkiah Izza Diah Ulhaq. Tahun, 2006, kembali lahir putri cantik Nabil Miqdad.
‘’Untuk menambah anak lagi sepertinya belum bisa. Menurut dokter, karena caesar sangat beresiko kalau sampai lima anak. Biasanya tiga atau empat anak, disesuaikan dengan ketebalan rahim,’’ tambahnya. (winin/muhaimin)