Dibalik Sukes Wayang Ruwatan Massal Malang Post

SEMARAK penyelenggaraan wayang  ruwatan massal yang digelar Malang Post dan berakhir Minggu dini hari kemarin,diapresiasi positif berbagai pihak. Tidak saja dari jajaran Pemkot Malang,tapi  juga  turis manca negara yang secara khusus  meluangkan waktu menyaksikan wayang ruwatan ini.
menampilkan dalang Ki Supangi Wedhar Bawono SH dari Pakis Kabupaten Malang ini.

Calon Wakil Walikota terpilih, H.Sutiaji menyatakan sangat mengapresiasi Malang Post yang memprakarsai pagelaran wayang ruwatan dengan dalang Ki Supangi Wedhar Bawono SH dari Pakis Kabupaten Malang ini.
Politisi PKB ini menilai  wayang kulit tak ubahnya media dakwah yang menjadi cerminan kehidupan umat manusia. "Wayang sendiri menjadi gambaran kehidupan kita bahwa ada sisi baik dan sisi bathil. Semuanya menjadi pelajaran berharga dan pedoman hidup. Kami bertekad melestarikan wayangan sebagai agenda rutin Pemerintah Kota Malang agar akar budaya bangsa tetap terjaga," seru Ustad Sutiaji yang nampak antusias menyaksikan pagelaran wayang ini.
Pernyataan Sutiaji tersebut diamini Kabag Humas Pemkot Malang Ir.H.Ade Herawanto,MT yang sejak awal  turut mensuport kegiatan ini. Ade,sapaan akrabnya, menuturkan dirinya memang memikirkan beberapa ‘’terobosan’’ baru untuk  tetap melestarikan pagelaran wayang kulit. Termasuk tidak tertutup kemungkinan ‘’dikolaborasikan’’ dengan pertunjukan musik dan sebagainya. Dengan demikian,generasi muda juga tetap tertarik untuk menyaksikan pertunjukan yang baru berakhir pada dini hari ini.
‘’Terpenting adalah seni budaya asli bangsa Indonesia dapat   tetap lestari. Apalagi seni wayang sekarang semakin jarang dilakukan. Dulu wayang menjadi media dakwah oleh para sunan, salah satunya Sunan Kalijogo. Semangat dari para pini sepuh inilah yang patut kita teladani," tandas dedengkot band d’Kross ini.
Beberapa turis asing secara khusus juga mengapresiasi kegiatan yang menurut mereka sangat unik tersebut.Salah satunya adalah Marissa warga berkebangsaan Belanda yang Nampak antusias merekam seluruh rangkaian pertunjukan dengan kamera videonya. ‘’Luar biasa.Saya sangat senang mendapat kesempatan menyaksikan acara yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia ini,’’ ujar Marissa.
Hal senada dinyatakan beberapa turis asing yang tidak beranjak dari tempat duduk mereka untuk menyaksikan satu persatu adegan dengan lakon ‘’Lahire Betoro Kolo’’ ini. ‘’Kami sangat menikmati pertunjukan ini.Apalagi baru kali ini kami menyaksikan secara langsung pagelaran wayang,’’ cetus Joseph Smith,mahasiswa asal Australia yang hadir bersama beberapa rekannya.
Secara keseluruhan rangkaian pagelaran wayang berlangsung sukses. Para peserta ruwatan, sebagian  tinggal diluar Malang Raya bahkan ada yang datang dari Kalimantan,menyatakan  puas. "Semoga  ruwatan ini bisa menambah semangat kita semua untuk menjalani kehidupan yang makin nyaman dan dijauhkan dari segala bentuk mara bahaya maupun malapetaka,’’ cetus beberapa peserta.
 Setelah prosesi ruwatan  dipimpin Ki Supangi  Wedhar Bawono selesai sekitar pukul 24.00,maka para penonton ikut bersama-sama ‘’menyerbu’’ dan menikmati  puluhan nasi tumpeng yang dibawa oleh peserta ruwatan. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan benar-benar mewarnai kegiatan makan secara bersama-sama sebagai puncak acara.
Beberapa saat kemudian,Ki Supangi kembali melanjutkan pagelaran wayang yang berakhir tepat pukul 04.00 Minggu dini hari kemarin dengan disaksikan ratusan penonton yang tak beranjak dari tempat duduk mereka hingga bubaran. ‘’Kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar Malang Post yang selama ini terus peduli dalam upaya melestarikan budaya.Diantaranya dengan menggelar pagelaran wayang  ruwatan seperti ini,’’ cetus Ki Supangi. (nugroho)