Akomodir Seniman, Gratiskan Gedung Gajayana

MALANG – Ini adalah kabar gembira bagi para seniman Kota Malang. Gedung kesenian Gajayana  di Jalan Nusakambangan kini digartiskan untuk berbagai kegiatan seni yang digelar oleh para seniman. Kebijakan ini untuk melestarikan seni budaya dan menarik kunjungan wisatawan.
“Tempat ini menjadi tempat festival kesenian dan kegiatan-kegiatan seni  oleh para seniman. Bisa digunakan secara gratis sepanjang itu untuk kegiatan seni,” jelas Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Wahyuni, kemarin.
Ditambahkan, gedung kesenian Gajayana bersifat terbuka untuk berbagai kegiatan seni seperti seni lukis, seni tari, seni rupa teater. “Prinsipnya, gratis digunakan untuk berbagai kegiatan berkesenian,’’ tegasnya.
Namun demikian, Ida Ayu mengingatkan agar pengguna gedung kesenian Gajayana menjaga  kebersihan dan keamanan tempat. Pihaknya kini sudah siagakan dua petugas kebersihan dan seorang petugas keamanan.
Program menggratiskan gedung kesenian Gajayana untuk kegiatan seni itu mulai diberlakukan sejak bulan Januari lalu. Hal ini menyusul beralihnya pengelola gedung tersebut dari Bagian Umum Pemkot Malang kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Ida Ayu berharap dengan menggratiskan penggunaan gedung kesenian Gajayana dapat menggairahkan dunia seni di kota pendidikan ini.  Kegiatan para seniman pun semakin terakomodir.
Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang pun bisa menikmati kegiatan seni budaya di tempat yang representatif dan nyaman.  Dengan demikian, bisa menarik minat kunjungan wisatawan dan membuat wisatawan betah berlibur di Kota Malang.
Sejumlah kegiatan seni budaya pun siap digelar tahun ini di gedung kesenian Gajayana. Diantaranya festival Topeng Malangan, festival Jaran Kepang dan berbagai kegiatan lainnya.
Sementara itu Festival Tari Beskalan sudah digelar di gedung kesenian Gajayana, Minggu kemarin. 30 peserta dari 10 sanggar tari tampil dalam babak penyisihan. Rencananya babak final diadakan pada 23 Februari depan. (van/nug)