Pasangan Suami Istri yang Hilang di Cagar Alam Pulau Sempu

UNTUK kesekian kalinya, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sempu, dilaporkan hilang karena tersesat. Rabu (26/12) lalu, pasangan suami istri, Posma Regenald Panggabean dan Meldiana Martha Timisela, dilaporkan hilang di pulau yang berada di seberang Pantai Sendangbiru. Keduanya yang diketahui warga asli Kota Malang tersebut, diduga tersesat karena salah jalan.

Rumah di Jalan Cakalang 236 C Kelurahan Polowijen – Kecamatan Blimbing ini, Jumat siang kemarin terlihat sepi. Pintu depan ataupun samping, tertutup rapat. Di teras depan rumah bercat abu-abu dengan pagar besi hitam ini, hanya terdapat tiga mobil.
Yakni pick up Daihatsu Zebra warna putih, sedan Toyota Corolla warna putih serta mobil Swift warna biru. Rumah tersebut adalah rumah Jan Timisela, orangtua Meldiana Martha Timisela.
Tak lama setelah bel rumah ditekan beberapa kali, dari pintu samping keluar seorang laki-laki tua dengan rambut beruban. Dia adalah Jan Timisela, ayah Meldiana, sekaligus mertua Posma Regenald Panggabean. ‘’Benar rumah Pak Regenald,’’ tanya Malang Post, kepada Jan Timisela.
Begitu dibenarkan dan mengetahui yang datang adalah Malang Post, Jan Timisela langsung mempersilahkan masuk dan duduk kursi teras di depan rumah. ‘’Di luar saja, soalnya di dalam ada anjing,’’ kata Jan.
Sembari mengeluarkan sebungkus rokok dari saku bajunya, Jan mulai menceritakan tentang peristiwa hilangnya Regenald dan istrinya di Pulau Sempu. Kata pria berusia 78 tahun ini, tujuan ke Pulau Sempu itu, untuk wisata saat liburan panjang.
Regenald dan Meldiana, selama ini tinggal di Jalan Panineungan 4 Panghegar Bandung, tiba di Malang, Sabtu (22/12) lalu. Mereka datang bersama tiga anaknya Redy Panggabean, Anggi serta Anglia dan staf ahlinya dari Korea, Jimmy Lee.  ‘’Mereka datang ke sini (rumah Jalan Cakalang 236 C Malang) untuk merayakan Natal,’’ ujar Jan.
Usai merayakan Natal, Regenald dan istri serta keluarga lainnya, merencanakan pergi ke Pulau Sempu. Mereka ingin mengetahui secara langsung keindahan Pulau Sempu secara nyata. Selama ini, mereka mengaku hanya mendengar dari seseorang.
‘’Sejak masih kuliah dulu, Regenald itu memang memiliki hobi berpetualang dan mendaki gunung. Tidak tahunya hobinya itu ternyata juga disenangi oleh istri serta anak-anaknya. Makanya begitu mau ke Pulau Sempu, mereka bersemangat sekali untuk berangkat,’’ terangnya.
Namun kegembiraan menikmati keindahan Pulau Sempu tersebut, sontak berubah menjadi kegelisahan. Itu setelah Regenald dan istrinya hilang tersesat di Pulau Sempu. Mereka tersesat setelah berpisah dari rombongan dan diduga salah memilih jalan.
‘’Seingat saya sebelum kami berpisah, Regenald sempat mendapat telepon dari seorang temannya. Namun Regenald tiba-tiba memutuskan telpon itu dengan mengatakan sedang di tengah hutan yang kondisi medannya berat karena baru hujan. Setelah itu, kami sudah tidak mengetahui keberadaannya. Ponselnya ketika dihubungi juga tidak aktif lagi,’’ jelasnya.
Selain melaporkan ke aparat kepolisian serta ke BKSDA Pulau Sempu, keluarga juga sempat menanyakan ke seorang paranormal. Dari penerangan paranormal dikatakan kalau Regenald dan istrinya dalam keadaan sehat.
‘’Mereka katanya masih terlihat jalan-jalan di hutan dan di pesisir Pantai Pulau Sempu. Mudah-mudahan saja, mereka bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,’’ harapnya sembari mengatakan akan memberi kabar jika diketemukan. (agung priyo)