Kalau Umat Kaffah, Tugas Polisi Lebih Ringan

Bagi yang tidak tahu,  orang yang satu ini mungkin dianggap sebagai seorang dai atau ustad. Suatu subuh, dia datang ke sebuah masjid untuk memberikan kuliah subuh. Gayanya persis seorang ustad, baju takwa, kopyah hitam dan sebuah kita Alquran tergenggam di tangannya. Meskipun namanya kuliah subuh, dia tidak berceramah melulu soal agama, tapi yang paling utama adalah soal Kamtibmas ditinjau dari sudut agama.

DIA adalah Kompol Rofik Ripto Himawan, seorang perwira muda yang menjabat sebagai Kapolsek Blimbing Kota Malang. Kunjungannya ke masjid di wilayah Kecamatan Blimbing, tempat dia bertugas, menjadi kegiatan rutin. Biasanya kegiatan itu dilakukan dalam bentuk Safari Jumat, berkunjung ke masjid-masjid di wilayahnya tiap hari Jumat. Usai salat Jumat, biasanya dia minta waktu sebentar untuk memberikan penjelasan soal Kamtibmas dengan bingkai ajaran agama.
Saat tampil di mimbar, Rofik sangat meyakinkan, dengan penampilan dan penguasaan ilmu agama yang memadai. Maklum, sejak kecil dia memang berada dalam lingkungan pengikut agama yang ketat. Ayahnya memiliki pesantren di daerah Salaman Kabupaten Magelang. Tak heran bila Rofik sangat fasih menyebut ayat-ayat Alquran dan hadits Rasulullah yang dijadikan patokan dalam pembicaraannya.
Jumat lalu dia tampil di hadapan jamaah masjid Assalam Arjosari dilanjutkan Minggu Subuh di masjid Cut Nyak Dien Perumahan Srikandi. Biasanya Rofik mengirim surat kepada pengurus masjid agar diberi kesempatan untuk bicara, tapi saat  kuliah subuh itu justru dia yang diundang. ‘’Terima kasih, biasanya saya yang minta, sekarang justru saya yang diminta untuk bicara,’’ katanya.
Dia mengingatkan para jamaah masjid untuk menjadi muslim yang kaffah, yang total dalam semua aspek kehidupan. ‘’Saya yakin, kalau semua kaum muslimin menjalankan agamanya dengan sungguh-sungguh dan kaffah, masalah Kamtibmas akan teratasi. Kami dari polisi tidak perlu repot-repot bertugas karena semuanya berjalan aman. Sesekali saya datang ke masyarakat menanyakan keadaan, kalau aman, ya saya kembali ke kantor,’’ terangnya.
Muslim kaffah harus mampu menjaga hubungan antara manusia dengan Tuhannya (hablum minallah) dan hubungan dengan sesame manusia (hablum minannas). Manusia harus mampu menjaga dua hal ini secara seimbang, tidak boleh mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain, sesuai yang diperintahkan Allah. Rajin ibadah dan menjalin hubungan baik dengan sesama manusia, termasuk dalam kehidupan bertetangga. Banyak orang yang tidak peduli, bahkan tidak kenal dengan tetangga di sebelah rumahnya.Sikap individualistis ini justru menyuburkan tindak kejahatan.
Ada orang yang mencurigakan masuk ke rumah tetangganya yang tengah ditinggal pergi, tapi didiamkan saja dengan alasan tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Padahal kata dia, dalam ajaran Islam disebutkan, tidak disebut seseorang itu iman kepada Allah dan hari akhir kalau dia tidak memuliakan tamunya. Sikap peduli terhadap lingkungan ini merupakan bagian dari self policiying dan dalam lingkup yang lebih besar dalam community police. ‘’Karena jumlah polisi dan masyarakat tidak imbang. Untuk wilayah Blimbing saja, rasionya mencapai 1 : 2800, satu polisi membawahi 2800 orang. Tentu ini sangat berat,’’ tegasnya.
Untuk itu dia minta masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri, dengan tidak melakukan tindakan yang merangsang penjahat untuk beraksi. Salah satu penyebab munculnya kejahatan menurut dia adalah adanya suitable target atau target yang mudah dan pas. Dia mencontohkan, banyak ibu-ibu pergi ke pasar mengenakan perhiasan seperti kalung, gelang dan lainnya. Selain itu, biasanya mereka juga membawa dompet uang yang besar yang dipegang sambil jalan. Tindakan ini merangsang penjahat untuk beraksi, karena memang peluangnya diciptakan oleh masyarakat sendiri.
Belum lagi masalah curanmor yang tetap marak dan sulit untuk diberantas. Dia mengaku, dari sekian banyak curanmor di wilayahnya, sangat sedikit yang terungkap, selebihnya raib entah ke mana. Untuk itu masyarakat juga harus bisa menjaga diri dan hartanya dengan menyimpan menggunakan kunci yang sangat aman. (husnun n djuraid)