Taman Baca Amin yang Memanfaatkan Bekas Peti Kemas

Banyak cara dilakukan masyarakat Indonesia, untuk memperingati Hari Buku Nasional, 17 Mei. Tak terkecuali, hal ini juga disambut Taman Baca Amin Kota Batu, Jalan Sultan Agung Kota Batu. Lantas bagaimana geliatnya?
 
Siang itu, cuaca di Kota Batu sedikit tidak bersahabat. Hujan turun mengguyur kota wisata ini, sejak siang. Namun cuaca itu, tidak menyurutkan semangat sejumlah anak-anak, untuk datang ke sebuah tempat taman baca.
Ada yang sibuk dan tekun membaca sambil duduk di sofa. Ada juga yang berlarian menuruni tangga untuk masuk di sebuah ruang berbentuk bundar.  Taman baca dengan nama Taman Baca Amin ini, adalah taman baca swasta yang dikelola dan didesain secara sangat unik.
‘’Adik, kalau keluar dan mau masuk ke ruangan lainnya, sandalnya dipakai, ya. Baru kalau mau masuk ke dalam ruangan, dilepas lagi,’’ teriak seorang wanita berjilbab yang merupakan salah kru taman baca ini.
Wanita ini adalah Dian Pertiwi. Satu dari tiga kru Taman Baca Amin. Senyum ramah, selalu berkembang kepada tiap pengunjung. Termasuk saat meminta pengunjung mengisi buku tamu, sapaan hangat tidak pernah terlepas.
‘’Silakan nikmati bacaan yang ada. Ini kunci loker untuk menyimpan barang anda,’’ katanya kepada pengunjung, sembari memberikan kunci loker.
Di musim liburan sekolah, taman baca ini menjadi jujugan. Tak heran jika yang datang, tak hanya dari Batu. Tapi juga Malang Raya dan luar kota.
‘’Senang bisa datang kesini. Saya dan teman-teman sekolah datang ke Batu untuk liburan sekolah. Ini baru pertama datang ke taman baca ini.Ruangannya asyik dan enak. Koleksi bukunya juga banyak,’ aku Muhammad Iqbal, siswa MTS Hasyim Ashari Pakisaji, Kabupaten Malang yang datang bersama belasan teman sekolahnya. ‘’Bisa jadi, desain dan konsep yang diusung dari sang pemilik taman baca ini, Jatim Park Group, satu-satunya di Indonesia. Taman baca ini didirikan dengan memanfaatkan bekas peti kemas, sebagai ruangan taman baca yang nyaman.
Ada tiga peti kemas di komplek taman baca ini. Semuanya menjadi ruangan baca pengunjung. Selain tersedia aneka macam buku, ruangan per ruangan terasa terkesan mewah dan tenang, plus sejuk dengan hembusan AC.
‘’Kami memiliki tiga ruangan baca (peti kemas, Red) di lantai dua yang dibedakan dengan tiga warna. Merah, kuning dan biru. Satu ruangan lagi berbentuk bundar yang ada di lantai satu. Semuanya bisa dinikmati secara free,’’ terang Dian Pertiwi, crew Taman Baca.
Tiga warna pembeda itu, sekaligus menandai pembagian jenis atau kategori buku bacaan, untuk memudahkan pengunjung dalam mencari buku. Ruangan bundar, dikhususkan untuk anak-anak dengan tersedia buku bacaan anak-anak.
Box warna kuning, khusus buku-buku tentang wanita, merah untuk remaja dan biru untuk umum. Buku yang tersedia mulai tentang buku pengetahuan, ketrampilan, kesehatan dan lain-lain.
Untuk sampai di ruangan-ruangan taman baca ini, pengunjung akan melintasi jalan yang terdesain bak pintu masuk koridor busway yang berdindin transparan. Sehingga mereka juga bisa menikmati keindahan alam Kota Batu.
Taman Baca ini didirikan sejak 30 November 2008, dengan mengusung tujuan berusaha meningkatkan minat baca masyarakat Kota Batu.
Hampir lima tahun berjalan, Taman Bacaan Amin memiliki sekitar 8 ribu buku. Tiap bulan, ada penambahan koleksi buku antara 10-15 buku. Hanya saja, semuanya bisa dibaca ditempat. Tidak boleh dipinjam dengan dibawa pulang.
‘’Pengunjung boleh foto copy naskah buku, dan kami juga siapkan mesin fotocopy dengan biaya sendiri. Mungkin itu yang menjadi pembeda antara taman baca ini dengan perpustakaan umum. Koleksi kami mulai dari majalah anak-anak, novel remaja, novel anak-anak, buku, majalah remaja, ilmu pengetahuan dan pendidikan,’’ ucap Dian.
Masyarakat Batu bisa dengan mudah mengunjungi Taman Baca Amin. Taman baca ini buka setiap hari. Kecuali Jumat dan Minggu, serta tanggal merah, buka sejak pukul 11.00 WIB sampai 21.00 WIB. Sedangkan di hari lain, buka sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB.
 ‘’Kami merupakan lembaga non provit dari Jatim Park Group. Kami misi murni sosial. Buku diusahakan selalu up to date dan menyediakan tempat yang nyaman. Kami juga siapkan charger hp dan laptop. Kalau full bisa nampung 15 anak, biasanya ada yang pulang kemudian ada datang lagi,’’ tambah Dewi.  (poy heri pristianto)