Jelang Hari Valentine, Petani Bunga di Batu Kebanjiran Order

Romantisme Valentine menjadi berkah tersendiri bagi para petani mawar Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Mawar yang identik dengan cinta tersebut diburu oleh florist dari Pulau Dewata untuk hadiah valentine. Satu florist di Pulau Bali bahkan bisa memesan mawar hingga 7000 tangkai pada awal Februari.

Gunungsari merupakan sentra bunga mawar di Kota Batu dengan luasan lahan mencapai sekitar 127 hektare. Petani Gunungsari biasa memasok mawar ke Surabaya, Pulau Bali, Jawa Tengah hingga Jakarta. Namun khusus edisi valentine tahun 2013 ini, baru florist dari Denpasar yang memesan mawar di luar abonemen.
“Kami memiliki abonemen dengan kota-kota itu, mereka membeli dengan harga tetap,” ungkap H. Sulkhan Ketua Kelompok Tani Mekarsari Gunungsari kepada Malang Post.
Khusus pulau Bali, mereka abonemen sekitar 30.000 tangkai bunga mawar dalam satu kali kiriman. Biasanya florist di Denpasar mendapat kiriman bunga seminggu tiga kali. Abonemen khusus edisi valentine kali ini tetap berjalan bahkan ada pesanan di luar kontrak.“Abonemen menjadi kewajiban kami untuk mengirim, kalau ada stok lagi yang mereka minta berarti diluar harga abonemen,” jelas dia.
Untuk harga abonemen, mulai dari Rp 350 sampai dengan Rp 500 dan tetap stabil harganya. Adapun diluar abonemen biasanya  dihargai sesuai dengan kondisi pasar. Khusus valentine kali ini, pihaknya mematok harga sekitar Rp 2.500 per tangkai.“Khusus untuk Denpasar, ini di satu florist saja saya terima pesanan sekitar 7000 tangkai diluar abonemen,” imbuh Sulkhan.
Disana per tangkai mawar dihargai sekitar Rp 5000 sampai dengan Rp 7000. Sebab, harga itu sudah termasuk pita edisi valentine. Menurut Sulkhan, selain dirinya banyak petani Gunungsari yang juga mendapat order diluar abonemen.
“Entah kenapa yang pesan diluar abonemen baru dari Bali yakni Florist di Viara (kawasan pasar Bunga,red) Denpasar,” ungkap dia.
Padahal, tahun lalu, permintaan mawar dari Rawa Belong Jakarta, Pasar Bunga Kayun Surabaya  sampai Jawa Tengah juga ramai. Namun sampai H-4 Valentine ini, pihaknya belum mendapat telepon dari kota lain. Pihaknya sendiri saat ini fokus melayani pulau dewata saja dirinya dengan menyiapkan dua jenis mawar.
“Untuk Bali kami hanya siapkan mawar merah hati dan mawar merah muda, sebab disana hanya meminta dua jenis mawar itu,” ujar dia.
Untuk edisi valentine kali ini para petani mawar Gunungsari cukup tertolong dengan cuaca. Meski sempat terhambat pada bulan Januari, namun mendekati bulan Februari intensitas hujan mulai menurun. Untuk edisi valentine ini, harga mawar yang biasanya sekitar Rp 600 – Rp 1000/tangkai sekarang  naik menjadi Rp 2000/tangkai dan valentine mencapai Rp 3000/tangkai.
“Asal hujan tidak terlalu sering maka bunga mawar bisa merekah dengan baik,” ungkapnya.
Bulan Januari lalu, tanaman mawar banyak yang membusuk akibat intensitas hujan yang tinggi. Mawar terkena cendawan serta krip sejenis kutu kecil yang tumbuh di daun. Sekiatr 40 persen petani lolos dari cendawan itu dan bisa panen untuk edisi valentine.“Yang salah kasih dosis obat yang gagal panen,” tandasnya.
Akhir bulan Januari lalu, sejumlah petani mawar di Gunungsari sempat mengeluhkan cuaca yang tak bersahabat. Muhammad Bukhori salah satu petani mengatakan hujan dan angin kencang sempat membuat kuncup rusak. Bahkan  pohon maupun bunga yang sudah mekar juga ikut rusak.
Hal itu juga dibenarkan oleh Pandi petani lain yang mengeluh pihaknya sempat panen dini. Padahal, seharusnya stok yang ada bisa dipakai untuk memenuhi permintaan valentine. Meski cuaca sempat memburuk, menjelang valentine sebagian petani mawar Gunungsari masih sempat meraih untung.(Bagus Ary Wicaksono)