Diilhami Pramuka dan Dahlan Iskan, Kini Punya 310 Franchise

Setelah 12 tahun jadi staf tata usaha (TU) di sebuah SMP negeri di Kabupaten Malang, Eko Juni Wahyudi, kini menjadi pengusaha muda yang sukses. Dari bergaji Rp 60 ribu perbulan, kini menjadi pengusaha beromzet ratusan juta rupiah perbulan. Kesuksesan ini diraihnya setelah ia yakin, harus berwiraswasta dan melepas jatah pegawai negeri sipilnya.

Sosoknya kalem dan sederhana. Namun bicaranya lugas, tegas dan penuh optimisme. Maklum saja, CEO dan Founder Enbira Group ini, adalah sosok yang lekat dengan organisasi Pramuka.
Sejak masih SMP di SMPN 1 Pakis, ia sudah mengikuti organisasi Pramuka. Pada saat bekerja di SMPN 1 Tumpang sebagai staf TU, ia juga dipercaya menjadi pembina Pramuka hingga meraih penghargaan Lencana Pancawarsa 1 dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2008.
‘’Pramuka membuat saya kuat. Pramuka telah menempa saya sehingga mencapai posisi seperti sekarang ini,’’ ungkapnya.
Waktu itu, formulir K1 untuk pengangkatan PNS sudah ditangannya. Tapi tekadnya sudah bulat. Dia harus berwirausaha. Apalagi spirit wirausaha, sudah tertanam didada alumnus SMKN 1 Singosari itu. Namun keinginannya sempat terabaikan, saat ia harus berjuang bersama ibunya yang single parent setelah sang ayah yang seorang TNI meninggal dunia.
Eko yang hanya lulusan SMK, tak pernah belajar bagaimana meracik minuman yang enak. Pengalamannya bersentuhan dengan dunia dapur, ia peroleh saat aktif dalam organisasi Pramuka.
Dengan sentuhan riset, trial and error ia pun berhasil meracik segelas minuman segar pelepas dahaga, bernama Roobeans Float Shake. Tahun 2010, bermodalkan Rp 5 juta, bapak dua putra ini pun memulai usahanya dengan membuka booth di sejumlah mall di Kota Malang.
Sambutan positif pasar, membuat semangat pria yang kini menjadi dosen di STIE Indonesia ini, membumbung tinggi. Meski saat itu muncul beragam produk pesaingnya, namun ia tak patah arang. Inovasi varian produk pun ia lakukan untuk menggaet pasar waralaba.
Olahan milkshake yang sudah melewati trial and eror itu dipelajarinya secara otodidak. Sekali lagi, Pramuka mengajarinya biasa berada di dapur.
’’Waktu itu saya lihat kopi dan teh sudah penuh dengan brand. Saya mencoba riset dan tercetuslah ide membuat milkshake,’’ katanya.
Bisnis yang baru dikembangkan pada 2010 itu kini sudah berkembang di seluruh kota. Mulai Aceh sampai Papua. Total ada 310 franchise se Indonesia kini dimilikinya. Perusahaan Enbira Group berada di kawasan Pakis Kabupaten Malang.
Sejumlah penghargaan yang diterima diantaranya Citra Pengusaha Franchise atau Waralaba berprestasi Indonesia 2011 dari Profesi Award, The Most Favorite Product of The Year dari Indonesian Greates Business Creative Award 2012, Leading Companies With Excellent Branding of The Year 2012 dari Inspiring Business Variety Award 2012. Sedikitnya ada 10 penghargaan yang dikantonginya saat ini.
Saat ini ia mendesain perusahaannya menjadi holding company yang membawahi aneka usaha di bidang food and beverage.
CV Inti Sukses Pratama adalah perusahaan yang bergerak di bidang minuman dengan menggunakan sistem bisnis waralaba tergabung dalam kuliner Enbira yang merupakan salah satu lini usaha dari Enbira Group. Perusahaan ini didirikan berdasarkan akta notaris nomor 6 tanggal 9 Desember 2010.
Sejumlah motivator menguatkan semangatnya untuk menjadi pengusaha. Termasuk sosok menteri BUMN Dahlan Iskan dengan manufactoring hope nya, menjadi inspirasinya untuk terus berkembang. Bahwa sukses itu, tidak instan dan ditempuh melalui banyak kesukaran.
‘’Saya sudah pernah merasakan tidak bisa makan tiga hari, makan nasi aking dan beluntas. Jadi apa yang saya dapat hari ini adalah proses panjang yang tidak mudah,’’ pungkasnya. (lailatul rosida)