Ketika Pemimpin Redaksi se Indonesia Berkumpul di Nusa Dua (Habis)

Pertemuan Puncak Pemimpin Redaksi se Indonesia di Nusa Dua, benar-benar menjadi even yang menarik perhatian banyak pihak. Baik pro maupun kontra. Dari kalangan media sendiri, atau masyarakat umum. Apalagi gaungnya, sampai menenggelamkan pertemuan menteri-menteri luar negeri di ajang Forum Kerja Sama Asia Timur – Amerika Latin.

Awal Juni lalu, seharusnya kami berangkat ke Bangkok. Tapi undangan untuk hadir dalam 65th World Newspaper Congress yang diselenggarakan WAN-IFRA (The World Associaton of Newspapers and News Publishers, asosiasi surat kabar dunia), terpaksa kami tolak.
Padahal undangan atas nama saya dan Direktur Malang Post, H Djoko Purwanto, sudah di tangan. Ada hal lebih penting, yang membuat kami memutuskan tidak berangkat ke Bangkok.
Ternyata pertemuan di Nusa Dua Bali, 13-14 Juni kemarin, benar-benar bisa mengobati kekecewaan tidak jadi berangkat ke Bangkok. Apalagi dalam Pertemuan Puncak Pemimpin Redaksi se Indonesia itu, bisa bertemu dengan para Pemred dari seluruh Indonesia.
Sebagai sebuah media yang terbit di daerah ‘level dua’, jelas suatu kebahagiaan bisa berbaur bersama-sama media level nasional. Bahkan beberapa Pemred dari negara tetangga, ikut mengirimkan wakilnya.
Paling tidak, undangan hadir di pertemuan itu, sebuah penghargaan bagi korane arek Malang. Apalagi dari Jawa Timur, hanya ada tiga media cetak yang diundang. Jawa Pos, Surya dan Malang Post.
Belum lagi dalam acara itu, hadir para tokoh pers, tokoh media dari berbagai jenis, tokoh nasional dari kalangan politik maupun bisnis. Terutama sekali kehadiran Presiden SBY dan para menterinya.
‘’Wajarlah perwakilan media di Malang diundang. Jawa Timur, tidak lengkap kalau tidak ada Malang. Baik dari sisi ekonomi maupun pemerintahan. Jadi jelas Malang punya peran penting,’’ kata Ira Nihrawati, Pemred Radar Bogor, saat berbincang santai saat jedah makan siang.
Freddy Ndolu, salah satu Pemred majalah terkemuka di Jakarta menuturkan, saat ini setiap media harus memiliki jejaring. Terutama dengan media-media dari daerah.
‘’Karena banyak pebisnis yang tidak cukup hanya dengan mengandeng koran-koran nasional. Koran daerah, justru sangat penting untuk kebutuhan promosi mereka. Apalagi menjelang Pemilu 2014, media di daerah punya peran penting,’’ katanya.
Tak heran jika media dari hampir seluruh provinsi, ada wakilnya yang hadir. Mayoritas dari media-media itu, terutama media cetak, masih didominasi Jawa Pos Grup.
Seperti dari NTT, diwakili Timor Express. Kemudian dari Gorontalo ada Gorontalo Post, Makassar diwakili Fajar, Aceh yang hadir Rakyat Aceh dan beberapa media lainnya. Tentunya juga media-media besar berskala nasional yang ber-home base di Jakarta.
‘’Awalnya Forum Pemred ini, hanya sekadar kongkow sekitar tujuh teman-teman Pemred di Jakarta. Kemudian berkembang dan akhirnya sekitar 55 Pemred berbagai media dari beberapa daerah di Indonesia, melahirkan Forum Pemred secara resmi,’’ kata Don Kardono, Pemred Indopos, yang ikut mendirikan Forum Pemred pada 18 Juli 2012.
Bahkan para pendiri Forum Pemred ini, harus mau merogoh kocek pribadi cukup dalam, untuk bersama-sama mendirikan Indonesia Chief Editor ini. Urunannya Rp 12 juta.
‘’Karena memang sejak awal, kami mau independen, tidak mau terikat dengan siapapun. Untuk membiayai kegiatan itulah, kami urusan. Sedang biaya pertemuan ini, benar-benar murni dari sponsor,’’ papar Don.
Sementara untuk Pertemuan Puncak Pemimpin Redaksi itu sendiri, baru digagas dua minggu sebelum acara berlangsung 13-14 Juni kemarin. Waktunya, memang disamakan dengan pertemuan menteri-menteri luar negeri di ajang Forum Kerja Sama Asia Timur – Amerika Latin.
Selain menyesuaikan dengan waktu Presiden SBY di Bali, para menteri juga bakal hadir di even tersebut. Bahkan karena banyaknya menteri yang hadir, membuat mereka harus bergantian dengan waktu terbatas, untuk mengisi acara.
‘’Tapi siapa mengira kalau pertemuan Pemred, justru menenggelamkan acara berskala internasional itu. Apalagi, spanduk, umbul-umbul dan baliho pertemuan Pemred, lebih dominan dibanding even para menteri luar negeri,’’ sebut Ketua Forum Pemred Jawa Pos Grup ini, sambil tertawa.  (Ra Indrata)