Koperasi Wanita Serba Usaha Setia Budi Wanita Ukir Prestasi (Habis)

35 Tahun sudah Koperasi Wanita (Kopwan) Serba Usaha (SU) Setia Budi Wanita Jawa Timur berkiprah. Kini koperasi yang merayakan ulang tahunnya pada setiap 30 Desember ini, tumbuh menjadi sebuah koperasi yang besar. Bahkan jadi tempat belajar berkoperasi dari berbagai kawasan.

Kantor Kopwan SU ‘Setia Budi Wanita’ Jawa Timur di Jalan Trunojoyo Kota Malang, tak pernah sepi aktifitas. Begitu juga pertemuan rutin kelompok anggotanya tak pernah berhenti.
Padatnya aktifitas tersebut, menunjukan bahwa koperasi yang dipimpin Dra Sri Untari MAP bukanlah koperasi biasa. Koperasi ini tumbuh dengan perkembangan anggotanya yang sangat pesat dan perputaran ekonomi yang sangat tinggi.
Anggotanya berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari ibu rumah tangga, wanita produktif, PNS, pejabat, lurah, anggota dewan, dokter, psikolog, jaksa hingga pensiunan.
’’Koperasi ini terus berkembang. Tumbuh dan tetap pada jati diri koperasi,’’ kata Untari tentang koperasi yang dipimpinnya. Angka pertumbuhan itu sangat nyata. Berdasarkan data terakhir, anggota Kopwan SU ‘Setia Budi Wanita’ Jawa Timur mencapai 6.300 orang. ‘’Mereka tergabung dalam 222 kelompok yang tersebar di tengah masyarakat,’’ terangnya.
Karena pertumbuhan anggota yang pesat, nilai aset yang dimiliki pun tak sedikit. Sekarang, nilai aset yang dimiliki menembus angka Rp 44 miliar. Jumlah ini bakal terus bertambah.
Terus menggeliat, Kopwan SU ‘Setia Budi Wanita’  Jawa Timur segera  memiliki gedung baru yang dibangun diatas lahan sendiri. Yakni di Jalan Raden Intan. Gedung baru yang dibangun terdiri dari tiga lantai.
Pembangunan gedung sendiri ini atas partisipasi anggota. ‘’Partisipasi gedung dari anggota sangat tinggi,’’ kata Untari yang juga ketua Puskowanjati.
Partisipasi anggota berbentuk simpanan wajib partisipasi gedung. Anggota yang ikut dalam simpanan wajib partisipasi gedung mendapat sisa hasil usaha.
Semuanya itu terjadi dengan serta merta. Untari, pengurus dan anggota berjuang bersama  membangun koperasi. Mereka berprinsip bahwa koperasi adalah jati diri perekonomian Indonesia yang bisa mensejahterakan anggota.
‘’Kami juga mengutamakan kebutuhan dan aspirasi anggota dalam berbagai bidang,’’ katanya.
Aktifis koperasi yang juga wakil ketua Komisi B DPRD Kota Malang ini menerapkan manajemen yang transparan, akuntabel dan responsible .
‘’Sehingga ada trust dari anggota yang penuh terhadap segala program koperasi,’’ kata Untari yang sibuk mengurus koperasi, berjuang di gedung dewan dan sedang kuliah doktoral ini.
Agar koperasi tetap mengikuti kemajuan jaman, Untari menerapkan value base cooperative manajemen dalam konteks jati diri koperasi. Dengan demikian, semangat koperasi tak pernah luntur.  
‘’Kami juga konsisten melaksanakan sistem tanggung renteng dengan penuh tanggungjawab, membangun leadhersip  yang melayani,’’ paparnya.  
Sistem tanggung renteng memang berasal dari Koperasi Wanita SU Setia Budi Wanita Jawa Timur. Sistem ini digagas oleh salah seorang pendirinya, Mursia Zaafril Ilyas.
Kini sistem tanggung renteng yang mengutamakan rasa tanggungjawab itu terus berkembang ke berbagai penjuru. Tidak hanya dari luar Jawa saja, dari luar negeri pun studi banding ke Koperasi Wanita SU Setia Budi Wanita, Jawa Timur. (vandri battu)