Spekatakulernya Lomba Drum Band Malang Post-KDS

Siapa bilang tanpa sponsor, kegiatan besar tak bisa berjalan sukses ! Malang Post – KDS Display n Playpass Competition VI 2013 membuktikannya. Lomba drumband tingkat jawa timur yang diikuti 100 tim dan 6000 atlet dari Malang Raya dan kota-kota di Jawa Timur selama tiga hari itu berjalan luar biasa berkat kerja keras, kreatifitas dan pantang menyerah panitianya. Kolaborasi apik dan asyik antara Malang Post dan KDS. Bagiamana perjuangannya ?

Memasuki Tahun 2013 lalu, pengurus KDS Jr sudah mulai gelisah. Di balik gemerlap hingar bingar pergantian tahun, Budi Santoso, SH selaku penanggungjawab KDS Jr memanggil Damanhuri, Koordinator Pelatih KDS Jr di basecamp KDS, di Warung 9 Jalan Langsep 9 Kota Malang. Perbincangan dua orang itu fokus membahasa soal Lomba Drum Band tahunan memperingati HUT ke 99 Kota Malang,, Hardiknas dan Harkitnas. Tahun ini memasuki tahun ke 6.
Perbincangan singkat itu pun mengarah pada siapa yang menjadi ketua panitia untuk pelaksanaan tahun ini. Dari pembicaraan keduanya itulah, maka muncullah ide bagaimana kalau panitia melibatkan secara langsung pihak Malang Post, sponsor tetap lomba drum band KDS. Gus Daman, biasa dia disapa di KDS malam itu juga menghubungi Malang Post, dalam hal ini Abdul Halim, redaktur Malang Post yang memang sudah sangat dekat dengan KDS.
‘‘Mas, apa sampeyan mau kalau dijadikan panitia? Sebab ini SK kepanitiaan harus segera ditanda tangani oleh Ketua Umum PDBI Kota Malang‘‘ begitu percakapan gus Daman kepada Halim. Tanpa pikir panjang, Halim yang juga Humas KDS mengiyakan dengan syarat. ‚‘‘Saya siap saja asal semua pengurus dan anggota KDS mendukung saya nantinya. Kalau ada komitmen itu, saya siap Gus,‘‘ ungkap Halim dengan tegas.   
Maka disusunkan SK beserta jajaran kepanitiaan. Itu karena waktu sudah mepet. Pertengahan Januari digelarlah pertemuan pertama dengan agenda menyusun kepanitian dan pembagian job discription. Halim yang juga harus bekerja pada sore harinya hingga malam, akhirnya memutuskan untuk melakukan koordinasi setiap minggu. Dan itu disetujui semua panitia dengan tempat pertemuan sementara di Warung 9.
Langka terobosan pertama adalah mencari dana. Karena alokasi dana yang dibutuhkan untuk lomba besar ini, sekitar 150 juta. Besaran dana ini karena alokasi sewa GOR, konsumsi, dan uang pembinaan kepada juara 1-3 untuk masing-masing klasemen. Karena itulah, panitia langsung gasss poool di awal tahun untuk mengejar dan memburu dana sebesar-besarnya.
Nur Faridatussolihah, yang menjadi sekretaris pun bergerak cepat membuat proposal. Namun saat pertemuan kedua, Halim selaku ketua panitia menyampaikan gagasan agar pencarian sponsor diubah polanya. Kalau biasanya panitia bagian sponshorsip bergerak ke perusahaan-perusahaan dan instansi, maka tahun ini dicoba dibalik.
‘’Kita gelar gathering bersama dengan kemasan penyampaian konsep acara lomba drum band Malang Post - KDS Display n Playpass Competition 2013. Harapannya dengan konsep ini, kita bisa menggaet sponsor besar dengan cara yang efektif. Kalau pun gagal, ini akan jadi model baru selain kita tetap bergerak aktif mendekati sponsor secara langsung,’’ ungkap Halim yang langsung diamini semua panitia.
Konsep Gathering pun dimatangkan. Dan diputuskan 24 Februari, Gathering dilaksanakan di Warung 9. Undangan disebar sekitar 50 perusahaan yang memang dibidik menjadi sponsor. Termasuk produk minuman yang awalnya sangat antusias, bahkan meminta waktu untuk presentasi, tapi pada akhirnya juga cuma omong doang. Tidak ada kabar beritanya sampai acara berlangsung.
‘‘Tidak ada masalah tidak ada sponsor. Yang penting kita kerja keras, tetap solid dan mengefektifkan pengeluaran yang ada. Seperti taglinennya KDS Jr, apapun kesulitan yang dihadapi KDS tetap Iiiiiiiii Sooooooo Aeeeeeee.!!!!,’’ tegas Halim di hadapan panitia yang tetap semangat meski laporan tiap Jumat petang, tidak berubah dan belum ada kabar baik soal sponsor yang menyuntik dana segar.(abdul halim/ bersambung)