Balekambang, Ikon Pariwisata yang Hidupnya Masih Merana

Pantai Balekambang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, adalah salah satu obyek wisata pantai andalan Kabupaten Malang. Tempat wisata pantai itu, berada dalam pengelolaan PD Jasa Yasa. Sayang, masih banyak fasilitas yang perlu ditambah.

Siang itu, langit begitu indah dan cuaca begitu terang. Sengatan panas matahari, begitu khas mengenai kulit. Kondisi itu menambah semangat mereka yang berkunjung di Pantai Balekambang, pantai  yang cukup terkenal. Baik warga Malang Raya dan luar kota serta mancanegara.
Bagaimana tidak. Ke Balekambang, tidak sekadar dapat pantai indah. Wisatawan disuguhi tiga pulau yang terdekat dengan dengan pantai ini. Pulau Ismoyo, Pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni.
Tepat di atas pulau Ismoyo, terdapat Pura Luhur Amertha Jati yang megah dan sebuah jembatan yang menghubungkan pantai utama Balekambang.
Keindahan itu menjadi andalan Balekambang seiring datangnya program Visit Kabupaten Malang 2013. Pantai ini, memiliki mimpi besar mampu menjadi ikon wisata pantai di Kabupaten. PD Jasa Yasa, selaku pengelola Balekambang, sekuat tenaga mencoba mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan.
Secara fisik, dari tahun ke tahun, Balekambang menunjukkan perkembangan positif. Kawasan pantai yang sebelumnya terkesan kumuh, kini sudah semakin indah dengan kebersihan yang selalu dijaga.
Suasana itu semakin menambah keindahan bentangan pantai, yang terdapat karang laut sepanjang dua kilometer dan memiliki lebar 200 meter ke arah laut itu. Pengadaan fasilitas penginapan juga dilakukan dan sebagian sudah layak huni.
‘’Dari penambahan infrastuktur itu, tentunya kami punya target mampu meningkatkan jumlah pengunjung Balekambang. Target, peningkatan naik 20 persen dari tahun kemarin,’’ terang Direktur Adminitrasi Pantai Balekambang, Asyari Dirmin.
Jasa Yasa begitu percaya diri menyebut, keindahan Balekambang tak kalah dibandingkan tempat-tempat wisata pantai di Pulau Bali, seperti Pantai Kuta yang begitu tersohor itu.
Hanya saja, usaha mempromosikan itu terkendala oleh fasilitas listrik permanen yang belum dimiliki Balekambang. Hingga memasuki tahun 2013, Pemkab Malang belum memberikan aliran listriknya melalui PLN Kabupaten Malang, ke wilayah paling ujung selatan dari Desa Srigonco.
Jasa Yasa punya harapan tinggi fasilitas penerangan tahun ini bisa masuk ke kawasan Balekambang. Selama ini, aliran listrik baru dipenuhi dari genset yang hanya bisa dinikmati mulai sore. Pagi hari, terpaksa dimatikan.
Dalam programnya, jika aliran listrik mampu dinikmati selama 24 jam, maka pihaknya memberdayakan potensi yang ada hingga full 24 jam. Hal ini membuka peluang, wisatawan menginap di Balekambang. Selama ini, Balekambang hanya buka sejak pagi hari hingga sore.
‘’Balekambang ini, punya pemandangan tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di Pulau Bali. Selama ini, pemberdayaan masyarakat semuanya mendukung Sapta Pesona. Mulai dari pengelolaan parkir dan perdagangan di area wisata, termasuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung betul-betul dalam kondisi aman dan nyaman,’’ terang Asyari.  
Selain listrik, pihak pengelola juga akan menggandeng beberapa perusahaan telekomunikasi. Sebab hanya satu provider yang bisa terakses dari kawasan Balekambang. Jadi bagi pemegang ponsel yang menggunakan sinyal GSM, siap-siap mati kutu di Balekambang.
‘’Banyak yang protes setelah tiba di Balekambang. Karena disini sama sekali tidak bisa ditembus ponsel. Yang bisa hanya CDMA. Lainnya, mati klesek,’’ kata Agus, salah satu warga setempat, yang membuka warung di Balekambang.
Padahal, untuk tahun 2012 kemarin, ada 250 ribu pengunjung datang ke Balekambang. Jumlah itu diyakini bisa bertambah, jika fasilitas pendukung, benar-benar dimaksimalkan.
‘’Mau tidak mau upaya promosi terus ditingkatkan dengan kerjasama pihak-pihak dan menggelar even-even. Supaya efektif, marketing juga harus ditingkatkan, dengan bekerjasama dengan beberapa pihak. Kami juga akan lebih agendakan mengadakan even-even, dengan harapan bisa menambah jumlah pengunjung,’’ pungkas Asyari. (poy heri)