Dosen Universitas Brawijaya Koleksi Ratusan Benda Pusaka

KECINTAAN Dosen Universitas Brawijaya (UB) ini kepada  beragam benda pusaka warisan nenek moyang memang patut diacungi jempol.Dengan penuh ketelatenan,  Drs.Indarwanto sekarang berhasil mengoleksi sekitar 250 keris,tombak,pedang dan berbagai benda pusaka yang tergolong langka lainnya.


Kepada Malang Post, pria kelahiran 20 Oktober 1959 ini menuturkan kecintaan dirinya kepada   pusaka  diawali saat dirinya baru berusia 10 tahun dan duduk di bangku  kelas empat SD. Ia merasa  sangat kagum dengan tombak milik kakeknya  dipajang di dinding rumahnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Bukan saja karena bentuknya, tapi tombak  berpamor  Godong Andong ini juga memiliki nilai  sejarah  tinggi. “Saat itu, saya memberanikan diri untuk memegang tombak tersebut. Bahkan saya spontan meminta kepada kakek untuk saya miliki,’’ kenangnya.
Sang kakek tidak langsung memberikannya,  apalagi usianya masih terlalu  kecil untuk menyimpan atau memiliki benda-benda pusaka. Tapi karena terus mendesak, Indarwanto cilik saat itu akhirnya  berhasil memiliki tombak itu. “Sesuai pesan kakek, pusaka tersebut saya letakkan di kamar.Dan selalu saya  bersihkan setiap hari,’’ tambah pengajar  Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malang ini.
Menariknya, Indarwanto mengaku sama sekali tidak pernah mendapat kesulitan untuk menambah beragam koleksi pusaka dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri. ‘’Syukur alhamdulillah, saya selalu dapat  mendapatkan pusaka itu dengan mudah.Bahkan sebagian diberi oleh kerabat,teman atau bahkan mahasiswa saya,’’  ungkap  pria yang mengenyam pendidikan S3 di Trinity University, Spanyol ini.  
Indarwanto sendiri juga bukan orang  pelit. Saat ada rekannya meminta atau  ingin barter benda pusaka diapun tidak menolak. “Meskipun demikian,  sebelumnya saya periksa terlebih dulu. Jika memang cocok, saya berikan. Jika tidak ya tidak saya berikan.Termasuk barter,  saya juga tidak pernah  mempermasalahkan. Sekalipun barang yang digunakan sebagai barter harganya jauh lebih mahal,’’ lanjutnya sembari tersenyum ramah.
Dengan penuh semangat, Indarwanto kemudian menuturkan sebagai pecinta budaya dirinya  bertekad untuk  terus melestarikan benda-benda pusaka asli bangsa Indonesia ini. Termasuk dengan terus menambah koleksinya yang sekarang jumlahnya sudah mencapai ratusan.Diantara koleksinya tersebut,  salah satu paling unik adalah  keris berpamor Pendowo. Panjang keris ini hanya 3 sentimeter saja,dan sangat jarang dimiliki kolektor lainnya.
‘’Kalau koleksi keris paling panjang  yang saya punyai adalah keris berpamor Bimo Kurdo. Panjangnya hamper dua meter, dan beratnya tiga kilogram. Banyak sekali yang ingin membeli dengan harga sangat mahal. Tetapi saya ya tidak mau, karena memang saya tidak memiliki niat menjual,’’ jelasnya.
Berulangkali ia menyatakan bahwa keinginannya terus mengoleksi keris tersebut tak lain semata-mata hanya untuk melestarikan budaya dan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah diakui Unesco ini.  “Keris atau benda pusaka ini merupakan warisan leluhur yang harus dijaga. Jangan sampai benda-benda pusaka nenek moyang tersebut semakin banyak yang dijual keluar negeri,’’ tutupnya. (ira ravika)