Kiat Headcoach Arema IPL Atasi Kejenuhan Pemain Arema IPL

Beragam cara dilakukan pelatih sepak bola, dalam mengatasi kejenuhan pemainnya. Apalagi ketika jadwal kompetisi belum jelas. Salah satunya dirasakan oleh Arema yang turun di Indonesian Premier League. Pelatih Dejan Antonic, memiliki kiat tersendiri.

Santai dan tidak langsung mengkritik kesalahan pemainnya. Itulah satu sisi gaya kepemimpinan Dejan, selama sekitar sebulan pertama mempersiapkan Noh ‘Along’ Alamsyah dkk, mempersiapkan diri menghadapi kick off IPL.
Menariknya, tidak hanya itu pola atau cara Dejan dalam mengambil hati skuadnya, untuk mengatasi kejenuhan latihan. Selama menggenjot kemampuan pemainnya dengan memberikan latihan fisik dan teknik, pelatih asal Serbia itu selalu menggunakan Bahasa Indonesia, sebagai bahasa percakapan. Meski di skuad ini dihuni pemain asing.
Hal itulah, yang menjadikan sisi positif tersendiri untuk pemain, dalam menterjemahkan keinginan dari ‘nahkoda’ Dejan.
Sebaliknya, dalam merespon setiap kesalahan yang dilakukan pemainnya, pelatih yang sudah dua musim bersama Arema IPL, lebih memilih untuk menggunakan kata-kata kiasan. Itu pun, disampaikan dalam bentuk Bahasa Indonesia dan dengan tetap memberikan senyuman kepada pemain yang disindirnya.
‘’Wah, kamu apa mau saya panggilkan taksi sekarang (dipulangkan),’’ kata Dejan semasa memimpin proses seleksi pemain di Lapangan Agrokusuma-Kota Batu.
Yang cukup menarik dari kepemimpinan pelatih yang membawa Arema IPL berlaga di AFC itu, yakni saat seminggu terakhir menggenjot fisik pemainnya.
Untuk mengatasi kelelahan dan kebosanan pemainnya, pada penghujung sesi latihan. dia menghukum pemainnya dengan melakukan push up 20 kali.
Hukuman itu diberikan, dengan cara taruhan tendangan langsung ke arah gawang dari luar kotak penalti dengan satu penjaga gawang di bawah mistar.
Dari seluruh pemain, akan ditarget berapa bola yang berhasil masuk ke dalam gawang. Jika tidak melebihi target, seluruh pemain harus melakukan push up.
Dan tentu saja, hampir tiap kali ‘taruhan’ itu dijadikan momen terakhir latihan, selama itu pula Noh ‘Along’ Alamsyah harus kalah. Variasi taruhan tendangan langsung ke gawang sendiri, juga beragam.
Salah satunya, dari total pemain yang mengeksekusi, Dejan akan meminta ‘taruhan’ dari lima atau tiga penendang terakhir. Dari jumlah itu, tentu saja pemain harus bisa memasukkan si kulit bundar lebih dari satu bola. Jika gagal, maka kembali pemain harus menerima hukuman dengan melakukan push up.
‘’Kamu tidak percaya dengan teman kamu sendiri ! Wah, payah. Bagaimana ini,’’ tantang Dejan ketika merespon tim asuhannya enggan menerima tantangannya.
Sebenarnya, tidak hanya beberapa sisi positif itu yang seolah membuat fresh setiap latihan yang dijalani oleh pemain Arema IPL. Pada penghujung latihan, Dejan juga memberikan waktu kepada penggawanya untuk diskusi.
Setidaknya, waktu bagi pemain untuk menyampaikan apa yang menjadi uneg-uneg. Dengan sharing itulah, headcoach akan mencarikan solusi seraya menyampaikan langsung kepada manajemen, jika itu memang menyangkut kebijakan manajemen. (sigit rokhmad)