Alumnus Ilmu Kesos UMM, Sukses Birokrat dan Entrepreneur

Ilmu kesejahteraan sosial (Kesos) menjadi modal bagi Drs Siswanto yang kini menjabat sebagai sekretaris DPRD Kota Batu, untuk dapat diterapkan di setiap lingkungan kerjanya. Baik di lingkungan birokrasi tempat dia bekerja dan juga membangun wirausahanya. Meski sibuk menjabat sebagai Sekwan, dia masih dapat membangun usahanya yang sudah dirintis sejak duduk dibangku SMA.

Mendapatkan jabatan sebagai Sekretaris DPRD Kota Batu, baginya merupakan amanah. Di lingkungan kerjanya yang harus bersentuhan dengan orang-orang politik, dilakoninya dengan enjoy. Salah satunya dengan menggunakan ilmu human relations yang banyak diterimanya saat duduk dibangku kuliah Fakultas Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Mantan Kabid Perindustrian di Disperindag Kota Batu itu, mengenyam pendidikan ilmu Kesos sejak 1981 lalu. Saat itu, masih kuliah di kampus satu UMM yang ada di Jalan Bandung. Tahun 1984, dia lulus sebagai sarjana muda dan tahun 1986 lulus sebagai sarjana ilmu Kesos lengkap.
Keputusannya untuk berkuliah di ilmu Kesos, karena sudah terpatri dalam dadanya, untuk dapat selalu menolong. Baginya, menolong orang itu menarik. Karena itu, sejak SMA dia sudah mengambil SMA Kesos yang ada di Jalan Veteran Kota Malang. Dulu bernama SMPS.
‘’Ilmu Kesos liner dengan pendidikan SMA saya. Saat itu, Fakultas Ilmu Kesos hanya ada di UMM. Ilmu Kesos salah satu jurusan tertua di kampus UMM, selain Tarbiyah dan lainnya. Bekal bangku kuliah ini banyak memberikan kemudahan bagi saya saat ini,’’ kata Siswanto kepada Malang Post, kemarin.
Sebelum lulus sarjana lengkap, Siswanto sudah diangkat sebagai PNS di Departemen Sosial sekitar tahun 1985. di Kanwil Jatim, dia ditempatkan di Panti Sosial Anak Bima Sakti di Batu. Hal itu sesuai dengan displin ilmunya.
Usai Depsos dibubarkan, dia ditempatkan di Balai Diklat Depsos yang ada di Jalan Panglima Sudirman Kota Malang. Ketika Kota Batu menjadi kota administratif, dia diminta Walikotatif, (alm) Imam Kabul  untuk ikut membantu mempersiapkan Kota Batu. Hingga akhirnya, dia secara resmi mutasi dari PNS Pemprov Jatim ke Kota Batu hingga saat ini.
Bekal ilmu Kesos yang diterimanya sangat dirasakan manfaatnya, saat dirinya mendapatkan amanah untuk menjadi pejabat di Kota Batu. Dia pernah menjabat sebagai Kabid Perindustrian Disperindag, saat ini menjadi Sekwan. Ilmu human relation yang didapatkan saat kuliah di Kesos sangat berguna baginya, baik dalam pergaulan maupun mengambil kebijakan.
‘’Ilmu Kesos itu sagat universal. Karena kita berhubungan dengan manusia yang dapat diterapkan dimana saja. Itu yang saya rasakan manfaatnya sampai dengan saat ini,’’ terangnya.
Bahkan, dalam kariernya, Siswanto pernah diterima Presiden SBY, saat sukses mendampingi salah satu Industri Kecil dan Menengan (IKM) di Kota Batu yang berprestasi mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY.
Selain kariernya dibirokrasi, jiwa entrepreneurnya pun tidak padam. Sejak dibangku SMA, dia sudah memulai usaha, meski harus dilakukan dengan sedikit terpaksa. Pasalnya, saat duduk dibangku SMA, dia mendapatkan beasiswa. Hanya saja, beasiswa itu dapat diterimanya kalau memiliki usaha.
Saat itu, memberanikan diri usaha ternak ayam. Usaha itupun cukup berhasil yang dimulai tahun 1977 hingga sekitar tahun 1985. Dia pun mencoba mengembangkan usaha percetakan dan dapat terus berkembang dengan desain grafis, shooting video dan editing hingga kini.
Jiwa wirausahanya pun terus terasah. Tahun 2004, dia memberanikan diri untuk membuat sari apel yang saat ini menjadi ikon oleh-oleh khas Kota Batu.
Saat ini, belum banyak produksi sari apel yang dibuat. Dengan menggunakan merk Surya Alam, usahanya dapat diterima masyarakat hingga kini.
‘’Usaha ini saya pelajari secara otodidak. Kalau mau pasti bisa. Sedangkan ilmu Kesos merupakan ilmu yang sangat luhur,’’ tandasnya. (red/muhaimin)