Galeri Toyota Milik SMAN 10 Malang, Galeri Proyek Lingkungan

SMAN 10 Malang, memiliki galeri yang khusus menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin mempelajari proyek lingkungan. Namanya Galery Toyota. Galery tersebut didirikan di SMAN 10 sebagai hadiah kepada sekolah yang menjadi pemenang Toyota Eco Youth (TEY). Di Indonesia hanya ada tiga sekolah yang memiliki galeri ini.

Lokasi SMAN 10, berada tepat dibelakang pasar Sawojajar. Meski dekat dengan pasar, sekolah ini berhasil membuat proyek yang menjadikan lingkungannya menjadi hijau.
Bersih, hijau dan segar, itulah kesan pertama yang ditangkap siapa pun yang berkunjung ke SMAN 10. Karena itulah, sekolah ini pun menjadi sekolah Model Toyota Eco Youth (TEY).
Kejuaraan yang diraih, diantaranya lomba pengolahan limbah di area sekolah tingkat nasional pada 2008/2009, Juara Harapan 2 Sekolah Model Lingkungan Binaan Toyota tahun 2008/2009, Sekolah Sobat Bumi Pertamina Foundation dan prestasi lainnya.
Apa saja proyek yang sudah dilakukan sekolah dalam menghijaukan lingkungan, bisa dipelajari di Galeri Toyota ini. Ruangan galeri didominasi oleh warna hijau. Didalamnya ada banyak informasi mengenai proyek lingkungan terutama program 3R, reduce, reuse and recycle.
‘’Masyarakat silakan datang ke galeri ini. Setiap hari ada siswa yang piket dan menerima tamu yang datang,’’ ungkap Humas SMAN 10, M Yudi Fahmin kepada Malang Post.
Hampir semua tamu yang datang studi banding ke SMAN 10, pasti diajak untuk belajar di galeri Toyota. TEY merupakan program Toyota Indonesia yang berjalan sejak 2005 lalu dengan konsep kontes lingkungan hidup yang melibatkan pelajar sekolah dari sabang sampai merauke. 
Program ini memiliki tujuan akhir yaitu menciptakan sekolah lingkungan binaan Toyota, yang menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin mempelajari proyek lingkungan yang simple dan praktis. Oleh karena itu, Toyota Eco Youth 2012, tidak hanya memberikan inspirasi terhadap kaum muda Indonesia, akan sadar dan peduli lingkungan, tetapi juga mengundang seluruh komunitas agar lebih menjaga lingkungan dan mempunyai gaya hidup ramah lingkungan (eco-green lifestyle).
Galery Toyota juga dilengkapi dengan perlengkapan PC yang bisa menjadi sumber informasi mengenai kegiatan TEY. Salah satunya adalah produksi sampah organic dari dedaunan yang jatuh di halaman sekolah.
‘’Bagi siswa yang rumahnya kurang dari 500 meter, tidak diperbolehkan membawa sepeda motor. Tujuannya untuk mengurangi polusi udara,’’ bebernya.
Karena itulah, sekolah merintis gerakan sepeda pancal dimana semua guru dan siswa menggunakan sepeda saat pergi ke sekolah.
Tidak hanya itu, sekolah ini juga memberikan batasan jarak bagi kendaraan yang akan masuk sekolah. Termasuk membatasi jumlah kendaraan yang masuk.
Untuk mengurangi penggunaan plastik pada makanan, sekolah juga sudah menggalakkan alas makan dari daun pisang. Siswa juga bisa membuat daur ulang plastik menjadi bahan-bahan yang kreatif. Hasil kerajinan itu bisa dilihat di Galeri Toyota yang buka setiap jam sekolah.  
Istimewanya lagi, sebagai sekolah yang menyandang predikat sekolah model Toyota, SMAN 10 juga sudah menularkan proyek lingkungannya kepada sekolah sekitar. Ada 10 sekolah yang sudah ditulari kebiasaan hidup bersih itu.
Program terbaru sekolah adalah memanfaatkan kotoran hasil buangan siswa yang tinggal di asrama untuk dimanfaatkan menjadi biogas. Proyek ini sudah mulai dilakukan dan diharapkan bisa menyuplai kebutuhan energi yang ada di kampus 2. (lailatul rosida)