Dibalik Nonton Bareng Loper dan Asongan Malang Post (1)

Bisnis itu bukan hanya soal mencari untung, tapi harus juga menyenangkan banyak orang. Demikian salah satu petuah bijak para tokoh sukses di dunia bisnis. Ya, kurang lebih berangkat dari semangat itu, Malang Post merangkul loper dan asongan dengan sebuah program ‘Peduli Loper dan Asongan’ yang bergulir sejak awal Januari 2013 lalu.

Meski awalnya kurang mendapat respon positif.  Maklum, karena seringnya mereka ‘dikhianati’, nyatanya loper dan asongan sangat antusias mengikuti program yang digagas korane Arek Malang ini. Mereka dibikin senang dengan nonton bareng laga home Arema menjamu Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Minggu (14/4) malam lalu.
‘’Ya baru pertama kali ini, nonton Arema dibayari, malah dapat uang saku, kaos dan dapat makan juga. Kita senang sekali dengan program Malang Post seperti ini,” ungkap Eka, loper dari Sholeh Agency. ‘’Apalagi ini nonton dari tribun VIP. Sangat membanggakan bisa dukung Arema dari tribun VIP,’’ sambungnya.
Semua peserta memang tampak sangat senang dengan program ‘Peduli Loper dan Asongan’ ini.  Lantaran mereka yang juga tercatat sebagai Aremania, selama ini sering hanya bisa menonton laga Arema dari televisi, atau cukup baca koran. Itu pun kalau mereka tak disibukkan dengan aktivitas mereka sehari-hari dalam menjual koran.
Wajar mereka senang dan bangga bisa hadir di Stadion Kanjuruhan sebagai supporter eksklusif.
Loper dan asongan itu hanya dengan menjual minimal 1.000 eksemplar Malang Post selama tiga bulan, periode bulan Januari hingga Maret, sudah berhak mendapatkan satu jatah tiket, dengan fasilitas tiket VIP, kaos, uang saku, konsumsi dan transportasi.
‘’Kebetulan saya mengajak istri saya, dan istri saya itu kalau tidak ada program nonton bareng oleh Malang Post ini, tidak akan nonton pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan,’’ ungkap Suyit yang mengikuti program ini bersama enam orang loper dan asongannya.  ‘’Ya, mudah-mudahan, berikutnya Malang Post bisa mengadakan program yang sama untuk laga away Arema,’’ harapnya.
Jika selama ini loper dan asongan minim sekali mendapat perhatian dari penerbit, adanya aksi nyata program ‘Peduli Loper dan Asongan’ ini seolah membuka pintu semangat untuk mereka terus bekerja keras. Khususnya untuk membantu dalam pengembangan Malang Post yang peredarannya sangat terbantu dari loper dan asongan tersebut.
‘’Saya dan tujuh pengecer Malang Post dari OWI agency mengucapkan banyak terimakasih untuk bonus pada pengecer kemarin dengan nonton bareng laga Arema di Stadion Kanjuruhan. Pengecer-pengecer saya merasakan kesan khusus yang baik.  Terimakasih, semoga barokah untuk Malang Post, amin,” ucap Owie, salah satu agen yang terus meningkatkan oplah Malang Post.
Secara keseluruhan, program berjalan lancar,  dari berangkat bersama dari halaman depan kantor Malang Post hingga mereka pulang.
‘’Saya jadi tahu kantornya Malang Post, korane Arek Malang yang selama ini saya jual,’’ sebut Purwanti, loper dari Irwan Agency saat datang mengambil jatah tiket, kaos dan uang sakunya di kantor Malang Post.
Namun langkah awal bentuk kepedulian Malang Post, yang juga merupakan hasil partisipasi pembaca untuk membeli Malang Post dengan donasi Rp 250/eksemplar sebagai bonus loper dan asongan ini masih belum sempurna.
Terbukti masih ada loper dan asongan yang belum bisa menikmati program tersebut. Kebanyakan karena agen lupa untuk melakukan pelunasan seperti ketentuan yang berlaku. (buari)