Belajar dari Ayah, Promosikan Batu ke Dunia Internasional

MISS Floral (Puteri Bunga) Kota Batu 2012, sudah terpilih melalui Grand Final di Batos, Jumat (14/12) malam. Pemenang atau perempuan yang berhak menyandang Miss Floral Kota Batu adalah Erenda Irfia Safri. Kodew ini, ternyata juga Duta Wisata Kabupaten Gresik tahun 2007 lalu.

Mata perempuan berjilbab itu tampak bersinar-sinar, ketika sang MC menyebut nama Erenda Irfia Safri menjadi Miss Floral, malam itu. Senyuman langsung menyeruak ketika dia masih berada di atas panggung. Dari raut wajahnya yang berbinar-binar, menandakan Erenda sangat bangga menjadi Miss Floral.
Kebanggaan semakin menjadi ketika dia mendapatkan penyematan mahkota bunga dan slempang, dari Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dan istrinya Dewanti Rumpoko.
Ya, Gresik, kota kelahiran Erenda memang sangat berbeda potensinya dengan Kota Batu. Gresik identik dengan industri besar, sekelas Petrokimia dan Semen Gresik. Sedangkan Batu adalah sentra wisata serta potensi pendukung, termasuk bunga.
Namun perbedaan potensi kedua daerah itulah, yang membantu Erenda memenangkan pemilihan Puteri Bunga. Dia sangat faham potensi bunga di Kota Batu, sehingga sangat enteng menjawab pertanyaan dari dewan juri mengenai bunga.
Menurutnya, Batu memiliki produksi bunga terbesar di tanah air. Ketika semua orang singgah di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu, mereka akan melihat hambaran bunga mawar puluhan hektar. Begitu juga dengan aneka bunga lain, Batu adalah gudangnya. Produksi bunga dari Kota Batu, sudah dijual di pasaran tanah air dan mancanegara.
’’Setelah dinobatkan sebagai Miss Floral, tantangan bagi saya adalah bagaimana semakin mempromosikan Kota Batu, terutama bunga ke pasaran nasional dan internasional. Saya bertekad untuk mempromosikan potensi Kota Batu ini,’’ terang Erenda usai penobatan Miss Floral Kota Batu 2012 kepada Malang Post.
Mahasiswa FIA Universitas Brawijaya Malang ini, sejak kecil sangat suka bunga. Dia sangat pandai merawat bunga. Dia mendapatkan pengetahuan merawat bunga hingga masalah pupuk dari orang tuanya.
Itu karena orang tuanya bekerja pada PT Petrokimia yang dulu bekerja di Gresik dan sekarang bertugas di Riau. ‘’Soal bunga, soal pupuk, saya sangat faham karena orang tua bekerja di Petrokimia,’’ tambahnya.
Jaringan Petrokimia bisa menjadi pintu pertama untuk promosi bunga Kota Batu. Petro memiliki jaringan, termasuk tamu-tamu luar negeri, sehingga mereka bisa ditarik ke Kota Batu. Selain itu, warga Gresik lainya juga bisa ditarik sebagai pengunjung Kota Batu.
Keikutsertaan Erenda ke ajang Miss Floral, juga sekaligus untuk kampanye perempuan berjilbab. Perempuan berjilbab, tetap bisa menjadi peserta pemilihan putri bunga dan even serupa. Terbukti dewan juri tidak mengurangi nilai dan dia bisa menjadi pemenang. (febri setyawan)