Malang Post

You are here: Features Markas Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti Jadi Jujugan Studi Banding

Markas Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti Jadi Jujugan Studi Banding

Share
Bagi warga sipil, memasuki kawasan militer sangatlah sulit. Bahkan sebagian takut mengunjunginya. Karena pada dasarnya, memasuki kawasan militer, ada prosedur yang harus dilewati. Tapi, itu tak berlaku bagi Markas Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti, Singosari. Malahan markas batalyon yang berisi tank-tank itu, sering digunakan siswa-siswi maupun mahasiswa untuk melakukan kegiatan studi, perkemahan dan outbound.
 
Begitu Malang Post memasuki gerbang depan Markas Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti, langsung disambut dengan hamparan hijau rerumputan yang luas.
Sepanjang pinggiran jalan di kawasan tersebut, tertanam pohon-pohon yang besar serta berdaun lebat, membuat suasana nyaman, tentram, sejuk, damai bagi orang yang merasakannya.
Pantas saja tempat ini menjadi jujugan siswa-siswi, mahasiswa, maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk melakukan kegiatan perkemahan dan outbound.
Tercatat, setiap pekannya Markas Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti, selalu menerima kunjungan dari warga sipil. Seperti dari sekolahan dan universitas dari Malang Raya maupun luar Malang.
‘’Kami sangat welcome dan menerima kunjungan maupun study tour ke markas ini. Tapi dengan catatan, harus mengajukan izin ataupun pemberitahuan dulu sehari sebelumnya, melalui bagian komunikasi dan humas,’’ ujar Letnan Dua (Letda) Dian Irawan, dari satuan Intel Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti, kepada Malang Post kemarin.
Untuk mengajukan izin melakukan kegiatan studi, maupun kunjungan ke tempat itu, sangatlah mudah. Cukup membuat surat permohonan untuk melakukan suatu kegiatan dan selang tiga hari sudah ada jawaban. ‘’Kalau tak ada kegiatan, yang penting biasanya surat jawaban akan keluar secepatnya,’’ kata pria berpangkat perwira pertama ini.
Meski suasana alamnya sangat mendukung untuk dilakukan kegiatan seperti perkemahan dan outbond, yang namanya militer juga tak lepas dari nuansa peralatan senjata. Karena tempat itu merupakan batalyon tank, beberapa jenis tank berjajar di tempat itu. Baik tank yang masih berfungsi, tiruan maupun tank bekas perang jaman revolusi dulu.
Sedangkan tank yang menjadi andalan di Markas Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti adalah AMX-13. AMX-13 adalah sebuah tank buatan Perancis yang diproduksi tahun 1953 sampai tahun 1985.
Tank ini digunakan oleh pasukan Perancis dan diekspor ke 25 negara lainnya. Diperkirakan bahwa total produksi dari keluarga AMX-13 sekitar 7.700, dimana sekitar 3.400 diekspor, dan salah satunya ke Indonesia.
‘’Tank AMX-13 yang kami miliki, buatan Perancis tahun 1958 dan 1962. Total kami memiliki 17 tank jenis itu. Saat ini kondisinya masih bagus,’’ kata Dian sembari menunjukan tank tersebut.
Lebih lanjut dia menjelaskan, ada juga beberapa tank-tank jenis lainnya. Hanya saja, tank yang modern dan memiliki persenjataan lengkap yang dimiliki adalah AMX 13.
Tugas utama Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti itu sendiri adalah pembinaan kesatuan kavaleri tank. Mereka berada dalam lingkup tugas Pussenkav tank (Pusat Kesenjataan Kavaleri) TNI AD.
Batalyon ini juga memiliki tugas untuk mengembangbiakkan kuda militer di lingkungan AD. Selain fungsi kesenjataan kavaleri, diklat dan litbang.
Meski markas ini sangat dekat dengan persenjataan berat, namun hal itu tidak mengurangi anggota TNI yang berada disana, untuk dekat dengan masyarakat. Salah satunya adalah dengan mempersilahkan masyarakat untuk berkunjung dan belajar.
‘’Jadi, masyarakat silakan kalau ingin belajar atau mengetahui bagaimana persenjataan yang kami miliki. Termasuk mengenal tank-tank yang ada. Tentunya, kami juga sering menggelar bakti sosial,’’ tandasnya. (Binar Gumilang)  
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.