Nikmatnya Umrah Ramadan di Balik Pengetatan Kuota 2013

MEMASUKI hari ketiga Ramadan 1434 tahun ini, umat Islam yang berniat melakukan Umrah ke Tanah Suci terus berdatangan. Sekitar satu juta umat muslim mulai memadati kota Masjidil haram, Makkah yang kini terus berbenah menyambut musim haji tahun ini. Berikut laporan Imawan Mashuri, Dirut Holding TV grup Jawa Pos JPMC (Jawa Pos Multimedia Corp) yang sedang berumrah berburu Lailatul Qodar, yang pahalanya lebih dari seribu bulan.

Selepas Tarawih hari kedua Ramadan, Kamis (11/7) kemarin, Makkah diguyur hujan. Walau tidak deras, juga tidak lama, tapi cukup membasahi ratusan ribu jamaah yang baru saja berdesakan keluar dari Masjidil Haram.
Turunnya hujan ini cukup langka, dan belum tentu terjadi dalam lima Ramadan ini, sehingga disambut gembira warga. Tak terkecuali jamaah. Suhu udara langsung turun cukup lumayan dari 42 ke 38 derajat celcius.
Pasukan kebersihan Masjidil haram cukup cekatan membersihkan masjid dan halaman sangat luas, yang mampu menampung 2,5 juta jamaah itu. Tak lama kemudian sejumlah dermawan sudah membagi-bagikan kurma, makanan dan minuman untuk sahur, terutama jamaah yang berada di luar masjid.
Ramadan di dua kota suci ummat Islam; Makkah dan Madinah, memang cukup marak. terutama menjelang buka. Begitu banyak orang yang ingin membagikan takjil. Di antara shaf-shaf salat, digelar plastik panjang. Hampir di semua tempat. Termasuk yang di luar masjid, di jalan-jalan, teras-teras toko dan mal-mal di sekitar Masjidil Haram. Juga di Madinah.
Di atas plastik itu, yang di depannya sudah duduk jamaah karena bersiap salat Maghrib, makanan dibagikan. Menunya rata-rata kurma rutop. Yaitu kurma muda yang mulai matang. Enaknya luar biasa. Lalu air zam-zam atau teh Arab, dan berbagai tambahan. Seperti roti, buah, bahkan nasi kebuli, bergantung yang bershodaqoh. Siapa yang shodaqoh? Banyak sekali. Warga lokal maupun jamaah lain. Mereka berebut. Bahkan sampai menjemput jamaah yang masih di jalan, untuk diajak gabung di area plastiknya, bersama jamaah yang sudah duduk di sana.
Buka bersama seperti itu yang sering merindukan jamaah dari negara manapun. "Saya tidak pernah melewatkan kegembiraan ini," ujar Tahmit Lombok, Muthawif Shafira bersama sejumlah jamaahnya menikmati takjil yang guyup itu.

SUDAH RATUSAN RIBU
Hanya berselang jam, jamaah umrah yang berdatangan terus berhimpun di Masjidil Haram Makkah. Mereka datang dari berbagai daerah dan negara. Beruntung yang datang di hari pertama, bahkan yang sebelum Ramadan, seperti saya alami sehari menjelang Ramadan sampai hari ketiga Ramadan saat saya tulis laporan ini. Jumlah jamaah saat ini diperkirakan sudah lebih dari satu juta. "Padahal hari pertama masih sepi dan longgar," ujar Iwan Boddy, jamaah dari Asem Rowo.
Dalam dua hari, jumlah jamaah melonjak jauh. Ini karena hampir semua warga Saudi dan sejumlah warga dari jazirah Arab, sedang libur. "Kami libur kerja dan sengaja libur untuk umrah Ramadan. Karena umrah Ramadan pahalanya sama dengan berhaji bersama Rasulullah," ujar Kareem bin Asegaff, warga Jeddah yang bermobil ke Makkah bersama keluarga unt berumrah. (*)