Mendung Kelabu Pasca Arema Takluk di Jalak Harupat

TAKLUK dari Persib Bandung menyesakkan bagi semua awak punggawa Arema Indonesia. Kesedihan dan kekecewaan usai melahap bulat-bulat 0-1, terus terasa sejak Sabtu malam lalu hingga siang hari kemarin, ketika skuad Singo Edan pulang dengan kepala tertunduk ke Bhumi Arema.

Thierry Gathuessi terus memaksa kedua bola matanya terbuka, menyaksikan laga Sriwijaya FC kontra Persipura Jayapura, Sabtu (20/4) malam lalu. Meski masih letih, karena selesai bertanding lawan Persib Bandung di Si Jalak Harupat, Thierry tetap ingin melihat pertandingan antara dua klub besar ISL yang memiliki sejarah juara itu.
Sepanjang pertandingan yang digelar malam hari pukul 19.00 WIB di Stadion Jaka Baring Palembang ini, defender asing kelahiran Kamerun itu dibuat harap-harap cemas.
Dengan harapan tinggi, ia berharap mantan klubnya tersebut bisa menggulingkan raksasa Papua, yang belum terkalahkan hingga mendekati akhir putaran pertama ISL.
Thierry sudah sedikit optimis Sriwijaya FC bisa merenggut hasil imbang. Tapi, matanya langsung terbelalak di menit-menit akhir pertandingan. Gol Boci, panggilan Boaz Salossa pada menit 86 membuat Thierry berteriak singkat, seperti kaget bercampur kesal. Sriwijaya FC ketinggalan 0-1 dari Persipura.
’’Aduh kok kemasukan, padahal saya kepingin Sriwijaya yang menang, karena bisa bantu Arema tetap mendekati Persipura,’’ terang Thierry di depan televisi.
Harapan defender yang baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke 31 tahun itu semakin pudar. Begitu Nelson Alom melakukan tendangan keras ke gawang Laskar Wong Kito yang dijaga Rivky Mokodompit. Thierry tepok jidat.
Sambil ngeloyor pergi, Thierry mengekspresikan kekecewaannya atas kekalahan Sriwijaya. Bukan karena dia setia pada SFC. Tapi, seperti kata mantan punggawa Montpellier, klub Liga Perancis itu, andai Sriwijaya FC menang atas Persipura, posisi Arema tak akan terpaut jauh di papan klasemen, hanya selisih tipis satu angka saja, meskipun kalah dari Persib.
Tapi, Thierry tak bisa lagi berharap memenangkan capolista pada paruh musim ini. Sekarang, defender yang dikenal ramah di luar lapangan itu hanya berharap bisa memaksimalkan sisa laga yang ada untuk menjaga posisi Arema di papan klasemen, yakni tetap runner up.
‘’I am not happy with this result againts Persib (Saya tidak senang dengan hasil pertandingan lawan Persib),’’ tuturnya.
Kesedihan karena takluk dari Persib juga jadi milik Alberto Goncalves. Berbeda dengan Thierry yang masih menyimpan harapan Persipura kalah agar jarak dengan Arema tetap dekat, dengan nonton tivi sambil berdoa SFC menang, Beto tidak terlihat Sabtu malam lalu di ruang televisi.
Dia mendekam di kamar. Usut punya usut, striker Samba itu tak bisa menahan kekecewaan dan kesedihan. Beto menangis. Keinginannya untuk memenangkan pertandingan lawan Persib sangat besar, sehingga kesedihan yang dirasakannya juga mendalam.
‘’Saya semalam menangis,’’ ujarnya kepada Malang Post, setengah tertawa kecut, sambil memperlihatkan kantung matanya yang agak mbendul.
Di atas pesawat Lion Air dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Bandara Juanda, pagi kemarin, Beto hanya bisa lemas.
Sesekali kepalanya bergeleng-geleng, seakan tidak percaya dengan kekalahan yang diderita Arema. Topskor ISL musim lalu itu juga tak banyak bicara di atas pesawat.
Keluar dari pesawat di Juanda, Beto masih gontai. Meski cuaca cerah, tapi tak bisa menghibur hati Beto yang terlanjur kecewa dengan kekalahan tersebut.
Namun, apalah artinya penyesalan. Keith Kayamba Gumbs menyebut, semua yang terjadi sudah tinggal masa lalu, sama seperti lagu dangdut yang didengarkannya saat perjalanan bus dari Surabaya ke Malang.
’’Masa lalu, tinggalah masa lalu. Jangan kau ungkit, jangan kau ingatkan aku,’’ ujar Kayamba bersenandung lirih. Ia ingin melupakan pertandingan lalu, dan fokus pada masa depan.
Lagipula, dengan optimisme khas pemain timnas St Kitts and Nevits ini, masih ada laga putaran kedua untuk membalas rasa malu kalah dari Persib.
Sementara itu, asisten pelatih Arema, Kuncoro terus menatap ke depan dan fokus pada laga terdekat, yakni saat tur Papua menghadapi Persiwa dan Persipura.
‘’Semoga saja nanti di Papua bisa diberi rezeki sama yang kuasa, dan bisa dapat poin,’’ ungkap asisten pelatih yang mendapat julukan Si Tukang Jagal, dalam status BBM-nya kemarin. (fino yudistira)