Banyak Keuntungan, Bentuk Komunitas Malang Online Trader

BERMUNCULANNYA pebisnis online, membuat PT. Pos Indonesia Malang peduli. Kantor pos yang berada di Jalan Merdeka Selatan tersebut membuat member card untuk pebisnis online yang kerap menggunakan jasa pengiriman melalui kantor pos, dengan nama program Komunitas Malang Online Trader (KMOT). Banyak keuntungan yang nantinya didapatkan oleh member. Salah satunya, pada periode awal dipastikan mendapatkan potongan sebesar 10 persen ketika melakukan transaksi pengiriman seperti EMS, post express dan kilat khusus.
Manajer Penjualan Kantor Pos Malang, Rusdianto mengungkapkan, pengiriman EMS, post express dan kilat khusus biasa digunakan pebisnis online untuk mengirimkan barangnya. Dia mengakui, selain promosi, namun para pebisnis online yang tergabung dalam member ini akan diuntungkan. “Suatu saat, mereka bisa mengirim dengan biaya kami tanggung dulu jika pengirimannya banyak. Itu satu keuntungan yang kita tawarkan. Yang jelas, akan selalu berkembang keuntungan yang ditawarkan,” paparnya. Langkah awal untuk memiliki member card itu,  pebisnis online harus mengisi data-data mulai alamat blog, website, Facebook atau BlackBerry Group jika benar-benar sedang menjadi seorang trader online. “Di formulir dicatutkan nama alamatnya. Jadi tidak ada kebohongan, selain itu menyertakan fotocopy dari KTP,” lanjut Rusdianto.
Setelah data masuk, dalam kurun waktu kurang lebih tiga hari, proses pembuatan member card. Apabila sudah jadi, customer service akan menghubungi nomor telepon yang disertakan, dan diperbolehkan mengambil member card tersebut untuk digunakan bertransaksi saat itu juga. “Bila member bertransaksi menghabiskan biaya hingga Rp 100.000, maka dengan menunjukkan kartu tersebut, cukup membayar Rp 90.000. Voucher akan dikeluarkan oleh petugas, dan disimpan di pos sebagai bukti sudah digunakan, dan untuk perhitungan kantor pos sendiri. Tetapi ini hanya berlaku ketika transaksi di kantor pos Malang Raya saja, karena membership ini merupakan program kami,” terang pria berusia 47 tahun itu.
Di sisi lain, kantor pos juga akan terbantu dalam proses pemetaan paket, apa itu dari bisnis online atau regular. Rusdianto menerangkan, bagian mana yang menyumbang transaksi terbesar lebih mudah diketahui. Hingga pertengahan Mei ini, masih menurutnya, sudah ada 44 member yang terdaftar dan sedang proses verifikasi. Dilanjutkan pria kelahiran Sidoarjo tersebut, ada beberapa yang masih diproses. Dalam waktu dekat, di bulan Juni ini, ada kelanjutan dari membership komunitas trader tersebut akan diadakan gathering bagi yang telah terdaftar  untuk saling mengenal satu sama lain. Karena menurut Rusdi, dia sendiri belum pernah melihat keseluruhan wajah dari member.
“Jika mereka sudah berkumpul, bisa untuk memberi informasi mengenai supplier yang kurang bertanggung jawab atau bisa dikatakan mendapat kode merah, atau bahkan jika member tersebut sebelumnya agak bermasalah, pasti termotivasi untuk berbisnis dengan benar. Kami ingin sekali, komunitas itu hidup layaknya komunitas sebenarnya. Bukan hanya karena menjadi member, namun kerjasama dalam berbagai hal akan juga tercipta,” pungkasnya. (stenly rehardson/marga nurtantyo)