Dibantu Pakandayu, Presentasi Pakai i-Video dan Movie Marker

Lewat Teknologi, Mbakyu Kota Malang Menjadi Raki Jawa Timur

TEKNOLOGI informasi, tak sekadar memudahkan manusia. Jika dimanfaatkan secara maksimal, bisa menghantar prestasi. Kakang Mbakyu Kota Malang tahun 2012,  Bimanda Yuswandono dan Retno Ambar Arum membuktikannya. Memadu aplikasi i-video, movie maker dan kerja bareng  saat presentasi potensi wisata, dua duta wisata Kota Malang itu terpilih sebagai duta wisata Jatim.
Retno Ambar Arum dan Bimanda Yuswandono, sumringah. Akhir pekan lalu, dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu, dipercaya sebagai duta wisata Jatim dalam pemilihan Raka dan Raki Jatim di Surabaya.
Arum, sapaan akrab Retno Ambar Arum , terpilih sebagai Raki Jatim 2013. Sedangkan Bimanda, didaulat menjadi wakil II Raka Jatim 2013. Arum dan Bimanda menyisihkan 36 pasangan duta wisata dari seluruh daerah di Jatim, kecuali Pacitan yang tak mengirim duta wisatanya.
Kemenangan Arum dan Bimanda bukan kemenangan biasa. Dua generasi muda Kota Malang ini, tampil berbeda dan meyakinkan. Salah satu contohnya saat presentasi potensi wisata.
Jika hampir seluruh peserta, presentasi gagasan dan potensi wisata mengandalkan power point, seperti yang lazim digunakan, Arum dan Bimanda justru pemaparan menggunakan audio visual yang padat efek. Yang menyaksikan pemaparan ini terbawa dalam alam wisata karena presentasi berubah menjadi sebuah tontonan menarik.
‘’Semua peserta tampil dengan materi yang sangat baik. Tapi kami mengutamakan kualitas materi presentasi, yang dipaparkan menggunakan  media yang menarik. Aplikasi i-video adalah pilihan kami,’’ kata Bimanda dan Arum sembari tersenyum.
Dalam aplikasi i-video, dipadu pula dengan movie maker. Materi presentasi berupa foto-foto kawasan wisata di Kota Malang, akhirnya menjadi hidup ketika ditampilkan. Foto yang ditampilkan bergerak, dan bisa ditonton layaknya nonton film.
Sudah begitu, diberikan pula efek suara dan musik sesuai tema yang ditampilkan. Jadilah sebuah presentasi yang menarik dan memukau walau durasi penampilannya dibatasi antara 5 sampai 7 menit.
‘’Presentasi saya tentang sentuhan Belanda dan Cina, yang ada di Kota Malang. Belanda seperti kawasan Ijen, Toko Oen dan rumah-rumah bergaya arsitektur Belanda. Sentuhan Cina seperti yang ada di Hotel Tugu. Efek  yang ditampilkan berupa musik yang sesuai,’’ papar Arum.
Mahasiswi  jurusan Sastra Inggris UB ini pun sukses mengemas promosi pariwisata dengan metode yang lebih menyentuh. Tanpa harus datang ke Jalan Ijen, orang  bagai sedang berada di Jalan Ijen.
Arum semakin meyakinkan dengan kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya. Saat presentasi, Arum dan Bimanda menggunakan bahasa Inggris.
Bimanda menambahkan, aplikasi presentasi dikerjakan bersama Paguyuban Kakang Mbakyu (Pakandayu). Itulah kekuatan saling sharing ide dan berinovasi.
Gaya presentasi Bimanda juga memukau. Ia menampilkan gagasan tentang menjadikan museum sebagai tempat wisata yang sebenarnya menyenangkan dan padat nilai edukasi.
‘’Saya ingin mengajak orang, terutama generasi muda untuk rajin berkunjung ke museum.  Karena di museum, kita bisa belajar tentang nilai-nilai yang diajarkan dan keberhasilan di masa silam,’’ kata Bimanda yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB ini.
Terpilih menjadi Raki Jatim 2013, Arum mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta, motor, berbagai bingkisan dan piala. Sedangkan Bimanda membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp 4 juta, bingkisan dan piala.
Kini sederet tugas mempromosikan pariwisata menjadi tanggungjawab mereka. Arum contohnya, akan mempromosikan 765 obyek wisata di Jatim. Ia juga akan pergi ke luar negeri untuk mengenalkan wisata Jatim. Begitu juga Bimanda.
Mempromosikan wisata Jatim, Arum dan Bimanda juga akan mempromosikan wisata Kota Malang. Sebab Kota Malang dan sekitarnya  masih jadi salah satu tujuan wisata di Jatim. (vandri van battu)