Glintung Go Green, Menghijaukan Perkampungan ala Glintung

Minimnya interaksi antar warga kampung, memantik kegelisahan hati Bambang Irianto. Beruntung, Ketua RW 23, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing itu, memiliki gagasan brilian untuk membuat warganya semakin guyub. Konsep penghijauan bertajuk ‘Glintung Go Green’  (GGG) yang dicetuskannya terbukti ampuh.

DERETAN tanaman dalam pot mungil, tampak menghiasi tembok jalan setapak Glintung Gang VI, saat Malang Post berkunjung ke sana, beberapa waktu lalu. Masuk ke kawasan yang akrab disebut Gang Keripik Tempe Ardani tersebut, semakin banyak lagi deretan tanaman yang menghiasi halaman masing-masing rumah warga.
Siapapun yang menyusuri jalanan gang, yang mirip labirin berliku tersebut, pasti tak lagi mempedulikan sempitnya gang yang dilewati, karena terpesona keasrian kampung dengan aneka tanaman hiasnya. Di teras yang tak seberapa luas, tampak ibu-ibu sedang asyik merawat tanaman kesayangan masing-masing, diiringi obrolan ringan khas rumah tangga.
Gerakan Glintung Go Green (GGG) lah yang ‘mengubah’ kehidupan warga setempat. ‘’Dulu di sini gersang. Interaksi antar warga juga kurang, karena kesibukan masing-masing. Begitu pulang kerja, ya masuk rumah. Jadi belum malam sudah sepi. Dari situlah muncul gagasan saya untuk menggalakkan penghijauan begitu resmi terpilih menjadi Ketua RW,’’ beber Bambang Irianto kepada Malang Post.
Tiga minggu setelah dikukuhkan sebagai Ketua RW, bapak tiga anak itu langsung melaunching GGG pada 30 Desember 2012. Mengapa harus penghijauan?
‘’Saya meyakini dengan gerakan penghijauan, masyarakat bakal saling berinteraksi. Seperti minta bibit tanaman sampai melakukan penanaman bersama. Hal itu diikuti tumbuhnya kegotongroyongan warga. Semangat itulah yang kemudian membuat kampung kami terasa lebih hidup. Selain itu, kebersamaan lebih erat dan kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan juga meningkat,’’ urainya.
Sebelum melancarkan gagasannya, Bambang lebih dulu membuat perencanaan matang untuk memantapkan program GGG. Diawali dengan melakoni studi banding ke sejumlah tempat. Diantaranya ke Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Jawa Timur di Karangploso serta beberapa kampung yang sudah lebih dulu menerapkan penghijauan di daerah Sukoharjo, Sukun dan Tlogomas.
Layaknya menerapkan program anyar, banyak kendala yang menghadang. Faktanya, tidak semua warga yang memiliki kesadaran tinggi untuk mensukseskan GGG. Untuk menangani warga yang cuek, Bambang pun sampai harus bersikap tegas.
‘’Akhirnya muncul kesepakatan warga. Bagi yang tidak punya tanaman tidak akan dilayani oleh Ketua RT dan Ketua RW untuk urusan surat-surat atau perizinan. Untuk orang baru juga wajib membawa tanaman. Keluarga yang memiliki anak lagi juga harus menambah tanamannya,’’ tegas pria pegiat reforma agraria ini.
Secara perlahan, kini kesadaran warga tumbuh dengan sendirinya. Tanpa perlu diperintah, kini warga kampungnya justru berlomba-lomba memelihara tanaman hias. Bambang menandaskan, semua ini dilakukan semata demi kepentingan bersama. ‘’Kami tidak berambisi memenangkan lomba, semata asas manfaat saja,’’ lanjut Bambang.
Suami dari Erni Handayani ini juga menghimbau warganya untuk menaman sayuran dalam pot sehingga hasilnya bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Bambang juga berharap nantinya konsep GGG ini menular ke RW-RW lain di sekitar Glintung yang belum menerapkanyya. ‘’Namanya saja Glintung Go Green. Jadi harapannya semua yang merasa warga Glintung juga ikut mensukseskan,’’ pungkasnya.
Sementara itu, keberhasilan konsep yang diusung Bambang tak lepas dari partisipasi penuh warga kampungnya. Warga mengaku tertantang dengan program tersebut karena memiliki banyak manfaat positif.
‘’Kampung jadi lebih indah dan segar. Kami pun jadi lebih sehat. Terpenting, penghijauan ini membuat hubungan antar warga kian erat,’’ ujar salah satu warga bernama Mualim. (tommy yuda pamungkas)