Diskusi Kepanjen Jadi Ibu Kota, Peluang dan Tantangan (Habis)

Sebagai ibu kota, Kepanjen harus banyak berbenah, terutama untuk penyediaan infrastruktur dan fasilitas umum. Lantaran masih minim fasilita itulah Kepanjen masih belum banyak dilirik oleh investor untuk mengembangkan usaha dalam skala besar. Jalan-jalan yang menghubungkan Kepanjen dengan pantai-pantai di Malang Selatan harus lebih baik agar memudahkan orang untuk mengunjunginya.

SALAH satu bisnis yang berkembang pesat di Kepanjen saat ini adalah perumahan. Permintaan perumahan meningkat pesat beberapa tahun terakhir ini setelah banyak instansi Pemkab Malang pindah ke kota tersebut. Juara Rachman, seorang pengusaha perumahan asal Kepanjen mengatakan, saat ini permintaan rumah di Kepanjen cukup tinggi. ‘’Beberapa produk kami sudah habis dan saat ini tengah menyiapkan lokasi baru,’’ ujar pengusaha muda itu.
Dia mengakui perumahan dari berbagai tipe tetap dibutuhkan oleh pasar, baik oleh masyarakat Kepanjen sendiri maupun para pendatang yang bekerja di kota tersebut. Untuk saat ini, bisnis property perumahan masih tetap menarik, sementara untuk jenis yang lain masih belum menunjukkan prospeknya. Misalnya dia menunjuk bisnis perhotelan berbintang, yang dibutuhkan untuk para tamu pihak eksekutif dan legislatif, Juara menyebut saat ini masih belum ekonomis.
Diakui, memang banyak tamu pemerintah yang datang ke Kepanjen, tapi jumlahnya masih terbatas, sementara tamu lain dari pengusaha misalnya, masih belum banyak. Secara bisnis, hotel berbintang – minimal bintang 3 – masih belum waktunya dibangun di Kepanjen. ‘’Ya, karena belum feasible. Paling tidak untuk waktu dua tahun berjalan masih belum menguntungkan, mungkin baru pada tahun ketiga bisa menguntungkan,’’ bebernya.
Untuk lebih merangsang pertumbuhan Kepanjen, dia mengusulkan agar wisata pantai di Selatan dikembangkan, terutama membangun akses dari pantai ke Kepanjen. Para wisatawan bisa mengunjungi pantaii, semisal Kondangmerak yang sangat indah itu dan menginap di Kepanjen yang menjadi pusat transitnya. Kalau ini sudah dilakukan, baru Kepanjen butuh hotel berbintang, karena banyak wisatawan yang memanfaatkan Kepanjen sebagai tempat menginap.
Selain jalan, fasilitas umum di dalam kota juga harus disiapkan, termasuk alun-alun dan fasilitas umum lainnya. Saat ini ada lokasi yang dianggap ideal untuk membangun ruang terbuka umum yakni di belakang gedung DPRD, meskipun di lokasi tersebut ada tiang listrik SUTET. Saluran itu bisa diletakkan di tengah dengan taman yang bagus  sedangkan di kiri kananya dibangun jalan.
Senada dengan Juara, Kresna Dewanata menyebut Kepanjen sudah layak sebagai sebuah kota meskipun fasilitasnya harus lebih dilengkapi. Dibanding daerah lain, masyarakat Kepanjen lebih kota karena situasi dan kondisi yang mendukung. Sebagai sebuah kota, maka perlu dilakukan  zonisasi berbagai aktifitas, salah satunya adalah kawasan khusus perdagangan. Dua pasar yang ada bisa dimaksimalkan untuk jenis dagangan yang berbeda. ‘’Saat ini sudah ada dua pasar besar, Pasar Kepanjen dan Pasar Sumedang yang masing-masing bisa digunakan berjualan barang dagangan khusus,’’ ungkapnya. (husnun nd)