Geliat Sekolah Eks RSBI Menjelang Tahun Ajaran Baru

TAHUN ajaran baru mendatang, tidak ada lagi sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), yang biasanya jadi pertimbangan orang tua memilih sekolah. Meski tidak lagi berstatus RSBI, namun sekolah-sekolah ini masih mempertahankan ciri khas RSBI-nya. Lalu apa yang kini menjadi program unggulan di sekolah-sekolah eks RSBI itu, agar tetap jadi sekolah unggulan?

Pagi itu, suasana di SDN Kauman 1 terlihat cukup ramai. Para siswa tampak tengah menikmati jam istirahatnya. Ada yang asyik makan di kantin sekolah. Ada juga yang bermain bola di halaman. Disisi lain ada sejumlah siswa yang tampak sibuk membersihkan ruang kelas menggunakan sapu ijuk.
SDN Kauman 1, adalah SD yang mempelopori status RSBI. Status tersebut memang tidak lagi disandang. Tapi program-program unggulan masih berjalan. Seperti program bilingual, yaitu pembelajaran menggunakan dua bahasa.
’’Anak-anak tetap dibiasakan untuk mengenal bahasa asing dan juga mempraktikkannya sehari-hari,’’ kata Kepala SDN Kauman 1, Dra R Kartini M.Pd.
Bahkan tahun ini, SDN Kauman 1 akan mengintensifkan pembelajaran bahasa Jawa. Sebelumnya bahasa Jawa hanya diajarkan di kelas sebagai muatan lokal. Sejak tahun ini akan diprogramkan hari khusus berbahasa Jawa di sekolah.
’’Anak-anak sekarang ini bahasa Inggrisnya jago, tapi bahasa Jawa nya kurang. Jadi perlu ada program khusus,’’ ujarnya.
Pendalaman bahasa Jawa ini, menurutnya, penting dilakukan selain untuk melestarikan budaya juga sebagai upaya pendidikan karakter.
’’Sekolah kami tahun ini juga memfokuskan pada program pembentukan karakter siswa sesuai amanat kurikulum 2013,’’ ujarnya.
SMAN 3 Malang sebagai sekolah pertama di Malang yang mengemban amanat RSBI, juga memiliki program pengembangan bahasa Jawa. Rencananya sejak tahun ini akan ada jam khusus bagi siswa untuk belajar bahasa Jawa.
’’Rencananya program ini akan direalisasikan tahun ini. Tapi kami masih mencari guru bahasa Jawa yang ternyata cukup langka,’’ ujar Kepala SMAN 3, HM Sulthon M.Pd.
Alasan pengajaran bahasa Jawa yang sudah lama tidak dikenalkan di SMA, menurut Sulthon perlu dihidupkan lagi. Sebab bahasa Jawa adalah salah satu media untuk membentuk kehalusan budi anak didiknya.
SMAN 3 tahun ini akan menerima sebanyak 276 siswa baru. Kelas khusus akselerasi rencananya masih akan dibuka untuk satu kelas saja. Dengan syarat IQ minimal 130.
Terus memacu kualitas menjadi target sekolah-sekolah eks RSBI. walaupun untuk beberapa hal sudah tak lagi menjadi prioritas.
‘’Dulu ada target bahwa di sekolah RSBI, guru harus S2 linear. Karena sudah tidak lagi dikejar target RSBI, maka guru tidak kami wajibkan lagi,’’ kata dia.
Namun kepala sekolah yang biasa dipanggil ustadz ini akan terus berupaya mendorong para guru untuk meningkatkan kualitasnya. Baik melalui workshop, pelatihan dan kegiatan peningkatan kompetensi yang lain.
Selain itu jalinan kerjasama luar negeri melalui program sister school juga masih akan dilanjutkan. Bahkan bulan depan, rencananya siswa SMAN 3 akan melakukan student visite ke Thailand.
Soal prestasi sekolah ini juga tak mau ketinggalan. Tahun ini salah satu siswanya akan berangkat ke Yunani untuk mengikuti olimpiade internasional Astronomi.
Bagaimana terkait pembiayaan bagi masyarakat? Dulu SMA RSBI bebas memungut hingga Rp 7,5 juta sementara SMA non RSBI hanya boleh maksimal Rp 3 juta saja.
Tahun ini, sekolah belum mematok besaran biaya.  Karena semua sekolah sepakat baru boleh membicarakan dana setelah proses penerimaan selesai.
Namun bagi SMAN 3 partisipasi masyarakat masih amat dibutuhkan. Sebab sekolah memiliki banyak program yang membutuhkan bantuan dari masyarakat.
‘’Untuk pembinaan olimpiade saja butuh dana yang cukup besar, termasuk biaya perawatan dan upgrade IT,’’ urainya.
Semangat pemerintah mencanangkan program RSBI agar sekolah di Indonesia bisa setara luar negeri, sempat menimbulkan polemik di masyarakat. Sebab sekolah RSBI dianggap makin mahal dan tidak terjangkau.
Karena itu masyarakat menggugat melalui Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membubarkan RSBI. Dan akhirnya pada awal tahun 2013, MK membubarkan program RSBI. (lailatul rosida)