Mereka yang Bekerja Disaat Semua Orang Berlebaran (1)

Mereka tak libur disaat semua orang sibuk mudik Lebaran. Bahkan saat Idul Fitri pun, harus tetap bekerja demi lancarnya arus mudik dan layanan transportasi. Itulah kisah petugas Terminal Arjosari setiap Lebaran.

Matali dan Daniel Lasut, tampak sibuk di sudut ruangan Pos Pengawasan dan Pengendalian Terminal Arjorsai, kemarin siang.  Setiap lima menit, Matali harus memegang microphone lalu memberi pengumuman keberangkatan bus.
‘’Surabaya berangkat, Surabaya berangkat,’’ suara Matali pun menggema di area terminal terbesar di Malang Raya itu. Sejurus kemudian, bus ekonomi tujuan Surabaya bergerak meninggalkan Terminal Arjosari.
Sedangkan Daniel Lasut yang berdiri disamping Matali, sibuk memeriksa jadwal keberangkatan bus. Sesekali, matanya melihat jam. Jangan sampai pemberangkatan bus tak tak sesuai jadwal.
Itulah kesibukan pos siar, begitu istilah populer Pos Pengawasan dan Pengendalian Terminal Arjosari. Kebanyakan orang bisa saja menyepelekan pekerjaan ini. Tapi jangan salah, pekerjaan ini bisa berakibat fatal jika lalai atau pun tak disiplin.
‘’Kalau lalai, bisa merugikan bus yang antre di belakang. Ya, bus lain yang akan berangkat bisa kehilangan jam antre dan penumpang,’’ terang PNS golongan II C ini. Bahkan kalau lalai,  bisa diprotes pengemudi bus lantaran kehilangan penumpang akibat jam antre berkurang.
Karena itulah, Matali tak main-main dengan pekerjaannya. Ia sadar betul bahwa tugasnya sangat penting. Pria 51 tahun ini selalu semangat dan teliti walau harus bercuap-cuap di depan pengeras suara pada setiap lima menit disaat  sedang berpuasa.
Berdasarkan catatan Matali, saat masa angkutan Lebaran, terdapat 309 bus yang diberangkatkan dari Terminal Arjosari pada setiap hari. Artinya setiap hari ia harus cuap-cuap lebih dari 309 kali.
Situasi yang dialami Matali bukan baru kali ini. Sudah sejak tahun 2009 lalu dia bertugas di pos siar. Lama bertugas sebagai  ‘juru kicau’ terminal menjadikan ayah dua anak itu terbiasa dengan pekerjaannya.
Bahkan kendati tetap bertugas saat  Idul Fitri, Matali tak mengeluh. ‘’Nanti setelah ikut Salat Id, saya kembali bertugas. Waktu Salat Id, petugas yang non muslim yang bertugas. Ya gantian,’’ terang warga Jalan Bromo Gang II ini.
Kasubag TU Terminal Arjosari, Agus Ruskandi mengakui pentingnya tugas pos siar. Sebab pos siar adalah jantungnya terminal. Salah satu tugas utama yakni  memantau, mengawasi kedatangan dan keberangkatan bus. Tugas lainnya yakni memeriksa kelayakan bus sebelum berangkat.
‘’Pemberangkatan bus harus sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Petugas harus displin. Jika terlambat mengumumkan keterlambatan maka berakibat pada bus yang antre dibelakangnya. Dampaknya bisa ramai, bisa mengundang protes dari pengemudi,’’ kata pria yang sudah belasan tahun bertugas di Terminal Arjosari.
Agus yang pernah bertugas di pos siar ini memiliki tips agar tugas utama tetap berjalan optimal. Yakni selain displin, petugas harus selalu sabar dan memahami situasi. Sebab banyak karakter yang dihadapai petugas.
‘’Prinsipnya kepala boleh panas, tetapi hati harus tetap dingin. Kita harus memahami situasi dan siapa yang dihadapi,’’ kata dia.
Menurut Agus, saat ini terdapat 11 petugas yang bekerja di pos siar. Mereka bekerja dalam dua shift menyesuaikan denyut nadi terminal bertipe A yang beroperasi 24 jam itu.
Shift pertama mulai jam 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Shift kedua berdinas pada jam 18.00 WIB sampai jam 08.00 WIB.
Pada malam hari, kata Agus, petugas harus melayani bus tujuan Surabaya yang memiliki jadwal keberangkatan terakhir pada jam 23.00 WIB. Semakin tengah malam dan jelang subuh pun masih terdapat bus yang beroperasi. Yakni bus jurusan Banyuwangi-Jember-Malang-Blitar dan jurusan Surabaya-Malang-Blitar.
Tak hanya petugas pos siar saja yang siaga dan bekerja disaat semua PNS sedang libur Lebaran. seluruh petugas terminal Arjosari yang berjumlah 81 personil, termasuk pucuk pimpinan terminal tersebut harus siaga.
‘’Petugas tetap bertugas selama masa angkutan Lebaran. Ya melayani masyarakat yang mudik. Ini sudah menjadi tugas kami,’’ katanya.  (van/bersambung)