Salwa Jasmine, Peserta Terkecil Muslimah Festival Indonesia

Sederetan prestasi yang diukir Salwa Jasmine Octavirly Putri Mawardi barangkali layak mendapat perhatian. Pasalnya, tak banyak anak seumurannya yang mampu menorehkan rentetan penghargaan seperti bocah kelahiran 28 Oktober 2001 tersebut. Dunia tarik suara sukses mengantar dara 11 tahun ini menjadi bintang panggung di usia yang masih sangat belia.

MELIHAT perawakannya yang mungil dan masih menggemaskan, siapa sangka jika nyanyian Salwa bisa membius audience yang sedang menyaksikan penampilannya. Karakter vokal yang jazzy bahkan bakal membuat siapapun sulit menebak umurnya jika tak melihat langsung sosok sulung dari tiga bersaudara putri pasangan Rudi Purwanto dan Lilik Oktaviana ini.
Berkat suara unik itulah, alumni Lomba Menyanyi Putri Kartini Malang Post 2012 ini mampu menyabet predikat bergengsi sebagai Juara III Muslimah Festival Indonesia yang dihelat di Sabuga, Bandung, belum lama ini. Salwa yang bulan Oktober mendatang genap berusia 12 tahun mampu menyisihkan puluhan peserta yang dari segi usia jauh lebih senior darinya.
Usai menyisihkan puluhan peserta dewasa di babak semifinal, lulusan SD Unggulan Al-Ya’Lu itu menjadi peserta paling mungil di babak puncak. Dari lima finalis yang lolos Grand Final, Salwa lah satu-satunya yang masih berstatus siswi kelas VI SD.
“Rasanya tidak percaya saya bisa menjadi Juara III karena saya finalis paling kecil,” ujarnya sambil menyingkap wajah yang merona merah.
Sulit percaya begitu saja, kedua orangtuanya bahkan sampai tiga kali bertanya ke panitia di balik panggung untuk sekadar memastikan apa benar nama sang putri yang dipanggil naik podium.
“Memang sulit dipercaya. Karena di babak final saya menyanyikan lagu yang belum pernah saya nyanyikan sebelumnya. Apalagi finalis lain terlihat sangat berpengalaman,” tutur gadis yang akan segera memulai bangku sekolah di SMPN 3 Malang ini.
Membawakan lagu ‘Semua Pasti Berlalu’ yang dipopulerkan La Luna, Salwa mengaku cukup grogi karena salah satu juri festival tersebut adalah Manik, vokalis La Luna sendiri.
“Saat audisi dan final sebetulnya saya dalam kondisi tidak fit. Selama karantina saya terus telpon papa untuk menentukan pilihan lagu,” lanjut dara yang memang mewarisi bakat musik dari papanya ini.
Penghargaan bergengsi dari ajang Muslimah Festival Indonesia tersebut hanya salah satu diantara banyak gelar prestisius yang pernah direngkuh peraih special award Lomba Fotografi Putri Kartini Malang Post tersebut.
Tak terhitung belasan penghargaan lain pernah disabetnya. Pencapaian remaja yang pernah menjadi pemenang lomba menyanyi tingkat kota tahun 2010-2011 ini tidaklah instan.
Sejak play group, bakat besar Salwa memang sudah terlihat. Dari situlah, kedua orangtuanya terus mensupport kemampuan sang putri mulai dari mengikutkannya les vokal sampai akhirnya berpartisipasi di berbagai lomba menyanyi tingkat anak-anak.
“Waktu masih 3 tahun, dia sudah bisa hafal lagu-lagu Agnes Monica dan Gita Gutawa dalam dua hari,” ungkap sang bunda, Lilik Oktaviana yang selalu me-make up sendiri anaknya tiap kali akan perform.
Sampai pernah suatu hari, guru Salwa membuatkan lagu khusus untuk dinyanyikan pada pentas seni sekolah. Konfidensi alumni TK Al Ya’Lu itupun kian tumbuh seiring talenta luar biasanya dan terus terasah sampai sekarang.
“Dari perlombaan dan festival-festival yang diikuti Salwa, kami sebagai orangtua selalu menanamkan persepsi bahwa dalam kompetisi itu ada kalah dan ada menang. Kalau menang itu bonus, jangan sombong. Kalau kalah jangan nangis, harus diterima dan terus bangkit,” timpal Rudi Purwanto, sang papa.
Baik Lilik maupun Rudi mengaku akan terus mendukung bakat istimewa putri sulungnya. Namun, keaktifan Salwa di dunia olah vokal diharapkan tak sampai mengganggu sekolahnya. Meskipun sering izin, namun selama ini prestasi akademik Salwa cukup membanggakan. Finalis Jagoan Cerdas Indonesia bersama Clevo dan Koran Anak Berani 2011-2012 itu mengaku terinspirasi sosok penyanyi idolanya, Tompi.
Seperti diketahui, Tompi adalah salah satu solois pria fenomenal Indonesia yang juga berprofesi sebagai seorang dokter. Salwa yang gemar menyanyikan lagu-lagu penyanyi berdarah Aceh itu mengaku ingin mengikuti jejak sang pujaan untuk menjadi dokter namun juga sukses di belantika musik tanah air.
“Kebetulan juga banyak orang menilai suara saya jazzy banget seperti Tompi. Mudah-mudahan cita-cita saya menjadi dokter sekaligus penyanyi bisa terkabul,” pungkas gadis yang tinggal di Pondok Blimbing Indah P3 itu. (tommy yuda pamungkas)