Boomerang Kenalkan Album Reboisasi Lewat Malang Post

Lama tidak muncul, grup band Rock papan atas, Boomerang, hadir kembali dengan album terbaru. Reboisasi. Mereka pun berkunjung ke Malang Post, agar album itu dikenal Boomers, fans mereka dan pecinta musik lain di Malang Raya.

Roy Jeconiah, memang mundur dari keanggotaan Boomerang. Tetapi band tersebut, tetap eksis dengan satu personil yang tergolong baru. Tommy.
Kali ini, rangkaian promo Boomerang dengan tiga personil baru Farid, Hendry dan Tommy di Malang, menuju ke radio Tidar Sakti, Pro 2 dan MFM. Tapi khusus media cetak, mereka memilih hanya ke Malang Post.
‘’Pagi tadi (Minggu pagi, Red.) sudah mampir ke tiga staisun radio di Malang. Tidar Sakti, Pro 2 dan MFM. Media cetak, kami hanya ke Malang Post,’’ ujar Farid salah satu personil Boomerang, grup band yang berdiri 1994.
Album Reboisasi, dikenalkan sejak akhir 2012 lalu. Diakui mereka, belum terlalu familiar di masyarakat. Terlebih dengan konsep yang baru, live record, sehingga mendengarnya harus satu kesatuan yang utuh.
‘’Antara satu lagu sampai lagu ke delapan, ceritanya seperti bersambung. Konsep mengenai alam, sesuai title albumnya,’’ lanjut personil yang kini berdomisili di Pamulang tersebut.
Dalam album itu, ada delapan lagu. Nol, Dalam Hening, Tetap Berdiri, Menggapai Harapan, Embun Pagi, and The Story Begin, tertawa Lepas dan Buang Raguku.
‘’Ya, tidak bisa memilih salah satu lagu untuk didengarkan. Harus dari pertama. Ini juga membuat lagu susah dibajak dan beredar di media online. Spacenya pasti besar,’’ lanjut personil berambut gondrong tersebut.
Personil meyakinkan kepada Malang Post, Kota Malang dipilih untuk dikunjungi dalam rangka pengenalan album, karena mereka yakin, musik rock masih kuat dan digemari.
‘’Malang masih kategori kuat penggemar aliran rocknya. Kami juga masih ingat konser musik di Malang dulu. Masih di area Pulosari. Masih teringat kuat tentang luar biasanya boomers juga penggemar musik di Malang,’’ ujar Hendry, yang mulai album ini didapuk menjadi vokalis Boomerang.
Butuh waktu dua tahun bagi Boomerang, untuk menyelesaikan Reboisasi. Salah satu penyebabnya, ketiga personel Boomerang, tinggal di tiga tempat berbeda. Pamulang (Farid), Surabaya (Tommy) dan Manado (Hendry). Diskusi sering dilakukan lewat chatting, webcam atau telepon. ‘’Suatu saat ketemu, baru digabungkan,’’ papar Farid.
Pertemuan pun digelar di Surabaya. Alasannya, biar adil. Itu pun setelah hubungan jarak jauh dilakukan selama sepuluh bulan. Untuk urusan logistik selama pembuatan album, diserahkan ke Tommy.
Apalagi, Tommy juga jago memainkan melodi. Termasuk mixing. Setiap lirik dan not lagu yang dihasilkan ketiga personil, Tommy lah yang menggabungkan ketiganya, agar lebih bisa didengarkan menjadi satu kesatuan. ‘’Beruntung diberi personil luar biasa seperti dia,’’ tegas Farid.
Cerita lagu pun mulai diutarakan. Ditambah mengenai pemilihan nama Reboisasi dan yang dipercayakan kepada RMV Records, suatu kerjasama baru bagi grup band Boomerang. Sebuah cerita dan petualangan baru, bagi grup band yang salah satu lagunya berjudul Pelangi tersebut, untuk menarik hati penggemarnya. Lembaran baru pun dimulai.
‘’Sebuah lembaran baru bagi kami. Setelah Roy resign, rumah kami kosong. Tidak ada yang menempati. Entah jadi apa modelnya dan tidak terawat. Apalagi, rumah kami yang megah telah diekspos di dunia musik tanah air selama 16 tahun berkiprah. Jadi, ketika kami melihat rumah mulai usang, dibutuhkan suatu penyegaran. Yang tidak terawat tersebut, memerlukan perhatian pemiliknya. Ya saat itu kami bertiga. Ditambah pula caci maki Boomers yang membuat kami sadar. Dan semua harus dimulai lagi,’’ papar Farid dalam sebuah perumpamaan.
Mulai dari awal atau titik nol, dalam keheningan membuat lagu agar tetap berdiri. Seperti judul-judul lagu dalam album. Untuk menggapai harapan dalam penyegaran ini, Boomerang bersahabat dengan alam. Alam membantu ketika inspirasi kadang terhenti.
‘’Suatu misal, ketika kami asik membuat lagu, ternyata kebuntuan terjadi. Tiba-tiba hujan turun, jadilah sebuah lirik. Atau ketika saya berada di Manado, karena depan dan belakang rumah saya alam bebas. Gunung dan pantai. Unsur alam semakin kuat dalam album ini,’’ tegas Hendry mengenai isi lirik dalam album Reboisasi.
Memang, Hendry dan Farid lebih banyak bercerita. Sedang Tommy lebih mendukung pernyataan keduanya. Mungkin karena dua personil tersebut paham akan seluk beluk Boomerang dibanding Tommy.
Namun tetap terlihat personil tersebut akrab ketika berbincang di kantor Malang Post, dengan joke-joke kecil yang membuat suasana lebih ramai.
Seluruh personil berharap, Malang tetap mendukung tentang keberadaan Boomerang. ‘’S ecepatnya kami ingin menggelar konser di Malang. Berharap dukungan akan kehadiran kami kembali di dunia musik rock tanah air. Memasyaratkan aliran rock jauh lebih sulit dibanding genre pop yang tengah hanya butuh waktu tiga bulan untuk digemari,’’ jelas Hendry mengenai harapan ke depan untuk album baru Boomerang.
Sebelum mereka pamit, seluruh personil menyempatkan berfoto bersama awak Malang Post. Ditambah beberapa crew lain yang mendukung kedatangan Boomerang di kota Malang dan persiapan manggung di Surabaya. Welcome back Boomerang. Semoga sukses. (Stenly Rehardson)