Wisatawan Manca Negara Kunjungi Singosari dan Tumpang

BERAGAM cara dilakukan untuk semakin mengenalkan kekayaan obyek  wisata di Kabupaten Malang. Kemarin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubpar) Kabupaten Malang berkesempatan mengajak 100 wisatawan  asing  tergabung dalam Friendship Force (FF) Devon Inggris  untuk mengunjungi berbagai obyek wisata di Singosari dan Tumpang.

Kegiatan diawali dengan ramah tamah di halaman PKR (Pusat Kerajinan Rakyat) Songosari.Mereka  kemudian bersama Bupati Rendra Kresna berkesempatan menyaksikan berbagai  kerajinan tangan khas Kabupaten Malang di sejumlah stand  yang dipajang. Setelah itu,  dengan wajah ceria mereka  diajak untuk naik dokar.
Begitu sejumlah rombongan telah naik ke dokar  yang telah diberi hiasan, mereka pun lantas diajak mengunjungi beberapa  peninggalan sejarah di wilayah Singosari termasuk Candi Singosari. Di lokasi tersebut  para  anggota FF dengan dibantu guide diberi penjelasan atau pengenalan mengenai sejarah Kerajaan Singosari.
Mulai  dari berdirinya kerajaan, wilayah-wilayah yang menjadi bagian kerajaan, sampai kepada nama pemangku kerajaan kala itu. Termasuk, keberadaan Ratu Kendedes dan Ken Arok, yang begitu terkenal tidak hanya di wilayah Singosari atau Kabupaten Malang.
Puas menikmati suasana atau suguhan sejarah dari Candi Kerajaan Singosari, sejumlah perwakilan dari anggota pertukaran budaya internasional itu, selanjutnya diberikan kesempatan untuk foto bersama di sekitar lokasi. Kesempatan ini mereka gunakan dengan penuh antusias. Begitu rampung, anggota pun selanjutnya diajak ke lokasi candi lain di wilayah kabupaten yakni Candi Jago di Kecamatan Singosari.
Berbeda dengan alat transportasi sebelumnya, sejumlah rombongan pada kesempatan itu langsung dinaikkan bus milik pemerintah kabupaten. Dengan menempuh jarak yang lumayan jauh, wisatawan pun langsung   menuju  Candi Jago.
Jika pada kunjungan ke candi pertama wisatawan lebih difokuskan pada sejarah, namun tidak demikian saat ke Candi Jago. Di lokasi itu, sendratari berjudul Bungkara Pradnya Paramitha atau penjalanan hidup dari Kendedes, disajikan kepada pengunjung. Karena penyajiannya dalam bentuk bahasa Jawa, Friendship Force dibantu guide mengartikan kata demi kata dari  penampilan sendratari yang ditampilkan tersebut.
“Apa yang dilakukan ini merupakan program pertukaran budaya. Di mana untuk pelaksanaannya, dilakukan bergantian antar anggota Friendship Force. Sementara anggota yang tergabung dalam   Friendship Force, meliputi dari  Amerika Serikat, India, Brazil hingga Kanada. Jadi, ini sifatnya murni pertukaran budaya,” kata anggota Friendship Force, Irma Yuniara Sari kepada Malang Post.
Sedangkan Bupati Malang, Rendra Kresna berharap upaya pihaknya untuk terus mengenalkan kekayaan obyek wisata di Kabupaten Malang dapat berjalan maksimal.  Harapannya, mampu lebih mengenalkan sejarah atau budaya yang ada di kabupaten. Apalagi, kunjungan yang dilakukan tidak hanya pada pusat-pusat sejarah.“Mudah-mudahan potensi wisata yang ada ini, bisa diperkenalkan lebih jauh dan lebih luas. Sehingga, akan kian menarik wisatawan mancanegara,” kata Rendra Kresna. (sigit rokhmad)