Dibalik Penyelenggaraan Top Model Busana Muslim

SUDAH menjadi agenda rutin bagi Asosiasi Model Malang (AMM) untuk menggelar kegiatan charity yang diawali dengan kompetisi Top Model Busana Muslim. Ajang kompetisi modelling yang digelar Malang Post, Matos dan Color Model Inc ini pun menyedot perhatian para fashionista, desainer busana hingga make up artist.

Suasana pagi di Matos masih lengang, namun beberapa orang di hall terlihat sibuk melakukan finishing panggung, mengatur tata lampu dan mengeset tata suara. Panggung besar dengan backdrop bernuansa merah dan emas terlihat manis, sementara di area venue, meja dan kursi untuk para penonton, juri dan peserta telah tertata rapi.
Menjelang siang, venue pun semakin ramai oleh para peserta. Penyelenggara yang awalnya was-was dengan jumlah peserta yang dinilai masih terlalu minim pun dibuat kewalahan karena banyak peserta dadakan yang memilih untuk mendaftar di last minutes.
“Kemarin saya masih di luar kota. Baru bisa daftar hari ini. Untung masih bisa,” ucap Pearlindah, salah satu peserta dari kategori C (usia 13-25 tahun).
Shuvia Rahma, Koordinator Pendaftaran menceritakan, sejatinya jumlah pendaftar sudah cukup memadai, hanya saja jumlahnya masih di bawah target yang dipasang oleh penyelenggara.
“Targetnya 90 orang, tapi sampai H-1 masih sekitar 50 orang. Cukup banyak tapi masih kurang. Ternyata di hari H banyak sekali pendaftar. Jumlahnya sampai lebih dari 100 orang. Senang meskipun di awal sempat deg-degan,” ceritanya antusias.
Sebagai acara tahunan yang telah digelar sebanyak 16 kali, Top Model Busana Muslim  tahun ini terbilang istimewa. Pasalnya, ada lomba tambahan yang juga menyedot perhatian peserta, yaitu Lomba Foto Anak Muslim.
“Ini kategori baru di tahun ini dan ampuh membuat acara menjadi lebih meriah,” kata pria berambut panjang ini.
Agung mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, acara Top Model Busana Muslim tahun ini juga masih membawa misi sosial yang sama dimana sebagian biaya pendaftaran akan disisihkan untuk selanjutnya dibagikan kepada fakir miskin dalam bentuk sembako.
“Disisihkan Rp 10 ribu dari tiap pendaftar. Rencananya aksi sosial akan digelar pasca acara,” ucap dia.
Kemeriahan acara Top Model Busana Muslim memang bukan sekadar omong kosong. Hal ini bisa dilihat dari penuhnya kursi-kursi penonton yang tersedia di sisi panggung. Belum lagi para penonton yang memilih untuk berdiri.
Acara yang disajikan pun tak melulu fashion. Make up demo, nasyid, kultum hingga hijab demo dengan mengambil model dari penonton menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung mall. “Kalau biasanya hijab demo memakai talent dari hijab stylish, maka kali ini lebih spesial, model dipilih secara on the spot,” ucap Dewi Yuhana, Redaktur Pelaksana Malang Post.
Sajian lagu islami dari penyanyi cantik Dianita, Salwa Jasmine, dan Ragilda Rachma juga sukses membuat penonton terhibur. Puncaknya adalah fashion show gabungan seluruh anggota AMM. Berbagai busana cantik dari Silla Dawilah dan setelan pria yang ciamik dari Gabrielle menjadi puncak perform sebelum pengumuman pemenang Top Model Busana Muslim 2013.
Nanang Inoransyah, pemilik Gab’s Agency mengatakan Top Model Busana Muslim menjadi ajang menjalin keakraban bagi para sekolah model di Malang. Karena itulah, setelah perform AMM, seluruh pemilik agency model naik ke panggung dan kompak mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada pengunjung mall. (Shuvia Rahma)