‘’Pegang Mangkok Kacang Hijau, Beliau Tiba-tiba Terjatuh’’

BERANGKAT : Jenazah AKP Herman Cahyana diberangkatkan menuju TPU Karate Ngaglik, kemarin. Inset: almarhum semasa hidupnya.

Usai Olahraga,Kasat Intelkam Polres Batu Meninggal
KORPS Polres Batu berduka, hari Sabtu (9/2) kemarin. Kasat Intelkam, AKP Herman Cahyana meninggal secara mendadak setelah melakukan olah raga pagi lingkungan Mapolres Batu. Di duga, warga Jalan Terusan Kasiman Kota Batu ini menghembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung.
Rumah dengan pagar warna cokelat mulai nampak ramai sejak pukul 10.00 pagi kemarin. Sebuah tenda segera didirikan di jalan kampung depan rumah tersebut. Tidak berapa lama, puluhan hingga ratusan polisi berdatangan ke rumah itu.
Tidak hanya itu, beberapa tokoh penting Kota Batu, seperti Suhadi (Wakil Ketua DPRD) hadir di lokasi itu. Ketua PCNU, KH Hasyim Siradjudin, Direktur PDAM Zainul Arifin, serta beberapa tokoh sipil dan kepolisian hadir di rumah duka yang juga berdekatan dengan rumah Suhadi.
Mereka tidak ada yang menyangka jika Herman bakal meninggalkan Kota Batu untuk selama-lamanya. Mereka masih terkenang kebersamaan dengan bapak dua anak tersebut dalam berbagai kegiatan. Malahan, sebelum menghembuskan nafas terakhir, tidak ada tanda-tanda jika Herman sakit hingga meninggal.
‘’Kami sangat kaget ketika mendapatkan kabar beliau sudah meninggal. Kami lihat, tadi pagi masih sama-sama olah raga di Polres, namun sekarang (kemarin,red) sudah tidak ada,’’ terang salah satu anggota Polres Batu kepada Malang Post.
Beberapa rekan dan anggota Polres sempat melihat, pria kelahiran tahun 1966 tersebut agak pucat ketika memasuki Mapolres. Waktu itu, sebenarnya ada anggota yang menyarankan Herman istirahat sehingga tidak mengikuti olah raga.
Namun Kasat Intel itu tetap mengikuti lari-lari kecil di lapangan Markas Polisi yang berada di Jalan Hasanudin Kecamatan Junrejo ini. Usai lari, dia hendak menikmati semangkok kacang hijau yang disediakan pihak Polres. ‘’Ketika memegang mangkok isi kacang hijau itu, beliau tiba-tiba terjatuh tidak sadarkan diri,’’ tambah salah satu anggota.
Secepatnya, anggota Polres Batu membawa Herman ke UGD RS Baptis. Tidak lama kemudian, anggota mendapatkan kabar jika Herman sudah meninggal dunia. Merekapun segera menghubungi pihak keluarga dan melakukan persiapan-persiapan di rumah duka.
‘’Awalnya, kami mendapatkan kabar jika Pak Herman mengalami kecelakaan. Setelah ada polisi ke sini (rumah duka,red), kami baru mengerti jika Pak Herman sudah meninggal usai melakukan olah raga,’’ tegas Nanik, salah satu tetangga korban.
Dia melihat sosok, pria yang semula berdinas di Surabaya dan keluarganya adalah, sosok baik di masyarakat. Meski Herman adalah seorang perwira kepolisian, dia tidak mau pamer ketika bergaul dengan masyarakat sekitar. Mereka juga bergaul dan melakukan kegiatan seperti warga lainya.
‘’Bu Suratih,istri Herman adalah guru TK di Dusun Dresel Desa Oro-Oro Ombo. Ibu baru pulang rekreasi dari Bali, dan pulangnya, kami diberikan oleh-oleh berupa buah salak. Jadi, saling memberi sesuatu sudah biasa kami lakukan dengan keluarga Pak Herman,’’ tegasnya.
Nanik juga mendapatkan cerita  dari Suratih, pada detik-detik menjelang meninggal. Malam hari sebelum kejadian, Herman nampak membetulkan panci di dapur. Sosok Polisi tersebut terus meminta istrinya menunggu di dapur hingga pembetulan panci selesai. Hal itu di luar kebiasaan karena pria kelahiran Blitar itu tidak pernah meminta istri menungguinya. ‘’Pak Herman suka mancing. Panci tersebut dibetulkan untuk keperluan memancing,’’ kenang perempuan setengah baya ini.
Masih malam hari sebelum kejadian, Nanik juga mendapatkan cerita jika Ratih sempat tidur di sebuah kursi rumahnya. Sewaktu tidur, salah satu kaki ibu dua anak itu terjatuh dan Hermanlah yang membetulkan kembali ke atas kursi sambil mencium keningnya. Samar-samar, Ratih mendengar kata-kata dari suaminya, kapan lagi mencium istriku.
Sementara pagi sebelum kejadian, Nanik masih melihat pria tersebut mengantar akan keduanya, Evelin Cahyana ke tempat belajar SMP 2 Batu menggunakan mobil. Hal itu juga di luar kebiasaan karena biasanya, Ratih yang mengantar Evelin menggunakan motor.
Arok Sujarwo, pengurus Aliansi Paguyuban Mikrolet Penumpang Umum (APMPU) Kota Batu sangat mengenal sosok Herman. Pihaknya selalu koordinasi dengan Kasat Intelkam tersebut ketika ada masalah mengenai terminal maupun angkutan di Batu. Dia juga sangat paham ketika anggota kepolisian itu memiliki hobi memancing.
‘’Kalau mancing tidak sendirian, tetapi bersama dengan komunitasnya. Biasanya, Pak Herman memancing di Bendungan Selorejo, Ngantang mulai malam hingga pagi. Anggota komunitasnya juga banyak datang ke rumah duka,’’ tegas Arok.
Sementara itu dr Aris Munandar, salah satu ahli penyakit dalam RS Baptis menyebutkan, pihaknya belum mendapatkan konsultasi mengenai pasien yang dibawa ke rumah sakit tersebut. Ketika belum ada konsultasi, bisa saja pasien dalam penanganan UGD atau sudah meninggal ketika tiba di RS.
AKP Herman dimakamkan di TPU Karate Kelurahan Ngaglik dengan iringan upacara kepolisian. Upacara didahului dengan penyerahan jenazah oleh pihak keluarga diterima oleh Kompol Sony Irawan, Waka Polres Batu. Selamat jalan AKP Herman…...(febri setiawan)