Putri Kartini Berbakat yang Kini Jadi Duta Hemat Energi

Fadhilah Laksmithasari, Putri Kartini Berbakat 2011 ini, adalah salah satu contoh remaja yang berhasil mengukir banyak prestasi. Keterlibatannya dalam ajang pemilihan duta remaja, membuka pintu lain baginya untuk mengeksplore bakat dan pengetahuannya. Dia tercatat sebagai Finalis Putra Putri Bhawikarsu 2012, Duta Lalu Lintas Polres Malang Kabupaten 2012, The Big Five Duta Lalu Lintas Polda Jatim, The Big Five Joko Roro 2012 dan Duta Hemat Energi 2013.

Kalah dalam sebuah kompetisi, nyatanya tak membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk berhasil. Kalimat tersebut yang kiranya mampu bercerita tentang pengalaman hidup Mitha, panggilan akrab Fadhilah Laksmithasari, remaja yang masih berstatus sebagai siswi SMAN 3 Malang.
Sebelum akrab dengan bermacam gelar putri yang ia dapatkan sekarang, ia  juga pernah merasakan kegagalan pada saat mengikuti perlombaan untuk pertama kalinya.
‘’Aku dulunya bukan siapa-siapa. Awalnya coba-coba aja ikutan M-Teens Model Competition. Waktu itu memang belum menang, terus ada ajang Putri Kartini 2011. Aku ikutan lagi,’’ tutur gadis kelahiran Malang, 20 Maret 1995.
Banyak hal dia dapatkan dari even yang digelar Malang Post, tersebut. Mulai yang awalnya tidak mengerti dunia model dan kaku ketika difoto, pelan-pelan mulai tahu dan belajar banyak tentang ilmu modeling
Dia pun untuk kali pertama ia berhasil mendapatkan gelar Putri Kartini Berbakat 2011. ‘’Saat lolos menjadi finalis, Aku mempertontonkan kebolehanku menjadi MC dan membaca puisi. Alhamdulillah, juri suka dan menujuk saya sebagai Putri Berbakat 2011,’’ kenangnya.
Berbekal pengalaman sebagai duta remaja M-Teens Malang Post, Mitha memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi lain. Bidang yang ia jajal juga berbeda.
Ia memiliki alasan tersendiri, untuk ikut kompetisi yang berbeda. Terutama sekali, agar bisa lebih banyak tahu tentang pengetahuan lain.
‘’Misalnya, saat ikut duta lalu lintas, aku jadi tahu kalau ternyata ada peraturan seperti ini dan seperti itu. Lalu ketika ikut Joko Roro yang merupakan duta pariwisata, aku juga jadi tahu berbagai keindahan alam di wilayah Malang,’’ tuturnya.
Tiap kompetisi yang dia ikuti, berhasil membentuk karakternya menjadi remaja yang pemberani dan makin percaya diri. Ia tak takut dan minder lagi berkompetisi dengan peserta lain karena pengalaman yang telah ia kantongi sebelumnya.
Baru-baru ini, ia kembali berhasil menyabet gelar sebagai Duta Hemat Energi dan mengemban tugas sebagai generasi muda penyelamat lingkungan. Informasi itu, dia dapat dari akun Twitter Joko Roro.
‘’Aku benar-benar merasakan, setiap hal yang kita jalani, saling berhubungan. Misalkan dari Putri Kartini ke pemilihan Joko Roro, kemudian dari Joko Roro ke pemilihan Duta Hemat Energi. Nggak menutup kemungkinan sih bakal ada kesempatan lain di bidang yang berbeda lagi,’’ beber siswi kelas XII IPA.
Mitha kembali belajar hal baru. Jika sebelumnya ia masih sering membeli air mineral di manapun ia merasa haus, kini dia belajar tentang bagaimana bersikap ramah dengan lingkungan.
‘’Dulu, supaya praktis, aku lebih sering membeli air mineral. Tapi sekarang, untuk membantu menyelamatkan lingkungan. Aku selalu membawa tumbler untuk mengurangi jumlah pemakaian botol plastik,’’ terang Mitha ketika berkinjung ke ruangan M-Teens Malang Post.
Dengan terpilihnya Mitha sebagai Duta Hemat Energi yang baru diselenggarakan untuk pertama kalinya, ia memiliki sejuta angan dan impian untuk mengembalikan Malang pada era keemasannya. Sebagai kota yang dingin dan sejuk.
Ia menambahkan, hal kecil yang ia lakukan untuk lingkungan, dapat memberikan perubahan yang besar. Salah satunya adalah dengan usaha melestarikan diet plastik.
‘’Ketika aku sudah berhasil membiaskaan diriku untuk membawa tumbler, langkah selanjutnya adalah mengajak orang-orang di sekitarku. Dimulai dengan temen sekelasku dan akhirnya mereka sekarang lebih suka membawa tumbler kemana-mana,’’ tandasnya.
Kebiasaan itu, katanya, akan mereka tularkan ke orang-orang terdekat. Sistem penyelamatan lingkungan dari mulut ke mulut ini, yang diharapkan mampu menyadarkan masyarakat umum tentang pentingnya menghijaukan kembali bumi.
Ia mengaku sangat senang dengan cara seperti ini yang menurutnya lebih efektif ketimbang terlalu fokus untuk langsung merangkul masyarakat secara luas.
‘’Ini kan bentuk kepedulian. Bagiamana kita peduli dengan lingkungan dan peduli dengan kelangsungan hidup orang-orang yang kita sayangi. Untuk itu aku menyerukan Diet plastikmu, Hijaukan bumimu! Ini Aksiku Mana Aksimu!’’ serunya disambut dengan tinju udara penuh semangat. (Kurniatul Hidayah)