Triana Hapsari, Model yang Penulis Buku Soal Hijab

Sejak kecil berkecimpung di dunia modeling, membuat Triana Hapsari sulit melepaskan aktivitas tersebut. Termasuk saat menikah dan memiliki anak. Ketika terpaksa berpisah dan harus menjadi single parent untuk dua anaknya, sembari bekerja di dunia model dengan tampil berhijab, justru dia mampu menciptakan banyak buku mengenai hijab.

Lika-liku kehidupan harus dijalani oleh wanita kelahiran Banjarnegara tersebut. Tetapi, ketegarannya patut dicontoh dan diapresiasi. Hingga dia bisa sesukses sekarang, walaupun dia merasa belum sejauh itu. ‘’Belum bisa dibilang sukses lah. Masih tahap awal saat ini. Cita-cita saya masih banyak,’’ ujarnya.
Dia mengisahkan, waktu kecil, berkat dukungan kedua orang tua, dia mengikuti kursus modeling. Hingga mengikuti beberapa ajang, sampai duduk di bangku SMA sekalipun. ‘’Walaupun saya beberapa kali pindah, tetapi dunia model seperti enggan hilang dari pikiran,’’ paparnya kepada Malang Post.
Sebagai seorang wanita, setelah menikah, dia pun harus mengikuti kehendak sang suami. ‘’Saya mulai berhijab. Untuk lebih menghormati serta menjaga martabat kehidupan rumah tangga,’’ lanjut wanita yang akrab dipanggil Tria tersebut.
Keberuntungan mulai menghinggapi rumah tangganya. Tampil cantik setiap hari, dengan balutan busana muslim, yang sebagian besar dirancang sendiri, semakin menambah hokinya. Terlebih hubungan baik dengan dunia modeling, terus dijamin. Termasuk mengkomunikasikan ‘penampilan’ barunya.
Ternyata tawaran untuk tampil, makin banyak. Bahkan sampai permintaan untuk mengisi hijab class di sekitar Bondowoso, Jember, Probolinggo dan Malang. Dengan tetap tampil syar’i sesuai kodrat seorang wanita muslim, kariernya terus menjulang, walaupun belum sampai tingkat nasional.
‘’Cuma beberapa kali penawaran dari Surabaya atau Jakarta. Apalagi sebagai istri, tidak selalu mendapatkan izin. Bisa dikatakan, belum bisa total terjun di dunia fashion. Hanya beberapa kali untuk area lokal di sekitar saya tinggal,’’ kata alumnus Universitas Widya Gama, kelahiran 1981 itu.
Hingga tahun 2012, sebuah kenyataan harus diterima. Keputusan untuk bercerai dengan sang suami. Tria pun memilih bungkam soal itu. Dia lebih suka meneruskan bercerita seputar kariernya, yang justru makin bangkit pasca perpisahan. Termasuk saat dia kembali ke Kota Malang, tinggal bersama orang tua dan dua anaknya.
‘’Saya mulai fokus ke pekerjaan yang bisa saya kerjakan. Karena dari kecil sering merancang baju sendiri, ini saya telateni. Ketika beli baju, maka baju tersebut akan saya rombak. Bisa jadi gabungan dua jenis baju,’’ terangnya panjang lebar.
Padahal dia tidak pernah sekolah soal busana. Bahkan dia alumnus fakultas hukum. Dia mengaku, bisa merancang baju karena sudah naluri. Tetapi dia berani membuka Griya Cantik, butik yang dia kelola.
Sembari bekerja di butiknya, Tria mengajar les renang serta mulai memikirkan membuat kreativitas baru. Jika beberapa orang sudah mengetahui tentang keahliannya dalam menampilkan konsep hijab yang menarik dan modern, maka harus dibagikan secara lebih luas. Dia pun memutuskan menerbitkan buku tentang teknik tampil syar’i atau berhijab, namun tidak ketinggalan jaman.
‘’Buku saya 1-3 berisi mengenai bagaimanan menampilkan hijab yang bisa menarik dipandang mata. Melalui perpaduan warna, tidak perlu takut. Bahkan dengan cara yang simpel sekalipun, asal tepat ketika memilih bahan dan modelnya. Sedangkan di buku yang ke empat, ada cara menambah atau membuat hijab sendiri. Ya, lebih mengajarkan ke kreativitas,’’ ungkap dia.
Paling baru, dia tengah menyiapkan buku kelima. Kali ini dalam lingkup lebih luas. Hijab untuk pernikahan dan tata riasnya. ‘’Alhamdulillah sudah buku yang kelima. Bulan ini tengah mengerjakan pemotretan modelnya, untuk segera masuk ke penerbitan. Sudah banyak yang menunggu,’’ terang wanita yang kini tinggal di Singosari tersebut.
Sekitar 2.000 eksemplar untuk edisi yang pertama dan kedua sudah beredar. Sedangkan di buku ketiga dan ke empat, ada 10.000 eksemplar.
‘’Di buku ketiga dan keempat lebih banyak, karena telah banyak pesanan, terutama di Gramedia. Sepertinya akan menambah cetakan. Percetakannya bekerjasama dengan Genta Group Production Sidorajo,’’ lanjutnya dengan bangga.
Setelah itu, permintaan dari Ibukota berdatangan. Bahkan, ada salah satu butik ternama yang ingin merekrutnya sebagai fashion desainer butik muslimah yang dimiliki. ‘’Ya, milik ustadz ternama, tinggal menunggu tanda tangan kontrak. April ini pastinya,’’ pungkas dia. (stenly rehardson)