Brigadir Untung, Sang Juru Rawat ’Istri’ Polisi di Mapolresta

Bagi polisi, senjata api (senpi) bak istri pertama yang wajib dijaga dan dirawat pengunaannya. Tak terkecuali di Polres Malang Kota. Senpi jenis senapan dirawat khusus di salah satu ruang Sabhara. Yang ditugasi merawat dan menjaga ‘istri-istri’ polisi itu adalah Brigadir Seger Untung (52 tahun).

Usai upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-67, seluruh personil Polres Malang Kota, sibuk dengan tugasnya masing-masing. Kesibukan juga terlihat di salah satu ruang Sabhara, yang berjarak 10 meter dari lobi Mapolres. Disitu seorang pria sepuh berkacamata, tampak asik menekuni senpi.
Ruangan tersebut berukuran sekitar 6 x 7 meter, dengan akses satu pintu berwarna coklat tua. Dibalik pintu masuk, terdapat jajaran alat pemadam kebakaran, terbungkus rapi. Tangki-tangki itu berjajar dibawah satu rak setinggi sekitar dua meter, berfungsi sebagai sekat.
Ruang yang sempit itu, didesain sangat sederhana untuk menyimpan senpi jenis senapan. Di balik rak tinggi, adalah jajaran senjata yang diletakkan di atas kayu tak lebih dari dua meter. Yang disebut ini adalah rak kecil untuk senapan, setiap 10 cm ada lekukan untuk pucuk senapan.
Setiap rak menampung tak kurang dari 26 senapan, masing-masing sisi memiliki kuota 13 senapan. Paling ujung adalah tempat senapan semi otomatis buatan Amerika Serikat bernama Ruger Mini. Ini adalah senjata buatan tahun 1967-an karya L. James Sullivan dan William B Ruger, Yahudi kelahiran Brooklyn Newyork.
Setelah Ruger mini, tampak sejumlah US Jungle Carbine, senapan legendari buatan Inggris. Ini merupakan senapan tua peninggalan perang kemerdekaan yang masih dirawat Sabhara Polres Malang Kota. Jika tak salah, senapan ini dulunya rampasan perang dari tentara Sekutu (Inggris).
Kemudian rak yang paling gagah, menampung senapan serbu kebanggaan Indonesia. Yakni Senapan Serbu 1 – V2 (SS1-V2), varian pendek dari SS1, yang larasnya diperpendek. Senapan ini karya dari PT Pindad pada sekitar tahun 1990-an, masih tampak terpelihara.
Diantara deretan rak senapan itu, Brigadir Untung tampak menekuni sebuah SS1 V2. Alis matanya mengkerut, tangan kanannya menggenggam besi yang kemudian dimasukkan dalam pucuk senapan. Besi bernama setok itu diolesi oli khusus kemudian ditarik naik turun.
’’Kami merawat dan memiliki SS1-V2 sebanyak 14 pucuk, Ruger Mini 15 pucuk dan US Jungle Carbine sebanyak 30 pucuk,’’ terangnya kepada Malang Post.
Yang paling legendaris, kata Untung, adalah US Jungle Carbine, biasa dia sebut dengan US. Sebab, umur senapan itu lebih tua dari dirinya, bahkan sudah ada pada jaman ayahnya.
Kata dia, benda itu memang saksi sejarah perang yang kemudian dirawat oleh Polisi. ’’Saya sebenarnya petugas administrasi, namun tetap harus memiliki kemampuan merawat senjata,’’ terangnya.
Senjata yang ada diruangannya, digunakan untuk kepentingan patroli, pengawalan bank serta keperluan pengamanan pemilukada. SS1 - V2 sering dipakai untuk kegiatan patroli Sabhara unit tombak dan untuk pengawalan bank di Kota Malang. Mereka yang akan memakai senjata menemui Untung dan mengisi buku mutasi.
’’Saya menunggu senjata yang dikembalikan dan menjatah amunisi, semua mengisi buku mutasi untuk ketertiban adminsitrasi senjata,” katanya.
Senjata yang dibawa dan dikembalikan, harus dalam keadaan bersih dan amunisi dilepas. Karena senjatanya tiga jenis, maka ada tiga buku mutasi yang dipegang Untung. Pria ini telah tujuh tahun menangani senjata untuk Sabhara.
’’Mana yang layak dan tidak layak, saya yang bersihkan, dibantu anggota yang memegang masing-masing,’’ urainya.
Pembersihan senjata ada aturannya. Magazine dilepas, kemudian dikunci. Laras diambil kemudian disoket dengan besi bernama setok. Senjata itu juga dikasih minyak pelumas khusus bernama break free CLP Mil-L-63460.
’’Dulu ketika ada polisi khusus kereta api, kita juga punya enam pistol revelover kaliber 38. Kami sudah kembalikan ke bagian sarana dan prasarana (sarpras),’’ terang pria ramah ini..
Para Sabhara muda, paling senam membawa SS1-V2 yang tampak keren ketika dipakai. Serta US Jungle Carbine yang lebih enteng disandang, ketimbang Ruger mini. Sehingga kedua jenis senjata itu yang selalu keluar masuk dalam buku mutasi. ’’Saya paham senjata karena ada pembekalan dari sarpras,’’ imbuhnya.
Namun kendati sudah tahunan memegang senjata, Untung ternyata tak berani membongkar. Sebab, katanya hal itu memerlukan keahlian yang lebih khusus. Pihaknya hanya menjalankan tugasnya membersihkan senjata saja. ’’ Membongkar belum berani, kalau bersih membersih itu tugas kami,’’ ujarnya sembari terkekeh.
Tak hanya satu ruangan dengan senjata, ternyata Untung juga menyimpang puluhan peluru. Di laci mejanya, Malang Post diperlihatkan koleksi peluru para anggota.
Setiap senapan, dijatah 10 peluru, meskipun ada magazine yang muat sampai 15 peluru. Sebab, jika pelurunya sedikit, maka umur magazine akan lebih panjang.
’’Peluru ruger lebih panjang, yang ujungnya berwarna hitam itu untuk V2 itu peluru karet, yang paling pendek peluru US,’’ tandasnya.
Untung kembali asik dengan senjata-senjatanya, selesai menekuni senjata, pria itu kemudian duduk di kursinya. Antara senjata dan kursi Untung, hanya diberi sekat dua meja saja. Tugas pria ini sangat penting, menjaga dan merawat ’istri-istri’ para polisi, agar tak sampai ngadat ketika dipakai bertugas, atau bahkan raib. (Bagus Ary Wicaksono)