Menjual Potensi Jatim di Swiss, Negeri Para Miliader Dunia (Habis)

KEBIJAKAN Pemprov Jatim, membidik Swiss sebagai negara tujuan menjual potensi, ternyata tidak salah. Negara yang dibagi 26 kanton (wilayah) ini, tingkat ekonominya cukup tinggi. Berikut catatan wartawan Malang Post, Hary Santoso dari arena Muba Trade Fair 2013 Basel, Swiss.

Bukti hidup berkecukupan dari masyarakat Swiss, setidaknya bisa dilihat dari animo mereka mengunjungi pameran yang digelar mulai 22 Pebruari-3 Maret ini. Buktinya, meski setiap hari turun salju, dengan suhu minus 5 derajat, tetap saja arena pameran seluas 75.000 M2 ini tidak pernah sepi.
Ribuan warga Swiss dari berbagai kanton, selalu berjubel membeli tiket tanda masuk menuju Exhibition Centre Basel (Messe Bassel), Basel, Swiss. Padahal tiket masuknya 15 CFH atau sekitar Rp 170 ribu/orang sekali masuk. Lahan pameran yang dibagi dalam tiga lantai ini, mulai 10.00 hingga 17.00 waktu Swiss, tidak pernah kosong.
‘’Ini bukti kalau Swiss layak jadi sasaran tembak Jatim. Makanya seluruh potensi kita usung ke sini. Bandingkan kalau pameran di Indonesia. Di sini meski tiketnya mahal dan hujan salju, tetap saja masyarakatnya datang dan transaksi dengan peserta pameran,’’ ungkap Hadi Prasetyo, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jatim.
Hubungan Provinsi Jatim dan Swiss, sebenarnya bukan tidak pernah ada. Artinya, Jatim masuk di Muba Fair bukan ingin merintis investor Swiss agar masuk Indonesia, khususnya Jatim. Tetapi, beberapa perusahaan besar asal Swiss sudah ada yang investasi di Jatim. Misalnya, PT Nestle Indonesia sebagai anak perusahaan Nestle SA yang berkantor pusat di Vevey, Swiss.
‘’Kalau perusahaan sekelas Nestle mau masuk Jatim dengan investasi miliran rupiah, logikanya akan banyak lagi perusahaan besar di sini yang bisa diajak investasi di Jatim. Misalnya yang akan direalisasi di Malang yaitu pabrik pengolah limbah,’’ ujar Pras.
Tentunya upaya ini segera terwujud. Karena itu Pemprov Jatim tidak hanya sekadar ikut andil dalam Muba Trade Fair saja. Agar informasi tentang potensi Jatim bisa dikenali secara mendetail, pemprov Jatim juga menggelar seminar dengan menghadirkan para calon investor di Swiss.
Seminar digelar di hotel yang bersebelah dengan Muba Exhibition yaitu Ramada Hotel, dengan Keynote speaker Gubernur Jatim Soekarwo.
‘’Kalau hanya pameran transaksi yang terjadi sifatnya belum tentu berlanjut. Tapi kalau dijelaskan seluruh keunggulan Jatim dalam seminar tentu hasilnya akan lain,’’ kata Pras meyakinkan.
Swiss memang bukan satu-satunya negara yang dituju Pemprov Jatim. Karena jarak antara Swiss dan Perancis hanya terpaut tiga jam perjalanan kereta. Negeri fesyen terkenal di dunia itu juga akan dikunjungi. Bahkan, hari ini, akan dilakukan paparan bisnis dengan perwakilan bisnis di Paris yang langsung dipandu Asisten II.
‘’Peluang seperti ini tidak gampang. Selain harus bisa memberikan keyakinan penuh, kita juga harus pandai-pandai menawarkan dagangan. Makanya, kita sangat berterima kasih sekali dengan Kementerian Perdagangan dan KBRI di Swiss karena kita dipilih sebagai provinsi satu-satunya dalam kegiatan bisnis di Swiss,’’ kata Pras didampingi beberapa pejabat eselon II yang terkait kegiatan bisnis dan investasi.
Sementara itu dari data yang dikumpulkan menunjukkan, kegiatan pameran dan seminar di Swiss dan Perancis ini, setidaknya membutuhkan biaya kisaran Rp 5 miliar. Jika dihitung dengan feet back-nya maka anggaran sebesar itu tidaklah seberapa. Karena investasi yang terjaring nilainya ratusan kali biaya yang dikeluarkan.
‘’Kalau mau mengerti, sebenarnya biaya itu kembalinya juga ke masyarakat Jatim. Kenapa, karena dengan masuknya investasi ke Jatim lapangan kerja tercipta dan pengangguran terserap didalamnya,’’ pungkasnya meyakinkan. (***)