Meneropong Tahun 2013 dari Kacamata Paranormal dan Ahli Feng Shui (Habis)

Pemilihan kepala daerah pada 2013 mendatang, masih menjadi perhatian tokoh supranatural. Dua tokoh dari latar belakang berbeda, melihat kondisi yang nyaris sama. Ki Wahyu Widayat meneropong lewat ‘nafas’ Kejawen, dan Bunsu Anton membaca peristiwa mendatang dari Kelenteng Eng An Kiong.

Salah satu agenda besar di Kota Malang, tahun 2013, adalah memilih kepala daerah baru. Dalam kacamata Ki Wahyu Widayat, yang akan menjadi pemimpin Kota Malang nanti, adalah orang yang mendapatkan restu dari seng mbaurekso. ‘’Semua tempat, pasti memiliki penguasa atau mbaurekso. Pemimpin yang mendapat restulah yang akan menang,’’ katanya kepada Malang Post, di padepokan Eyang Panji di kawasan Janti Kota Malang.
Meski demikian, sang calon pemimpin itu, juga diingatkan agar jeli dalam memilih kawan. Artinya, kata dia, harus bisa membaca pihak-pihak yang benar-benar menjadi teman, Bukan pihak yang memanfaatkan kesempatan.
‘’Talenta saja tidak cukup. Restu harus diperoleh jika ingin menjadi pemimpin. Menurut saya, akan ada sekitar sepuluh calon. Tetapi yang memiliki talenta menjadi pemimpin, tak lebih dari tiga,’’ kata pria yang juga pengusaha ini.
Sedang Bunsu Anton menilai, kunci sukses Kota Malang tahun depan, terletak pada sosok walikota yang terpilih. ‘’Walikota yang akan membawa Malang semakin maju, adalah mereka yang tidak tamak, rendah hati dan dekat dengan sang pencipta,’’ tuturnya.
Pemikiran itu berdasar pada sifat ular, yang selalu makan secukupnya, sebelum tidur dan kemudian berganti kulit. Karena tahun 2013, bershio ular air.  
Pemimpin yang tidak tamak dan dekat ke sang pencipta, akan mampu membawa Malang berhijrah atau ganti kulit, menjadi lebih baik.
‘’Kalau dalam kaum muslim, dikenal kata-kata hijrah. Pemimpin yang tidak tamak juga akan membawa dirinya serta Malang hijrah menjadi lebih baik,’’ sebutnya.
Karena itulah, setiap orang di Malang Raya, khususnya di Kota Malang, harus menyikapi peristiwa politik itu dengan bijak. Termasuk banyak yang harus disikapi, untuk menyambut tahun 2013, yang merupakan tahun ganjil. Bahkan Ki Wahyu melihat, imbas pergantian tahun menuju 2013, akan menjangkau hingga tahun 2015.
‘’Keprabon sesaji lampus, dalam Bahasa Indonesia berarti pemerintahan, persembahan, dan kematian. Ketiga hal tersebut pasti membawa berbagai peristiwa penting di tahun depan,’’ ungkapnya.
Di tahun 2013, akan terjadi murconing kamulyaan mijiling ringkih. Artinya akan terjadi hilangnya kemuliaan dan munculnya kesusahan atau kesengsaraan. Manusia sebagai aktor, sehingga kewaspadaan dalam berpikir dan bersikap menjadi kuncinya,’’ kata dia.  
Termasuk untuk mencari kawan, juga harus benar-benar dipilih. Apalagi jika bermitra dalam industri atau bisnis. Bunsu Anton menilai, kunci yang harus dipegang saat bekerjasama dengan pihak lain, adalah memilih mitra yang usianya 4 tahun ke depan. Atau 4 tahun ke belakang dengan diri sendiri.
Jika bertemu dengan mitra yang hitungan usianya diluar 4 tahun ke depan atau ke belakang, disarankan untuk menggunakan bantuan asisten dengan bilangan usia yang cocok.
‘’Misalnya usia saya 10 tahun, untuk bekerjasama paling cocok dengan mereka yang berusia 14 tahun atau 8 tahun. Kalau ketemu diluar hitungan itu, bisa pakai asisten dengan hitung-hitungan yang sama. Kalau yang ini saya sudah membuktikan, saya dan istri saya usianya terpaut 4 ke belakang,’’ ujar Bunsu Anton sambil tersenyum ramah.
Terkait dengan kondisi tahun Ular Air itu sendiri, Bunsu Anton percaya, tahun depan air akan melimpah membasahi seluruh negeri. Sektor agrikultur akan ikut berkembang seperti juga rerumputan yang tumbuh hijau disaat musim hujan.
Dia pun lantas memuji dan mendukung langkah Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dengan program pengadaan 100 ribu  hektar sawah, untuk pengadaan pangan di tahun depan.
Meski banyak menuai cibiran dari berbagai kalangan, namun pemuka agama di Kelenteng Eng An Kiong itu termasuk yang percaya, program kerja itu akan menuai hasil positif dan membuat Indonesia tak lagi bingung mengimpor beras setiap tahunnya.
‘’Program Menteri BUMN Dahlan Iskan itu sangat positif sekali. Kebutuhan pangan bisa di topang dari lokal sendiri. Program itu memang tepat pada tahun ular air,’’ ujarnya yakin.
(Winin Maulidya/Dyah Ayu Pitaloka)