Belanja Bahan Hanya Rp 15 Ribu, Mampu Kalahkan Mahasiswa

SMK BISA : Dian Permata dan Sherly Violita, tampak bahagia ketika menerima hadiah juara pertama dari Johnsen, Supervisor Promo Honda MPM Malang-Blitar

Pemenang Honda Cooking Contest, Kerja Bareng Malang Post – Honda
Bersaing di antara para senior, tak menjadikan dua gadis yang berasal dari SMKN 3 Malang ini gentar untuk tetap mengikuti Honda Cooking Contest, Minggu (16/12) lalu. Dian Permata dan Sherly Violita, berhasil membuktikan kemampuannya dalam seni mengolah hidangan, yang berhasil membuat juri menyematkan predikat The 1st Winner kepada tim mereka, Pavlova.

Dian, begitu ia biasa disapa, tak bisa lagi menyembunyikan raut bahagia di wajahnya, ketika berkunjung ke ruangan M-Teens Malang Post.
Baginya, kemenangan di Honda Cooking Contest yang diselenggarakan dengan kerja sama dengan Malang Post itu adalah pengalaman pertama dan sangat berkesan sepanjang hidupnya. Maklum, sebelumnya Dian lebih suka memasak untuk konsumsi pribadi. Ia mengaku baru berani mengikuti kompetisi memasak ketika ia sudah berada di kelas XII.
‘’Ternyata usaha keras kami membuahkan hasil yang manis. Dari tiga bahan dasar yang disediakan panitia yakni Tahu, Tempe, dan Apel, kami membuat tiga hidangan. Mulai dari Rolade Tofu Sauce Bolognaise Tempe, Ronde Fantasi, dan Crepes Pepaya Apel Puding, terang Dian kepada Malang Post, kemarin.
Padahal, panitia hanya meminta membuat dua hidangan saja. Main course dan desert. Tapi karena bahan yang mereka miliki banyak, sayang kalau dibuang. Meraka pun memanfaatkannya untuk minuman Ronde Fantasi.
Sebelum benar-benar bertanding di arena lomba, Dian dan Sherly melakukan uji coba. Dipandu guru Tata Boga di sekolahnya. Suasana uji coba, sengaja dibuat semirip mungkin dengan kompetisi sesungguhnya. Mereka ditarget waktu dan harus menghidangkan makanan yang dicicipi oleh ketiga guru mereka yang disulap menjadi juri, kala itu.
‘’Uji cobanya dilakukan dua kali, karena rasa saus bolognaise yang kami buat, kurang pas di lidah. Hal tersebut karena kami membuat bahan dasar sausnya dari pepaya, tomat, dan kaldu udang. Jelas berbeda dengan saus bolognaise yang biasa dijumpai di makanan Eropa,’’ tutur gadis kelahiran 30 Oktober 1994 ini.
Agar orang yang makan tidak terlalu kaget dengan saus buatan mereka, keduanya pada uji coba yang kedua, menambahkan oregano dan tyme yang berhasil membuat rasanya mirip dengan saus bolognaise yang sesungguhnya.
Penggunaan kaldu udang sebagai pengganti daging sapi, dipilih karena harga yang murah, serta proses pengolahan yang  tak memakan waktu lama. Jika daging sapi, memerlukan waktu dua hingga tiga jam untuk mendapatkan kaldu, udang hanya perlu waktu selama lima menit. Aroma dan cita rasa udang yang kuat, juga menjadi bahan pertimbangan keduanya untuk merealisasikan eksperimen mereka.
‘’Percaya atau tidak, kami hanya membeli udang seharga Rp 3 ribu saja. Itu hanya dapat lima ekor. Soalnya kan sayang kalau beli banyak. Takut nggak kepakai. Selain itu, kami juga meminimalisasi pengeluaran. Total biaya yang kami keluarkan untuk membeli bahan dan keperluan ketiga hidangan tersebut, nggak lebih dari Rp 15 ribu,’’ kenang Dian lantas tertawa.
Pada saat kompetisi berlangsung, mereka berhasil menyajikan ketiga hidangan tersebut tepat waktu. Walau Dian mengakui pada saat memasak, waktu berjalan begitu cepat, sehingga tidak semua bahan makanan bisa diolah. Mereka hanya memprioritaskan masing-masing satu porsi hidangan untuk dinilai oleh dewan juri.
‘’Alhamdulillah bisa selesai tepat waktu. Langsung saja kami sajikan kepada dewan juri. Sempet lihat masakan peserta lain yang didominasi oleh mahasiswa. Agak minder juga. Mereka jelas lebih berpengalaman dong,’’ tambahnya.
Tak heran, ketika MC membacakan pemenang kelima sampai kedua dan nama nama mereka tidak dipanggil, Sherley sudah pegang ponsel untuk telpon taksi dan pulang malam itu.
Ternyata, justru nama mereka disebut sebagai pemenang pertama. ‘’Wah seneng bukan main! Sambungan telpon langsung dimatikan dan kita berlari ke panggung untuk menerima penghargaan yang nggak bakal aku lupain,’’ tandas Dian yang sangat mengidolakan Chef Senior Indonesia, Sisca Soetomo. (Kurniatul Hidayah)