Pagi-Siang Koordinasi Acara, Sore-Malam Latihan Kejurnas

Tak ada sponshorship membuat Malang Post – KDS semakin kreatif. Tim panitia pun semakin solid, bahkan menelorkan ide-ide baru dalam setiap pertemuannya. Gilanya lagi, selain harus memburu sponshorship, dalam waktu bersamaan, KDS jr sudah memutuskan untuk mengikuti Kejurnas Drum Band Hamengku Buwono Cup di Jogjakarta 20-24 Juni mendatang. Bagaimana panitia memecah pikiran untuk dua event yang sama besarnya dengan keterbatasan dana ?
Gathering sudah dilakukan. Terobosan baru yang dihadiri puluhan mitra yang dibidik menjadi sponsor untuk mengucurkan dana segar, tidak berujung kabar baik. Bahkan dua bulan menjelang lomba, proposal yang sudah disebar juga belum membuahkan hasil. Peserta TM 1 pun belum ketahuan akan mengikuti lomba atau belum. Sehingga panitia pun belum punya gambaran jelas, darimana nanti pemasukan keuangannya.
Tapi pengalaman lima kali menggelar KDS Display n PlaypassCompetition membuat panitia tenang. Panik ya, tapi tetap realistis sambil mencari terobosan-terobosan baru. Kondisi setiap pertemuan yang digelar Jumat di Warung 9 dan kadang di Hotel Margosuko juga tidak ada kemajuan. Semua isinya laporan-laporan dari panitia yang mayoritas menyebutkan: sponsor belum memberikan jawaban dan belum bisa bekerjasama.
Sampai akhirnya, Halim sebagai ketua panitia, membuat pertemuan khusus dengan Gus Daman, Manajer Teknis Malang Post-KDS Display n Playpass Competition 2013. Salah satunya membahas bagaimana solusi untuk mengamankan acara tahun ini. Yang membuat Halim sebagai Ketua Panitia semangat adalah Gus Daman meyakinkan bahwa kebiasaan peserta memang datar pada saat TM 2.  
‘’Santai Gus, optimis saja. Jangan beban. Kita bisa sukses seperti tahun sebelumnya kok. Kepanitiaan sekarang sudah sangat maju dan dinamis. Tetap semangat, Gus !!!‘‘ tegas Damanhuri, SE saat melatih KDS Jr di halaman SMA Panjura Klojen.
Motifasi Gus Daman itulah yang kemudian membuat Panitia tetap semangat. Dan yang patut diacungi jempol, kerja keras panitia tahun ini harus terpecah. Panitia yang jumlahnya sangat terbatas, harus berfikir dua fokus. Pertama menyukseskan Malang Post-KDS Display n Playpass Competition 2013 dan kedua, KDS Jr ikut Kejurnas Hamengku Buwono Cup di Jogjakarta 20-24 Juni mendatang.   
Praktis semua panitia pun disebar untuk bagi-bagi tugas. Dan tahun ini, para anggota KDS yang masih muda tapi cekatan juga diajak untuk mencari sponsor. Candra Ceye, Adit, Witono, Yudi dan Mada juga terjun langsung mencari sponsor. Pak Widodo, Bu Bambang, Bu Miftah juga mondar-mandir cari sponsor. Pak Nanang juga menyiapkan sarana dan prasarana. Sementara Pak Budi Santoso, penanggungjawab acara bertugas ‘mengamankan’ hasil akhir kerja panitia secara keseluruhan.
Memang tidak menonjol hasilnya. Tapi kerja keras panitia itu membuat suasana dan gairah kepanitiaan hidup. Semua aktif tanpa ada yang hanya bersikap seperti ‘raja’. Semua susah, semua kerja, dan semua gelisah memikirkan bagaimana menggerakkan acara besar tanpa pegangan modal sedikitpun.
Itu belum bagaimana tim KDS harus menyiapkan tim dalam kejurnas. Praktis, Damanhuri yang juga Pelatih KDS dengan sangat cermat membagi waktu. Sore sampai malam, latihan pun digeber secara rutin. Itu karena KDS harus siap menghadapi lomba Juni. Sementara acara besar lomba drum band KDS digelar akhir Mei hingga awal Juni. So, lepas acara, KDS langsung gass poll latihan dengan keras.
‘’Kalau hujan ya memakai jas hujan. Kalau tidak seperti ini, maka tidak akan mungkin bisa mengikuti Kejurnas dengan pola latihan yang tidak ketat. Apalagi display belum jadi. Kalau tidak mau malu, ya harus kerja keras. Karena latihan beda dengan lomba,’’ jelas Gus Daman mantap.
So karena harus latihan, maka tidak semua panitia bisa mengikuti koordinasi setiap Jumat sore. Hanya orang-orang tertentu saja yang hadir. Meski sedikit, tapi panitia ini benar-benar solid. Semua kegelisahan itu mulai mencair setelah pelaksanaan TM 2, Minggu (26/5) lalu. Saat itulah mulai jelas, jumlah pasti peserta yang menyentuh angka 100 tim. Kemudian KONI juga mengucurkan dana untuk membantu acara. Setidaknya panitia sudah mulai bisa bernafas, meskipun belum lega betul.   
Sebelumnya, Direktur Malang Post Juniarno Djoko Purwanto juga memberikan ide segar untuk menyelesaikan kesulitan mencari dana itu. Yaitu melalui juara favorit dengan polling di koran. Yaitu tim, mayoret dan gitapati favorit. Ide itu pun langsung disosialisasikan saat TM 2. Dan responnya bagus sekali.
Tim-tim yang sangat siap mengikuti polling kupon dengan sangat antusias. Masing-masing sekolah, orang tua dan pengurus tim berkompetisi secara sehat. Buktinya polling tertinggi dimenangi Tanwirussibyaan TK Anak Saleh dengan ribuan kupon.
Tidak hanya itu, tahun ini pun Malang Post memberikan Piala Bergilir Maskot Playpass untuk masing-masing klasemen, piala mayoret favorit, gitapati favorit, tim favorit dan the best supporter 1 dan 2. Penghargaan ini pun diapreasiasi luar biasa dari peserta.
‘‘Pelaksanaan tahun ini sangat bagus. Mas Halim sebagai ketua panitia turun langsung, beda dengan sebelum-sebelumnya. Semua terarah jelas, sehingga panitia yang lain juga bisa melakukan tugasnya masing-masing. Koordinasinya juga mantap,‘‘ terang Bu Bambang yang lagi bekerja keras memikirkan pemberangkatan tim KDS ke Jogjakarta.
Sukses acara ini membuat Malang Post dan KDS bangga. Lomba pun berjalan luar biasa sukses, dan semoga tahun depan lebih dahsyat lagi. Selamat berjumpa di Malang Post-KDS Display n Playpass Competition VII 2014 mendatang.(sir/abdul halim)