Ketika Metro FC Percaya Diri dengan Pemain-pemain Muda

DI kalangan pecinta sepakbola, siapa yang tidak kenal dengan Siswantoro. Pria yang pernah menjadi pemain bintang Arema pada tahun 80-an ini, sekarang menukangi tim Persekam Metro FC dengan merangkul pemain muda belia. Lantas, seperti apa harapannya dengan tim yang mayoritas pemainnya dari Porkab ini?

Dengan pakaian seragam pelatih abu-abu, serta memegang kertas beralaskan papan kecil, Siswantoro terlihat duduk di bangku bench pemain Lapangan Linud 502 Jabung, sore kemarin.
Pandangan kedua matanya terus mengawasi ke tengah lapangan. Melihat permainan anak-anak asuhnya yang sedang bertanding uji coba lawan tim sepakbola Trisula Linud 502 Jabung.
Meski hasil akhir dari uji coba itu, timnya menang telak 17-0, namun pelatih kelahiran 2 Mei 1968 ini, menyambutnya dengan biasa. Kemenangan bukan yang pertama dalam uji coba tersebut. Tetapi kekompakan dan ketahanan fisik yang dilihat dari Agung Yudha dkk, setelah menuntaskan program latihan endurance.
Maklum, komposisi pemain Persekam Metro FC musim ini dengan musim sebelumnya jauh berbeda. Jika musim lalu, Macan Kumbang julukan Persekam Metro FC ini masih memiliki banyak pemain senior. Namun untuk musim kompetisi tahun ini, Metro FC hanya memiliki tiga pemain senior. Yaitu Agung Yudha, Agung Suprayogi dan Setyo Adi Prastowo.
‘’Sedangkan sisa pemain lainnya adalah pemain muda yang sama sekali belum memiliki pengalaman. Usia mereka rata-rata di bawah 23 tahun. Ada pemain yang masih berusia 17 tahun, karena para pemain yang gabung Metro FC di musim ini adalah pemain seleksi dari Porkab Malang,’’ ungkap Siswantoro.
Sekalipun pemainnya didominan pemain muda, namun Siswantoro berusaha semaksimal mungkin untuk bisa tampil eksis di kompetisi Divisi Utama yang mulai bergulir 27 Januari nanti. Mengingat Persekam Metro FC ini sendiri baru terbentuk pada awal Januari lalu.
‘’Maksimal harus ada hasilnya. Kalau juara pasti target semua pelatih, tetapi itu sulit terwujud. Namun jangan sampai Metro FC ini turun kasta. Sekalipun target utama saya adalah memunculkan pemain muda asal daerah yang eksis dan berbakat serta profesional,’’ terang bapak dua anak ini.
Namun dibanding dengan musim sebelumnya, Siswantoro mengaku lebih senang dan leluasa melatih di musim ini. Pasalnya, selain didominasi pemain-pemain muda, Siswantoro bisa lebih mudah mengarahkan pemain.
‘’Hanya persiapan waktu saja yang mungkin kurang bagi saya. Sebab secara teoritis, saya harus menyiapkan pemain mulai dari nol lagi. Selain itu pemain muda juga sama sekali minim pengalaman. Tetapi dengan adanya tiga pemain senior yang masih gabung, bisa memberi motivasi dan semangat serta mengatur pemain muda saat di lapangan atau bertanding,’’ tutur pria berpawakan sedang ini. (agung priyo)