Kasatreskoba Polres Malang yang Terobsesi Jadi Penyidik KPK

Ada 59 perwira polisi dari seluruh Indonesia, baru saja menjalani tes, untuk menjadi penyidik KPK. Salah satunya adalah Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan SH. Ternyata dia menjadi satu-satunya polisi dari Malang Raya yang ikut proses seleksi. Bagaimana pengalamannya mengikuti tes ini?

Pratolo Saktiawan, boleh berbangga. Dia menjadi satu-satunya perwira polisi di Malang Raya, yang dipanggil mengikuti tes menjadi calon penyidik KPK, awal pekan lalu. Dari Jawa Timur, ada dua perwira lain. Yakni dari Polda Jawa Timur dan dari Polres Lamongan.
Tak mudah untuk mengikuti tes menjadi penyidik KPK. Menurut peraturan, syarat mutlak untuk mengikuti tes tersebut adalah perwira polisi lulusan dari Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama Lembaga Pendidikan Polri (Sespinma) serta Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
‘’Kebetulan saya lulusan Sespinma tahun 2010 lalu. Jadi saya lolos persyaratan administrative,’’ ujar Pratolo kepada Malang Post kemarin.
Dia bertutur, saat itu bersama dengan 58 perwira lainnya, diharuskan menjalani serangkaian tes. Hari pertama, Pratolo melahap tiga tes sekaligus. Tes psikologi, tes tulis Bahasa Inggris dan mengisi riwayat hidup.
Hari keduanya, setiap peserta harus memaparkan upaya-upayanya kepada tim asesor, untuk memberantas tindak pidana korupsi. Setelah melakukan pemaparan, seluruh perwira dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok berisi empat anggota, yang harus menjalani simulasi menangani kasus korupsi.
‘’Meskipun hanya simulasi, membuat saya mempunyai pengalaman berharga menangani kasus korupsi,’’ ujarnya.
Apalagi selama karirnya menjadi anggota polisi, bapak tiga orang anak ini belum pernah menangani kasus korupsi. Dalam jabatannya sebagai Kasat Reskoba, Pratolo banyak berkutat untuk memberantas peredaran obat-obatan terlarang atau narkoba.
Dia melihat, penanganan kasus korupsi, prosesnya tak sama saat dia menangani kasus narkoba. Meski keduanya bertujuan mulia. ‘’Yakni sama-sama memberantas tindak pidana korupsi maupun peredaran narkoba yang saat ini menggerogoti negeri kita,’’ tegasnya.
Selama menjalani serangkaian tes itu, pria 46 tahun itu mengaku tak mengalami kesulitan. Bahkan dia yakin akan lolos pada tes berikutnya.
‘’Seandainya lulus, saya akan menjalani pemanggilan kedua untuk menjalani interview langsung bersama Ketua KPK, Abraham Samad. Semoga Tuhan mengabulkan,’’ harapnya.
Sembari menunggu pengumuman, Mei mendatang, Pratolo kembali ke tugas asal. Menjadi Kasatreskoba Polres Malang. Dia pun menaruh seluruh nasibnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengenai impiannya menjadi salah satu penyidik KPK.
‘’Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik. Apa itu di Polri maupun di KPK. Dimanapun nanti saya bertugas, saya berjanji tetap tetap all out. Tentunya selalu sepenuh hati untuk berbakti kepada bangsa serta negeri tercinta, Indonesia,’’ pungnkasnya. (Binar Gumilang)