Upaya Membuka Jendela Dunia Lewat Malang Cyber Park

Cyber Park, mungkin masih asing di telinga warga Kota Malang. Tapi ketika berada di alun-alun Merdeka, bisa jadi istilah itu langsung familiar. Apalagi, setelah di taman pusat kota itu, masyarakat bisa berselancar di dunia maya, sepuasnya.

Sekelompok anak muda, tampak memelototi laptop di pangkuannya. Dari lima orang yang berkelompok itu, terlihat ada tiga laptop yang menyala. Sesekali mereka tertawa bersama-sama. Di sisi yang lain, saling dorong dan diselingi tertawa lepas.
Di sisi lain di Alun-alun Merdeka, dua pasangan muda serius melihat sesuatu lewat laptop yang dipegang sang laki-laki. Jari telunjuk sang wanita, seperti menulis di monitor. Kemudian ada percakapan diantara mereka berdua.
Ada juga yang terlihat tersenyum sendiri, sambil mata wanitanya menatap layar tablet yang dia pegang. Sebuah ice cream yang hampir meleleh, ada di samping lengkap dengan camilan.
Itulah ekspresi wajah, yang saat ini sering terlihat di alun-alun Merdeka. Suasana yang nyaman, rindang dan angin semilir yang berhembus di tengah suasana panas, membuat aneka ragam gadget, bertebaran di alun-alun. Gadget itu, dibawa si empunya, untuk berselancar di alun-alun yang konon sudah dikenal sejak 1914 itu.
‘’Sedang internetan. Disini sudah ada  wifi (wireless fidelity, Red.). Jadi bisa internetan,’’ kata Andre, salah satu pengunjung, menjawab pertanyaan Malang Post.
Ya, sejak dicanangkan sebagai kawasan cyber park, Sabtu (4/5) lalu, di sekitar kawasan Alun-alun merdeka, sudah dipasang wifi. Semua pengunjung, bisa memanfaatkan wifi itu. Meski terlebih dahulu harus membeli Speedy Instan Card di Plaza Telkom.
‘’Harganya 10 ribu, dapat dipakai selama 3 hari. Murah, kalau di warnet satu jam kami harus membayar Rp 2500 perjam,’’ kata siswa salah satu SMP negeri ini.
Menjadikan alun-alun sebagai salah satu titik cyber park, menjadi salah satu program PT Telkom Indonesia Tbk. Rencananya, di seluruh Malang Raya akan ada 15 ribu titik wifi. Saat ini, yang sudah terpasang sekitar 500 titik wifi. Alun-alun Merdeka salah satu diantaranya.
‘’Cyber Park merupakan program PT Telkom Indonesia untuk menuju Indonesia Digital Network,’’ kata Manager Wireless Broadband Telkom Jatim, Susilo kepada Malang Post.
Alun-alun dipilih sebagai pilot project, karena kawasan itu menjadi tetap berkumpul semua orang. Termasuk di pusat keramaian di Kota Malang. Secara otomatis, sebagai area public, alun-alun sangat terbuka. ‘’Kalau dipasang wifi, jelas akan menguntungkan banyak orang,’’ sebutnya.
Uniknya, saat program cyber park ini, dikenalkan ke sekolah-sekolah, tidak seluruh sekolah mau menerima. Padahal menurut Susilo, sejak Febuari lalu, pihaknya terus melakukan sosialisasi, dengan pemasangan wifi di area-area sekolah. Untuk program di sekolah ini, Telkom memberi nama Indy School.
Tidak jelas, alasan sekolah menolak, meski ada juga yang menerima. Tetapi Telkom sebagai penyedia layanan, tidak pernah memaksakan kondisi tersebut.
‘’Tujuan kami cukup jelas. Agar seluruh masyarakat Kota Malang ini melek internet. Karena selain ilmu yang didapat dari sekolah, internet merupakan pusat pengetahuan. Bisa dikatakan internet sebagai alat untuk membuka jendela dunia,’’ kata Susilo.
Sama dengan di Alun-alun Merdeka, untuk sekolah, akses internet bisa diakses lewat wifi. Konsepnya, persis seperti cyber park. Bedanya hanya dinama. Indy School.
‘’Bahkan untuk memperkenalkan konsep cyber park ini, Telkom memberikan username dan password secara gratis,’’ imbuhnya.
Sekalipun di cyber park, internet dapat diakses denga bebas. Namun tetap ada batasan. Telkom sudah melakukan penyaringan secara ketat. Sehingga, para siswa pun tidak akan mendapatkan informasi yang salah.
‘’Jadi orang tua tidak perlu khawatir. Seluruh situs porno atau yang mengandung unsur-unsur porno, sudah diblok. Jadi internet di cyber park, pasti aman,’’ kata dia. (Ira Ravika)