Bengak-Bengok di Tribun, Janji Nonton Lagi

BULE AREMANIA : Jessica Simpson  hendak pulang usai nonton Arema kemarin petang.

“Aremania” Australia  Kagum Kreativitas Yuli Sumpil dkk
SORE kemarin, semua mata publik pecinta sepakbola Malang Raya tertuju pada pertandingan Arema Indonesia lawan Persisam Samarinda. Tapi, di tengah-tengah puluhan ribu Aremania yang menyaksikan laga, ada belasan bule Australia yang mengenakan atribut Arema serta ikut bersorak untuk Singo Edan. Siapakah mereka?

Nyanyian kompak Aremania tribun Timur  dipimpin oleh Yuli Sumpil membahana memenuhi Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Meski sore kemarin sempat diguyur hujan deras, suara Aremania tetap bergemuruh dan tetap terdengar hingga tribun seberang. Pertandingan yang berjalan seru membuat atmosfer pertandingan ramai.
Sesekali, gol terjadi. Saat Arema mencetak gol, Aremania yang memadati Kanjuruhan bersorak.Sebaliknya, ketika sang tamu Persisam mencatat gol, Aremania terdiam, beberapa jelas mengumpat. Tapi, bukan hanya Aremania asal Malang Raya saja yang terhanyut atmosfer laga.
Dari tribun VIP, ada belasan sosok bule yang ikut bengak-bengok, menikmati pertandingan Singo Edan yang sore kemarin berhasil menang. Lengkap dengan atribut Aremania dan mengenakan jersey Arema, para bule ini berbaur dengan Aremania yang lain dalam memberi support moral untuk Hendro Siswanto dkk.
Jangan heran. Bule-bule tersebut adalah mahasiswa dari Deakin University, Melbourne Australia. Mereka datang sebagai mahasiswa pertukaran di Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki, Malang yang tengah belajar bahasa dan budaya Indonesia dalam short course In Country Programme. Mereka datang ke Stadion Kanjuruhan, memakai atribut Aremania, serta menjadi suporter dadakan bagi Arema, untuk memahami Arema sebagai representasi sub kultur Malang.
Demi merasakan sendiri seperti apa karakter dan budaya orang Malang, sekitar 15 mahasiswa Deakin itu langsung terjun dalam kerumunan suporter Arema yang notabene adalah Arek-Arek Malang. Para mahasiswa ini menganggap, nonton pertandingan Arema merupakan cara paling cepat untuk memahami budaya Malang.
Yang membanggakan, warga negeri Kangguru itu sangat menghayati, bahkan menganggap atmosfer laga Arema sangat menyenangkan. “Yeah, we came from Australia, we come here to learn about Indonesia (Kami datang dari Australia, kami kesini untuk belajar tentang Indonesia,red),” tutur Emma Heyz ketika berbincang dengan Malang Post, malam tadi.
“Yeah, asyik, we like watching Arema (Kami suka nonton Arema,red),” ujar Jessica Simpson, salah satu mahasiswi Deakin ketika diwawancara. Keasyikan itu jelas dirasakan, khususnya karena melihat kreativitas yang dipamerkan oleh Aremania dalam bergerak kompak, menari dan bernyanyi demi kemenangan Arema.
Sambil memperlihatkan atribut syal Arema, Jessica bersama kawan-kawan mahasiswa Australia lainnya ingin merasakan lagi atmosfer mengasyikkan di Stadion Kanjuruhan, kala Arema berlaga. “Lagi, lagi, we want to see Arema again, it was fun,(Kami ingin melihat Arema lagi, tadi sangat menyenangkan,red),” tutur Jessica.
Salah seorang pemandu para mahasiswa asing, Alfian, memaparkan, para warga negara Australia itu memang datang ke Malang sebagai bagian dari program belajar tentang bahasa dan budaya Indonesia. Arema dipilih karena selain untuk hiburan, juga menjadi metode belajar paling efektif tentang Malang.
“Mereka datang kesini untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia. Karena mereka di Malang, jelas harus diperkenalkan pada representasi budaya Malang, yakni Arema,” ujar Alfian. Mahasiswa jurusan PBA UIN Maliki itu menyebut, para mahasiswa akan berada di Malang selama dua bulan demi mempelajari bahasa dan budaya Malang. Alfian menyebut, mungkin, kehadiran para mahasiswa asing ke pertandingan Arema itu bakal menabur benih jiwa Aremania baru, bukan hanya di Indonesia saja, tapi hingga level internasional.(fino yudistira)